Film Dokumenter Panjang Karya Anak Kupang, Tembus Eurasia International Film Festival

Film Dokumenter Panjang Karya Anak Kupang, Tembus Eurasia International Film Festival

701
SHARE

Ditengah maraknya industri perfilman Indonesia yang lebih banyak berpusat di Pulau Jawa, ada kabar dari Indonesia Timur. Sebuah film dokumenter panjang yang berjudul NOKAS karya sutradara asal Kupang, Manuel Alberto Maia, akan diputar pada perhelatan Eurasia International Film Festival 2016 di Kazakhstan.

manuel-alberto-maia

Film ini berkisah mengenai seorang pemuda yang bernama Nokas yang ingin menikashi kekasihnya, seorang gadis Timor yang bernama Ci. Tidak mudah menikahi gadis Timor, pihak lelaki biasanya diminta untuk membayar mahar kepada orang tua dan saudara pihak perempuan. Jumlahnya tidak tentu, tetapi seringkali memberatkan. Tradisi ini seringkali terlihat menjadi seperti transaksi jual beli. Dengan pendekatan observasional, film ini mengikuti usaha Nokas dalam menyiasati biaya pernikahannya.

Film ini berawal dari pertemuan pertama Abe, sapaan akrab Manuel Alberto Maia, dengan Nokas pada bulan April 2013. Abe tertarik dengan Nokas ketika mengetahui dirinya adalah seorang petani muda dan belum menikah. “Ini tentu saja menarik karena saat ini jarang menjumpai anak muda Kupang yang mau berkebun. Kebanyakan anak muda Kupang lebih memilih menjadi perantau ataupun nongkrong di tempat biliard yang bersebaran hampir disetiap gang,nokas-1” ujar Abe.

Setelah melakukan proses riset selama 8 bulan, akhirnya Abe memulai produksi film dengan merekam keseharian keluarga Nokas. “Awalnya saya yang ingin merekam kehidupan seorang anak muda yang bertani ditengah ancaman perampasan lahan. Namun dalam proses syuting saya dibawa ke dalam kompleksitas kehidupan keluarga Nokas dalam mempersiapkan pernikahan Nokas. Akhirnya diputuskan film ini berfokus pada usaha Nokas untuk menikahi pacarnya ditengah budaya Timor yang mengharuskan Nokas membayar mahar kawin yang ditetapkan oleh keluarga perempuan,” ujar Abe.

large-still-nokas-05-1-9c47f000c94adf79294ac8d56c801e56

Dalam proses produksi film ini, Abe mendapat dukungan Shalahuddin Siregar sebagai produser dan editor. Shalahuddin Siregar sendiri dikenal sebagai seorang pembuat film dokumenter yang merupakan alumni Eagle Awards serta sutradara film Negeri di Bawah Kabut. “Banyak film yang diproduksi di luar Jawa, tetapi oleh pembuat film dari Jawa dengan sudut pandang Jawa. Sedikit sekali pembuat film dari luar Jawa yang ‘suaranya’ bisa terdengar di tingkat nasional, apalagi internasional, persoalannya adalah perkembangan produksi film ini masih membutuhkan dukungan infrastruktur lain selain teknologi, yaitu dana, jaringan dan keahlian. Adalah penting untuk pembuat film lokal mewakili diri mereka sendiri, dengan sudut pandang mereka dan kultur mereka sendiri.” ungkap Shalahuddin Siregar mengenai alasan keterlibatan dirinya dalam mendukung produksi film NOKAS.

nokas-3

Setelah melalui proses produksi selama kurang lebih 3 tahun, akhirnya film NOKAS diselesaikan dan akan melakukan pemutaran perdana pada tanggal 27 September 2016 di Eurasia International Film Festival 2016 di Almaty, Kazakhstan pada program Eurasia Docs. Program Eurasia Docs adalah sesi program pemutaran film-film dokumenter dari wilayah Eropa dan Asia. Dalam program ini, NOKAS bergabung dengan film-film dokumenter seperti Where To Invade Next karya Michael Moore, Fire at Sea karya Gianfranco Rossi, serta Under the Sun karya Vitaly Mansky.

Abe berharap dengan diputarnya NOKAS di Eurasia International Film Festival dapat memberikan gambaran kecil mengenai kondisi budaya Timor hari ini kepada masyarakat Kazakhstan. “Menonton NOKAS adalah melihat Timor hari ini dalam bingkai keberagaman Indonesia”, tambah Abe. Setelah pemutaran di Eurasia International Film Festival, film NOKAS rencananya akan diputar di beberapa kota di Indonesia pada awal tahun depan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY