Brawijaya Movie Exhibition 2014: Wahana Apresiasi Film Fiksi Pendek

Brawijaya Movie Exhibition 2014: Wahana Apresiasi Film Fiksi Pendek

1190
SHARE

Oleh: Aulia Rizky

Societo Sineklub sebagai salah satu komunitas film di Universitas Brawijaya dalam beberapa tahun terakhir menginisiasi kegiatan pemutaran film fiksi pendek yang bertajuk Brawijaya Movie Exhibition (BME).

Tepat di bulan Oktober 2014, Brawijaya Movie Exhibition kembali hadir dengan nuansa baru bagi insan perfilman Indonesia sebagai wahana apresiasi.

Sebagai wahana sederhana bagi para sineas untuk bersua dan bertukar gagasan tentang perfilman pendek di Indonesia. Melalui program-program non kompetisi, Brawijaya Movie Exhibition berkomitmen secara penuh untuk mewujudkan diri dalam pembelajaran bagi kita, baik penyelenggara, pembuat film, maupun utamanya bagi para penonton.

05e47f6bfeb391de9c667cc5f5e58affKehadiran lambang terbaru Brawijaya Movie Exhibition yang terdiri dari dua unsur utama, yaitu sosok Raden Wijaya (Prabu Brawijaya) mengartikan Societo Sineklub sebagai penyelenggaranya bernaung dibawah lembaga Universitas Brawijaya. Mata Prabu Brawijaya sedang terpejam dan wajah dengan sisi terang dan gelap menggambarkan harapan bagi penyelenggara, sineas dan penonton untuk memiliki ketenangan dalam bersikap, tidak takut menjadi salah dalam rangka terus berproses menuju sebuah kebenaran dan Pita Film melambangkan film itu sendiri sebagai ruh utama penyelenggaraan ajang kegiatan ini.

Brawijaya Movie Exhibition (BME) akan diselenggarakan pada tanggal 10, 11 dan 12 Oktober 2014 di Universitas Brawijaya, Malang Jawa Timur. Selama tiga hari nantinya terdapat beberapa pemutaran, yaitu:

1. Film Utama yang merupakan film-film fiksi pendek yang telah lolos kurasi.

2. Film Tamu, bertemakan anak yang sengaja dirancang sesuai riset penyelenggara melihat minimnya film-film fiksi tentang anak bila dibandingkan dengan jumlah anak di Kota Malang yang mencapai angka 30%. Oleh karena itu, Brawijaya Movie Exhibition 2014 bersama Sanggar Cantrik Yogyakarta melalui Emmanuel Kurniawan dan Senoaji Julius Sutradara film “Boncengan” (2012), “Gazebo” (2013) dan “2B” (2014) akan membuka ruang diskusi dengan tema: Film Anak sebagai alternatif penceritaan film fiksi pendek dan tontonan yang layak untuk media belajar anak.

3. Film Pilihan akan menghadirkan Riri Reza bersama film “Kuldesak” (1998) yang akan membuka ruang diskusi bagi para sineas dan penonton.

4. Temu Komunitas Film se-Indonesia, inilah ruang yang ditunggu-tunggu untuk kembali berkumpul dan berdiskusi terkait kemajuan komunitas film di Indonesia.

Melalui programnya “Brawijaya Movie Exhibition” 2014 berusaha memberikan alternatif-alternatif gagasan dalam pembuatan film pendek terutama bagi komunitas film yang ada di Kota Malang dan secara umum pada komunitas film di luar Kota Malang yang telah menjalin hubungan baik bersama kami selama beberapa tahun ini.

Untuk informasi lengkap mengenai program dan pendaftarannya, dapat dilihat di twitter @brawijayamovie atau website www.brawijayamovieexhibition.com.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY