Film Dokumenter Toshiro Mifune dan Dua Film Pendek Ozu Akan Tayang di...

Film Dokumenter Toshiro Mifune dan Dua Film Pendek Ozu Akan Tayang di Kyoto International Film Festival 2016

525
SHARE

Oleh: Daniel Irawan

Menyambut edisi ke-3 penyelenggaraannya, Kyoto International Film Festival (KIFF) yang merayakan Kyoto sebagai rumah sinema Jepang, awal sejarah sinema mereka dimulai di sana, tahun ini mempromosikan kultur baru untuk memperingati tradisinya.

KIFF yang diselenggarakan oleh industri hiburan terbesar Jepang, Yoshimoto Kogyo, tetap mengusung ekshibisi film dan seni sebagai kultur unik Jepang dan terutama Kyoto, dalam keseluruhan gelarannya. Menggelar press-con perdananya di Yoshimoto Gion Kagetsu pertengahan September lalu, mereka merilis judul festival tahun ini, ‘Kyoto Up  Up’ bersama official poster untuk menunjukkan kebangkitan Kyoto.

kyoto-international-film-festival-2016-akan-digelar-tanggal-13-16-oktober2

Dihadiri Daisaku Kadokawa, Walikota Kyoto dalam setelan kimono untuk menekankan nafas kebudayaan festival ini bersama presiden kehormatan festival Sadao Nakajima, sineas senior Jepang, mengatakan bahwa selain tetap membawa tujuan untuk mengembalikan Kyoto sebagai sentra perfilman Jepang, KIFF sekaligus menjadi salah satu fokus program kebudayaan pemerintah untuk dikembangkan bersama serangkaian pesta kebudayaan lain hingga 2020 nanti.

KIFF tetap akan memberikan The Shozo Makino Award untuk para sineas terpilih buat memperingati sineas Shozo Makino, juga Toshiro Mifune Award yang akan dipersembahkan kepada aktor yang berjasa membawa nama sinema Jepang ke dunia Internasional.

Thosiro Mifune dalam film Harakiri (Sumber foto: pinterest.com)

Mengiringi penyerahan berbagai penghargaan itu, sebagai festival film internasional, KIFF akan menayangkan film dokumenter: ‘Mifune: The Last Samurai’ sebagai film pembukanya. Dokumenter karya Steven Okazaki yang sudah dipertunjukkan di beberapa festival dunia ini akan membahas kehidupan dan karir Mifune disertai wawancara terhadap sutradara-sutradara terkenal seperti Steven Spielberg dan Martin Scorsese. Mereka akan banyak bercerita tentang pandangan mereka terhadap Mifune dan film-film samurai legendarisnya.

Selain menyorot Mifune, sineas Yasujiro Ozu yang sering disebut Masters of Japanese Cinema sekaligus menginspirasi banyak sineas luar hingga ke Indonesia, juga ikut mendapat penghormatan. Film bisu karya Ozu ‘A Straightforward Boy; (1929) dan ‘The Lady in the Beard’ (1931), yang baru ditemukan kembali setelah hilang sekian lama akan ditayangkan dalam slot World Premiere.

Sesuai dengan misi Yoshimoto di genre komedi, KIFF tak lupa menayangkan film-film komedi pendek dan format unik ‘Toy Film’ yang merupakan film yang dibuat untuk proyektor mainan di era Taisho dan Showa. Selain itu, masih akan ada retrospeksi terhadap 7 film dari Charlie Chaplin yang punya kedekatan dengan Jepang, dari ‘The Kid’ (1921) ke ‘Limelight’ (1952).

Dalam presentasi budaya seni Kyoto, selain mengemas tema mobil ke dalam ekshibisi tahun ini lewat mobil bernama ‘Kintoki’ yang dikreasi oleh art unit Yotta, pemenang Taro Okamoto Award for Contemporary Art, KIFF akan menggelar pengenalan pada kuil kuno mereka, Nishi Hongan-ji Temple. Kuil yang ditemukan tahun 1591 dan menjadi fasilitas pelatihan para biksu ini akan dibuka untuk umum selama festival berlangsung.

ozu-a-straightforward-boy
Cuplikan adegan A Straightforward Boy karya Yasujirô Ozu produksi tahun 1929, diperankan oleh Tomio Aoki, Tatsuo Saitô dan Takeshi Sakamoto. (Sumber foto: ozu-teapot.tumblr.com)

Sementara dalam instalasi seni, ada instalasi karya artis Jepang Shinsuke Kawahara dan seniman Perancis, Jean Luc-Vilmouth. Diberi judul ‘Dark Science’ instalasi karya Luc-Vilmouth akan dilengkapi dengan musik dari legenda jazz wanita AS Billie Holiday.

Kyoto International Film Festival akan berlangsung dari 13 hingga 16 Oktober di sejumlah lokasi-lokasi terkenal kotanya setelah upacara pembuka di salah satu situs World Heritage UNESCO, Nijo Castle, pada 13 Oktober mendatang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY