FFD 2015 Call For Entries

FFD 2015 Call For Entries

1921
SHARE

Festival Film Dokumenter (FFD) Yogyakarta adalah yang festival film pertama di Indonesia dan di Asia Tenggara, yang khusus menangani film dokumenter. FFD dilaksanakan secara rutin setiap tahun di bulan Desember berturut-turut semenjak tahun 2002.

FFD Yogyakarta ke 14 akan diselenggarakan pada tanggal 7-12 Desember 2015. Pendaftaran dibuka sampai tanggal 30 September 2015. Selain itu, beberapa ketentuan dalam pendaftaran festival ini seperti, film dokumenter yang disertakan merupakan film produksi tahun 2014 atau 2015 dan wajib memiliki subtitle dalam bahasa inggris. Kemudian materi film yang digunakan tidak melanggar hak cipta. Pelanggaran dan gugatan atas hak cipta terhadap film dokumenter yang diikutsertakan di luar tanggungjawab FFD. Karena itu, FFD berhak menggugurkan karya yang melanggar hak cipta.

FFD Yogyakarta ke 14 memiliki dua program utama, program kompetisi film dokumenter dan program non-kompetisi. Program kompetisi adalah kompetisi khusus untuk pembuat film berkewarganegaraan Indonesia, dengan 3 kategori, yaitu film dokumenter panjang, untuk film dokumenter berdurasi lebih dari 40 menit termasuk credit title. Lalu film dokumenter pendek, untuk film dokumenter berdurasi maksimal 40 menit termasuk credit title. Dan terakhir film dokumenter pelajar, untuk film dokumenter yang dibuat oleh pelajar SD-SMA dan tidak dibatasi durasi.

Untuk program non-kompetisi, program ini terbuka bagi semua pembuat film dokumenter dan tidak memiliki batasan durasi. Program ini berisi film dokumenter yang menggugah pemikiran dari segi bentuk dan/atau isu. Lalu ada juga program SEA Docs, yaitu
program yang dikhususkan bagi para pembuat film yang berasal dari Asia Tenggara dan memiliki isu seputar Asia Tenggara.

 

Cara Pendaftaran

Pendaftar festival ini harus mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap dan jelas, lalu mengirimkan 1 DVD preview copy ke alamat yang ditentukan panitia. Lalu jika pengirim akan menggunakan online screener, harus memberitahu pengelola festival dan memastikan link dan password berfungsi sampai festival berakhir. Film yang masuk dalam seleksi festival harus mengirimkan ulang 2 buah DVD screening copy atau file video high-res.

Pengelola festival akan menyeleksi seluruh film yang masuk ke dalam tiap kategori. Khusus untuk program Kompetisi Film Dokumenter Indonesia, pengelola festival akan mengundang juri tamu untuk melakukan penjurian pada tiap kategorinya.

Bagi pendaftar non-kompetisi, kategori di atas dibutuhkan untuk proses seleksi dan belum tentu merepresentasikan program festival tahun ini.

Pendaftaran, DVD dan dokumen-dokumen serta korespondensi harap ditujukan kepada:

Festival Film Dokumenter Yogyakarta

Jalan Sajiono 15, Kotabaru, Yogyakarta 55224

Tel: 0811 2642 672

e-mail: festival@ffd.or.id

website: www.ffd.or.id

 

Sekilas Festival Film Dokumenter

Gagasan awal membuat Festival Film Dokumenter berawal dari pembicaraan ringan di tahun 2002. Sekelompok anak muda yang gelisah dengan keberadaan media ini, memulai mengerjakan gagasan tersebut dengan keinginan untuk berbuat sesuatu bagi dunia perfilman di Indonesia khususnya film dokumenter. Kepedulian muncul karena ada potensi yang belum tergarap secara optimal dalam masyarakat perfilman Indonesia, padahal potensi tersebut melimpah di sekeliling kita. Sumber daya manusia dan materi/bahan garapnya adalah modal yang memadai untuk penciptaan sebuah karya film dokumenter.

Tapi nampaknya potensi ini tidak memiliki ruang gerak yang memadai, ketika insan (muda) perfilman lebih asyik dengan penciptaan karya film yang “artistik” dan “ekspresif”, yang sebagian besar adalah fiksi. Didramatisir pula oleh profit-oriented pada bidang -yang oleh sebagian orang sebagai acuan yaitu televisi- secara instan. Padahal film dokumenter sarat dengan unsur pendidikan yang kental.

Film dokumenter memiliki ciri khas yang membedakannya dari media massa umum lainnya, yaitu sebuah kekuatan yang signifikan sebagai suatu media yang mencerdaskan, reflektif, dan dapat melewati batas-batas ruang dan waktu. Di tengah arus media massa yang demikian deras, film dokumenter dapat mengambil peran penting sebagai media aspirasi yang mandiri.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY