Film Nasional Sebagai Benteng Budaya

Film Nasional Sebagai Benteng Budaya

1357
SHARE
Salah satu scene film Di Timur Matahari

Kesadaran individu sebagai makhluk sosial adalah sangat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari manusia. Keluarga haruslah menjadi tempat interaksi paling nyaman dalam mengimplementasikan kesadaran individual tersebut. Bagaimana pengalaman individual menjadi penting saat kesadarannya memiliki keterbatasan dan ketersinggungan dengan kesadaran individu lain di dalam sebuah keluarga yang notabene dekat secara naluri, perasaan, waktu dan ruang. Tak pelak, ini menjadi penting dalam menjalin dan menjahit kesadaran sebuah komunitas sosial dan pada akhirnya kesadaran sebuah bangsa.

Kesadaran sosial sebagai sebuah bangsa ini yang perlahan namun pasti, seiring waktu dan perkembangan manusia, menjadi sebuah budaya dan peradaban. Ini menyangkut tentang persoalan bagaimana kebiasaan hidup sehari-hari, berevolusi menjadi sebuah pola kehidupan yang berjalan terus menerus, membentuk pola besar budaya dan peradaban sebuah bangsa.

Konflik, ketersinggungan, perasaan akan rasa aman, nyaman dan keteraturan, kemudian menjadi penyebab munculnya sebuah kebutuhan akan norma, aturan, nilai, hukum yang disepakati bersama sebagai acuan di tengah-tengah ketersinggungan kesadaran sosial individual di dalam sebuah komunitas manusia. Ini menjadi penting untuk dipahami bahwa justru hal inilah yang kadang menjadi alasan untuk kembali menciptakan konflik, ketersinggungan, ketakteraturan dan sebagainya yang bertujuan menciptakan rasa aman dan keteraturan itu sendiri. Sebuah lingkaran filosofis yang tak ada habisnya.

Namun begitu, sebuah budaya membutuhkan benteng. Benteng yang tak hanya melindungi namun juga memberikan pemahaman yang positif terhadap pola pemikiran dan kebiasaan manusia yang hidup dalam sebuah komunitas sosial. Benteng tersebut bisa dibangun secara abstrak dengan memperkuat pola budaya yang ingin dilindungi secara terus menerus, mengikuti arus ruang dan waktu.

Film, adalah alat yang paling memiliki kekuatan untuk itu. Bagaimana film memiliki kekuatan untuk membentuk realitas di dalam benak penontonnya. Bagaimana film mampu menjadi sebuah realitas yang bisa dipercaya dan pada akhirnya mampu mempengaruhi perilaku para penontonnya. Ini menjadi penting untuk diketahui dan keniscayaan itu seharusnya menjadi dasar pemikiran para pengambil kebijakan, pelaku dan penggiat dunia kebudayaan, khususnya di bidang perfilman untuk terus menerus memproduksi film-film yang berkualitas yang memang memiliki konten untuk memperkuat budaya nasional, menularkan sikap positif, menjadi inspirasi kebaikan bagi semua yang menontonnya.

Pada akhirnya, tinggal kita yang memilih, apakah akan mengikuti arus trend untuk terus terbius oleh mimpi duniawi yang ditawarkan oleh film-film asing, ataukah kita ingin untuk lebih mengenal bangsa kita sendiri, khususnya dari sisi budaya. Apakah kita menyerah kalah oleh serbuan budaya bagsa asing lewat film-film mereka, ataukah kita justru berhasrat untuk lebih menghargai hasil karya anak negeri sendiri. Pilihan ada di kita dan mari gunakan dengan bijaksana. Maju terus perfilman nasional!

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY