Drama Musikal A Star is Born dan Animasi Godzilla: The Planet Eater...

Drama Musikal A Star is Born dan Animasi Godzilla: The Planet Eater akan Menjadi Film Pembuka dan Penutup TIFF Tahun Ini

27
SHARE
© 2018 WARNER BROS. ENTERTAINMENT INC. AND RATPAC-DUNE ENTERTAINMENT LLC

Oleh: Daniel Irawan

Tepat sebulan sebelum perhelatannya yang ke-31, Tokyo International Film Festival (TIFF) mengumumkan film pembuka dan penutup festival beserta seluruh line up film-film yang akan berkompetisi dan ditayangkan di festivalnya. A Star Is Born, film drama musikal romantis yang merupakan debut aktor Bradley Cooper sebagai sutradara, produser dan penulis dengan bintang utama Lady Gaga dan dirinya sendiri, akan menjadi film pembuka TIFF tahun ini.

Merupakan remake dari film berjudul sama tahun 1937 yang juga pernah dibikin ulang tahun 1954 dengan bintang Judy Garland, dan di tahun 1976 dengan penyanyi Barbra Streisand, A Star is Born adalah proyek ambisius yang sempat menggamit nama Clint Eastwood dan Beyonce Knowles pada awalnya. Film yang mengisahkan proses perjalanan seorang penyanyi wanita muda meniti karir (diperankan Lady Gaga) dan menjalin cinta dengan mentornya (diperankan Bradley Cooper sendiri selain menjadi debut penyutradaraannya) ini baru saja ditayangkan perdana di Venice International Film Festival akhir Agustus lalu dan mendapat sambutan bagus oleh kritikus.

©2018 “The House Where the Mermaid Sleeps” Film Partners

Selain A Star is Born, TIFF ke-31 juga akan menayangkan perdana film drama Jepang, The House Where the Mermaid Sleeps karya Yukihiko Tsutsumi dalam slot baru festivalnya, Gala Screening. Film ini mengisahkan sebuah pasangan nyaris bercerai yang semakin terombang-ambing ketika putri mereka berada dalam keadaan koma akibat tenggelam di kolam renang

Sebagai film penutupnya sendiri, adalah Godzilla: The Planet Eater karya Kobun Shizuno dan Hiroyuki Seshita. Film ini merupakan penutup trilogi Godzilla versi animasi yang akan mengisahkan pertarungan Godzilla melawan monster naga berkepala tiga, Ghidorah, musuh abadinya dan sudah berkali-kali diangkat ke layar lebar dalam berbagai versi.

©2018 TOHO CO., LTD.

Sementara di segmen kompetisi internasional TIFF tahun ini, akan ada 16 film dari berbagai negara termasuk 2 dari Jepang, yang akan bertarung memperebutkan kategori-kategori penghargaan terbaiknya. Bertindak selaku juri utama adalah sutradara Brillante Ma Mendoza dari Filipina bersama produser Bryan Burk (AS), aktris Taraneh Alidoosti (Iran), aktris Kaho Minami (Jepang) dan sutradara-produser Hong Kong ternama Stanley Kwan (Rogue – 1987, Center Stage – 1991, Lan Yu – 2001)

Dalam line up tahun ini ada satu film Indonesia yang akan ditayangkan dalam segmen Crosscut Asia yang mengambil tema musikal. Film Aach… Aku Jatuh Cinta (Chaotic Love Poems) produksi MVP Pictures karya sutradara Garin Nugroho yang dibintangi Chicco Jerikho dan Pevita Pearce sudah dirilis di bioskop-bioskop kita tahun 2016 setelah tertunda dari jadwal awalnya di 2015.

©2018 TIFF

Dalam konferensi pers itu, Takeo Hisamatsu yang menjalani posisi festival director di tahun keduanya menambahkan bahwa TIFF tahun ini akan diisi oleh sejumlah segmen baru yang lebih menarik termasuk Midnight Film Festival dan Cinema Athletic 31 yang diisi oleh film-film bertema olahraga buat menyambut Olimpiade Tokyo 2020.

Berjumlah total hampir 200 film dari berbagai negara yang akan ditayangkan selama 10 hari festivalnya, Tokyo International Film Festival ke-31 akan berlangsung dari 25 November hingga 3 November di venue utama Roppongi Hills dan sejumlah kawasan lain di Tokyo.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY