Bintang Film Indonesia yang berkiprah Internasional

Bintang Film Indonesia yang berkiprah Internasional

2006
SHARE
Poster film Java Heat

Oleh: Doni Agustan

Belakangan kebijakan Pemerintah Indonesia memberikan keleluasaan dan kemudahan untuk pihak asing termasuk industri film Hollywood untuk syuting di Indonesia. Walaupun sejak dulu sebenarnya sudah ada beberapa film yang menggunakan Indonesia sebagai lokasi syuting, tetapi baru belakangan berita seputar hal ini diekspose oleh media. Michael Mann dan team, baru-baru ini memilih Indonesia sebagai lokasi untuk film terbarunya yang berjudul Cyber. Cyber yang berisah tentang hacker ini mengambil beberapa lokasi di Jakarta seperti Kampung Ambon dan Lapangan Banteng. Sebelumnya, Oliver Stone memanfaatkan pantai-pantai Bali untuk lokasi syuting filmnya, Savages, yang dibintangi oleh Aaron Johnson dan Blake Lively.

Dengan menggunakan Indonesia sebagai lokasi syuting, tentu ini membuka kesempatan bintang-bintang film lokal untuk terlibat dalam produksi film luar tersebut. Eat Pray Love karya Ryan Murphy yang dibintangi Julia Roberts yang memanfaatkan Bali sebagai lokasi syutingnya, membuka pintu karir Christine Hakim ke Hollywood. Christine mendapatkan peran penting dalam film ini.

Nama Christine Hakim tentu menjadi sosok paling utama untuk kita berbicara tentang bintang-bintang film Indonesia yang berkiprah pada dunia film internasional. Festival Film Cannes 2002 menjadi pembuka pamor Christine Hakim di peta perfilman dunia. Ia menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi juri di salah satu festival film tertua di dunia tersebut. Christine Hakim menjadi juri bersama Sharon Stone dan bintang film asal Malaysia, Michelle Yeoh. Hubungan Christine dengan Cannes telah dimulai sejak tahun 1998 saat film Daun di Atas Bantal karya Garin Nugroho diputar pada festival tersebut untuk kategori Un Certain Regard. Film ini juga mengantarkannya meraih popularitas di Asia karena meraih penghargaan pemeran utama wanita terbaik pada Festival Film Asia Pasifik 1998. Dua tahun sebelumnya, Christine juga telah terlibat dalam sebuah film drama produksi Jepang yang berjudul Sleeping Man karya Kohei Oguri. Sleeping Man juga dibintangi oleh aktor watak terkenal Jepang saat ini, Koji Yakusho.

Selain nama Christine Hakim, jangan lupakan Willy Dozan. Saat ini mungkin kita hampir lupa bahwa kita punya seorang aktor laga seperti Willy Dozan yang telah berkarir pada salah pusat perfilman dunia yaitu Hong Kong. Dalam kurun waktu 3 tahun, 1979-1982, Willy yang memiliki nama lahir Chuang Cen Li, terlibat dalam 8 film produksi Hong Kong. Film-film tersebut adalah Hard Way to Die (1979), Super Power (1979), Black Belt Karate (1979), Crystal Fist (1979), Black Jim Smashes All (1980), A Fistful of Talons (1981), Kung Fu from Beyond the Grave (1982) dan Kung Fu Zombie (1982).

Yang paling baru tentu Joe Taslim dan Iko Uwais. Dua bintang dari film The Raid Redemption karya sutradara Garreth Evans ini, mendapatkan kesempatan berkarir untul film produksi Hollywood. The Raid mendapatkan respon positif saat rilis di Amerika Serikat membuka pintu bagi Joe dan Iko untuk mempertinggi jam terbang mereka sebagai aktor. Joe Taslim mendapatkan peran dalam salah satu franchise film Hollywood, The Fast and the Furious 6. Selama beberapa bulan, Joe Taslim bersama bintang-bintang besar Hollywood digembleng dalam workshop untuk keperluan adegan action dalam film tersebut. Film yang rilis summer 2013 lalu ini menjadi salah satu film paling laris tahun ini. Bukan tidak mungkin Joe Taslim akan mendapatkan tawaran menarik selanjutnya dari Hollywood.

Man of Taichi adalah sama-sama karya debut untuk Keanu Reeves dan Iko Uwais. Film ini adalah debut karir Iko di Hollywood dan debut Reeves sebagai sutradara. Selain menyutradarai, Reeves juga tampil sebagai pemain utama dalam film yang rilis Indonesia pada tangga 11 Juli 2013 ini. Selain beradu akting dengan Reeves, Iko juga dipertemukan dengan dua mega star Hong Kong, Simon Yam dan Karen Mok. Film yang mengambil setting di Beijing ini mengisahkan tentang perjalanan spiritual Tiger Chen yang adalah seorang petarung martial arts.

Agnes Monica yang lebih dikenal sebagai penyanyi juga telah berhasil merambah dunia film dan televisi Asia. Agnes yang sukses sebagai salah satu bintang televisi terpopuler di Indonesia ini terlibat dalam beberapa drama seri produksi televisi Taiwan yaitu The Hospital dan Romance In the White House. Agnes juga terlibat dalam sebuah film produksi Singapura yang berjudul 3 Peas in a Pod yang baru akan rilis 14 November 2013.

Bagaimana dengan bintang-bintang film kita yang terlibat dalam Java Heat? Tentu keberuntungan bagi Tio Pakusadewo, Atiqah Hasiholan, Aryo Baru, Rio Dewanto, dan Mike Muliardo bisa beradu akting dengan Kellan Lutz dan Mickey Rourke. Tetapi sayangnya Java Heat hanya rilis terbatas di Amerika Serikat, peluang bintang-bintang ini untuk mendapatkan kesempatan seperti Christine Hakim, Joe Taslim dan Iko Uwais memang lebih kecil, tetapi kemungkinan tersebut tentunya tetap ada. Jangan lupakan juga keterlibatan Cinta Laura Kiehl, yang baru saja lulus cum-laude di Colombia University, dalam film The Philosopher. Penampilan yang, walaupun biasa saja, namun menandai debutnya di Hollywood.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY