Dari Tommy Lee Jones Ke FullMetal Alchemist Di Pembukaan Tokyo International Film...

Dari Tommy Lee Jones Ke FullMetal Alchemist Di Pembukaan Tokyo International Film Festival 2017

69
SHARE
@2017.tiff-jp

Oleh: Daniel Irawan

Edisi ulang tahun ke-30 Tokyo International Film Festival (TIFF/TIFFJP) resmi dibuka dengan seremoni yang dilangsungkan di EX Theater Roppongi setelah gelaran karpet merah yang mewarnai kemeriahan publik di tengah-tengah Roppongi Hills Arena, Tokyo. Meski dilanda hujan, rangkaian acara pembuka ini tetap berjalan lancar dengan sejumlah seleb internasional yang meramaikan karpet merah pembuka TIFF.

TIFF tahun ini juga menjadi tahun pertama festivalnya berada di tangan festival director baru, Takeo Hisamatsu, meneruskan estafet dari Yasushi Shiina yang kini menjadi CEO TIFFCOM, pasar film pendamping TIFF. Sama seperti Shiina, Hisamatsu juga merupakan insan senior di industri film mereka. Berkarir selama 40 tahun termasuk di Shochiku dan Warner Bros. Jepang, Hisamatsu lebih dikenal sebagai produser dari sejumlah film-film Jepang yang cukup dikenal dalam genre yang sangat beragam, di antaranya Air Doll (2009) dan Shinobi: Heart Under Blade (2008).

©2017 tiff-jp

Menyampaikan sambutannya di seremoni pembuka TIFF yang juga dihadiri oleh seluruh anggota juri kompetisi internasional tahun ini seperti Tommy Lee Jones dan Zhao Wei (Vicky Zhao), Hisamatsu menegaskan bahwa TIFF akan mengadakan sejumlah pembaharuan, namun begitu, mereka juga akan tetap mempertahankan tradisi yang sudah terbentuk selama ini. Dalam wawancara terpisah dengan sejumlah media, Hisamatsu juga menekankan sambutan tersebut, bahwa ia merasa fokus terhadap anime sebagai salah satu bagian terbesar industri sinema Jepang harus diperbanyak lagi, dan tetap penting pula mempertahankan keseimbangan yang baik soal film sebagai produk kesenian dan hiburan dalam tiap tahap proses seleksinya.

Sementara, event-event untuk mempertahankan tradisi Jepang seperti pertunjukan drama tradisional Kabuki dan beberapa program retrospektif, juga menurutnya harus terus dilangsungkan untuk tetap membangun ciri TIFF dan umumnya Jepang di mata dunia internasional. Menyambut seabad usia anime, TIFF tahun ini akan membawa fokusnya terhadap karya-karya kreator yang ikut membesut banyak dua franchise anime paling terkenal; Dora Emon dan Crayon Shin-chan; Keichii Hara.

Vicky Zhao (©2017 tiff-jp)

TIFF ke-30 juga akan menghadirkan Godzilla Cinema Concert sebagai salah satu highlight-nya, juga fokus spesial ke sutradara Steven Soderbergh dalam segmen retrospektif yang akan menghadirkan sejumlah karya terbaiknya (Sex, Lies and Videotape, Ocean’s Eleven) hingga filmnya yang terbaru, Logan Lucky. Namun di atas semuanya, TIFF tetap akan mengedepankan visi terpentingnya dalam memperkenalkan sekaligus membuka peluang bagi talenta-talenta generasi baru sinema Jepang dan negara-negara lain sebagai bagian dalam hubungan luas antar negara-negara Asia.

Menjadi pembuka bagi lebih dari 200 line up film yang akan ditayangkan selama festivalnya, pola film pembuka TIFF edisi ke-30 juga berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Film Jepang yang biasanya menjadi sesi penutup kini menjadi pembuka dengan World Premiere Fullmetal Alchemist, adaptasi live action manga karya Fumihiko Sori yang dibintangi idola Jepang Ryosuke Yamada.

Bertindak sebagai ketua/presiden juri kompetisi internasional TIFF tahun ini, Tommy Lee Jones dalam sambutannya di seremoni pembuka mengatakan dengan nada canda bahwa tak seperti beberapa festival film internasional yang dianggapnya menjadi venue penuh kepentingan buat penjualan dan pembelian film dari jaringan tertentu, senada dengan apa yang sebelumnya disampaikan oleh Takeo Hisamatsu, TIFF merupakan festival yang lebih punya keseimbangan dalam merayakan sisi emosional sekaligus intelektual sebuah film.

Tommy Lee Jones (©2017 tiff-jp)

Satu hal baru yang bisa jadi mengundang pandangan sebagian orang dari sisi politik adalah TIFF di tahun ini juga memperkenalkan pengembangan kerjasama baru industri film mereka dengan China. Bersama sebuah simposium spesial tentang pertukaran film dan program-program kerjasama lain dari produksi hingga bentuk kebudayaan lain, pre-opening festivalnya yang dilangsungkan terbatas di tanggal 25 Oktober diawali dengan pemutaran resmi 10 menit footage, trailer dan behind-the-scenes dari penanda kerjasama awal berskala raksasa antara Jepang dan China itu, sebuah film kolosal karya Chen Kaige berjudul Ku-Kai (The Legend of the Demon Cat). Diangkat dari novel klasik Jepang yang berlatar sejarah China, Ku-Kai yang juga dibintangi dua superstar Jepang; Hiroshi Abe dan Shota Sometani, baru akan dirilis Februari tahun depan. Menyusul gagasan kerjasama ini, TIFF juga menggelar simposium khusus di hari kedua festivalnya.

TIFF ke-30 akan berlangsung di venue utama Roppongi Hills dan sejumlah lokasi lain di Tokyo hingga tanggal 3 November 2017.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY