FILM DRAMA PRANCIS “AMANDA” RAIH TOKYO GRAND PRIX DI TIFF KE-31

FILM DRAMA PRANCIS “AMANDA” RAIH TOKYO GRAND PRIX DI TIFF KE-31

63
SHARE
©2018 TIFF

Oleh: Daniel Irawan

Mengumumkan para pemenang kompetisinya Jumat, 2 November 2018, film Prancis Amanda besutan sutradara Mikhael Hers meraih Tokyo Grand Prix/The Governor of Tokyo Award, penghargaan tertinggi Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-31 sekaligus piala untuk skenario terbaik. Bersama dua pialanya, Amanda juga mengantongi total hadiah masing-masing sejumlah 50.000 dan 5.000 USD untuk kedua kategori itu.

©2018 TIFF

Amanda merupakan sebuah drama humanis soal keluarga yang mengisahkan kehidupan David (diperankan Vincent Lacoste), pria muda yang harus merawat Amanda (Isabel Multrier), putri kecil dari kakaknya, Sandrine (Ophelia Kolb) yang tewas dalam serangan teroris di Paris. Sebelum Tokyo, Amanda sudah ditayangkan di Venice International Film Festival ke-75 Agustus lalu di segmen kompetisi Orizzonti Selection dan mendapat sambutan sangat baik di antara kritikus-kritikus berbagai negara.

©2018 TIFF

Hers, sutradara Prancis yang sebelumnya sudah membesut film This Summer Feeling (official selection di Rotterdam 2016) dan Memory Lane (official selection di Locarno 2010), dalam kemunculannya di TIFF ke-31 usai penayangan Amanda, mengatakan bahwa ia ingin menggambarkan sebuah kisah ekses penyerangan teroris di tengah kehidupan modern Paris, bahwa di balik segala keindahannya, juga ada sisi manusiawi dan tragedi yang harus dijalani oleh karakter-karakternya.

©2018 TIFF

Special Jury Prize TIFF ke-31 dimenangkan oleh film Before the Frost karya sutradara Michael Noer (Papillon versi 2018). Film Denmark yang ber-setting di abad ke-19 ini mengisahkan soal seorang petani miskin (diperankan Jesper Christensen) yang terpaksa menikahkan putrinya dengan tuan tanah kaya raya. Untuk perannya, Christensen juga diganjar piala untuk Aktor Terbaik TIFF tahun ini.

©2018 TIFF

Sementara drama gelap soal prostitusi dan perdagangan manusia di pinggiran Napoli, Italia, The Vice of Hope (Il Vizio Della Speranza) membawa Edoardo De Angelis memenangkan Sutradara Terbaik. Aktris sekaligus istrinya, Pina Turco, juga meraih piala untuk Aktris Terbaik di kategori Kompetisi Utama ini.

©2018 TIFF

Salah satu highlight TIFF tahun ini, biopic pebalet Rusia Rudolf Nureyev yang menarik fokus ke kisah nyata Nureyev meminta suaka ke Perancis meninggalkan negaranya, The White Crow yang disutradarai aktor Ralph Fiennes, juga memenangkan piala untuk Pencapaian Kontribusi Artistik.

Turut hadir di TIFF, Fiennes menolak untuk menyebut The White Crow sebagai sebuah biopic konvensional. Baginya, film ini merupakan kisah perjuangan dan ambisi seorang anak muda meraih kebebasan buat kehidupan sekaligus karirnya. Fiennes juga ikut bermain sebagai Pushkin, mentor Nureyev yang mendukung muridnya dengan resiko apapun.

©2018 TIFF

Satu lagi penghargaan untuk segmen Kompetisi Utama/Internasional berdasarkan pengumpulan suara audiens, Best Audience Award tahun ini dimenangkan oleh film Another World. Drama Jepang karya sutradara Junji Sakamoto yang menampilkan aktor ternama mereka, Goro Inagaki, mengisahkan tentang kehidupan 3 pria di pengujung usia 30-an.

©2018 TIFF

Dua penghargaan untuk segmen Asian Future masing-masing dimenangkan oleh film China A First Farewell karya sutradara Lina Wang sebagai Film Terbaik, sementara penghargaan The Spirit of Asia Award yang dipersembahkan oleh mitra TIFF, The Japan Foundation Asia Center, dimenangkan oleh sutradara Huang Huang lewat filmnya, Wushu Orphan.

©2018 TIFF

Di segmen Japanese Cinema Splash, segmen yang menjadi ajang kompetisi untuk sineas-sineas independen Jepang, piala untuk Film Terbaik jatuh kepada film Lying to Mom karya sutradara Katsumi Nojiri, sementara kategori Sutradara Terbaik diraih oleh Masaharu Take untuk film The Gun dan Seiji Tanaka untuk film Melancholic.

©2018 TIFF

Terakhir adalah penghargaan Tokyo Gemstone Award yang dipersembahkan TIFF untuk talenta-talenta akting dalam deretan film-film peserta kompetisinya. 4 aktor yang meraih Tokyo Gemstone untuk tahun ini adalah Mai Kiryu (Jepang) dari film The Chrysanthemum and the Guilotine, Lien Binh Phat (Vietnam) dari film The Tap Box, Karelle Tremblay (Kanada) dari film The Fireflies are Gone dan Nijiro Murakami (Jepang) dari film The Gun.

Ditutup Sabtu, 3 November 2018 dengan penayangan ulang film-film pemenang dan film penutup Godzilla: The Planet Eater, dari keseluruhan 181 film yang ditayangkan tahun ini, total audiens TIFF ke-31 berjumlah 62.125 orang.

 

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY