FFI 2016: Maju Terus Film Indonesia

FFI 2016: Maju Terus Film Indonesia

526
SHARE

Salah Satu ajang penghargaan bagi insan perfilman nasional, Festival Film Indonesia (FFI) 2016, telah selesai digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (6/11) malam.

Terdapat 21 kategori di diperebutkan oleh insan perfilman untuk menjadi yang terbaik di FFI tahun ini, dimana ada satu kategori yang hadir sebagai kategori baru di tahun ini, yakni Lagu Tema Film Terbaik.

Film terbaik FFI 2016 diraih oleh film Athirah, karya Riri Riza, yang berhasil menyisihkan film-film lainnya yang masuk nominasi, yaitu Rudy HabibieSalawakuSurat dari Praha, dan Aisyah, Biarkan Kami Bersaudara.

_timthumb-project-code
(Sumber foto: Penggilafilm.com)

Dikutip dari Kompas.com, Mira Lesmana, produser film Athirah, mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Athirah Kalla. Film itu memang mengadaptasi novel biografi tentang Athirah Kalla, ibu Wakil Presiden Jusuf Kalla. Buku tersebut, yang juga berjudul Athirah, ditulis oleh Alberthiene Endah.

“Untuk keluarga besar Ibu Athirah, terima kasih banyak sudah memberikan ruang yang begitu besar untuk Miles (rumah produksi Miles Films) mengerjakan Athirah,” tutur Mira.

Sedangkan untuk kategori Sutradara Terbaik diraih oleh sang sutradara film Athirah, Riri Riza. Pemeran utama di film Athirah, Cut Mini, berhasil meraih Piala Citra untuk kategori pemeran utama wanita terbaik. Adapun pemeran utama pria terbaik di FFI 2016 diraih oleh Reza Rahadian dalam film My Stupid Boss.

ini-dia-deretan-pemenang-festival-film-780521
(Sumber foto: KapanLagi.com)

Lifetime Achievement FFI 2016 diberikan kepada aktris senior Christine Hakim. “Penghargaan ini bukan sanjungan, tapi amanat yang sangat berat bagi saya,” ujar pemain film Pasir Berbisik ini, saat menerima penghargaan tersebut.

Christine terlihat menangis haru diatas panggung saat menceritakan pengalamannya selama puluhan tahun terjun di dunia industri film Indonesia.

“Saya ingat sekali, masa-masa sulit sebagai orang tua khususnya. Betapa beratnya untuk menjaga martabat sebagai orang film Indonesia yang artinya menjaga martabat Indonesia,” kata Christine.

20161107-christine-hakim_20161107_021157
(Sumber foto: Warta Kota – Tribunnews.com)

Hingga saat ini, perempuan kelahiran 25 Desember 1956 itu masih merasa berjuang mengangkat perfilman Indonesia ke level yang lebih tinggi. “Kita semua berjuang mengangkat kembali film Indonesia. Alhamdulillah, sampai saat ini, saya menjalaninya secara gembira. Saya berada di sini karena dukungan teman-teman,” urainya.

tjoet-nja-dhien-gelora-dalam-150-menit
(Sumber foto: Merdeka.com)

Pemain film fenomenal Tjoet Nja’ Dhien, karya Eros Djarot itu menganggap profesinya sebagai pegiat sinema bertujuan melayani masyarakat Indonesia. “Lewat film, saya merasa menjadi pelayan masyarakat. Maju terus film Indonesia, dan Festival Film Indonesia,” tandasnya.

Berikut daftar lengkap pemenang FFI 2016.

– Film Terbaik: Athirah

– Sutradara Terbaik: Riri Riza (Athirah)

– Penulis Skenario Asli Terbaik: Jujur Prananto (Aisyah, Biarkan Kami Bersaudara)

– Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Salman Aristo, Riri Riza (Athirah)

– Pengarah Sinematografi Terbaik: Faozan Rizal (Salawaku)

– Pengarah Artistik Terbaik: Eros Eflin (Athirah)

– Penata Effek Visual Terbaik: Andi Novianto (Headshot)

– Penyunting Gambar Terbaik: Wawan I. Wibowo (My Stupid Boss)

– Penata Suara Terbaik: Fajar Yuskemal, Aria Prayogi, M. Ichsan Rachmaditta (Headshot)

– Lagu Tema Film Terbaik: “Ratusan Purnama” – Musik: Anto Hoed, Melly Goeslaw (Ada Apa dengan Cinta? 2)

– Penata Musik Terbaik: Anto Hoed & Melly Goeslaw (Ada Apa dengan Cinta? 2)

– Penata Busana Terbaik: Chitra Subyakto (Athirah)

– Pemeran Utama Pria Terbaik: Reza Rahadian (My Stupid Boss)

– Pemeran Utama Wanita Terbaik: Cut Mini (Athirah)

– Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Alex Abbad (My Stupid Boss)

– Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Raihaanun (Salawaku)

– Pemeran Anak Terbaik: Elko Kastanya (Salawaku)

– Film Pendek Terbaik: Prenjak

– Film Animasi Terbaik: Surat untuk Jakarta

– Film Dokumenter Panjang Terbaik: Gesang Sang Maestro Keroncong

– Film Dokumenter Pendek Terbaik: Mama Amamapare

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY