FRAU Rilis Single Terbaru dan Persiapkan “Konser Tentang Rasa”

FRAU Rilis Single Terbaru dan Persiapkan “Konser Tentang Rasa”

2316
SHARE

Musik memiliki beragam dimensi yang dapat dicecap oleh berbagai indera, tidak hanya dimonopoli oleh telinga dan mata. Eksplorasi dalam menikmati musik inilah yang ditawarkan oleh Frau dalam konser terbarunya di Gedung Societet, Taman Budaya Yogyakarta, pada 29-30 Oktober 2015 mendatang. Dalam konser ini, Frau akan membawakan 16 lagu dari album Starlit Carousel dan Happy Coda serta beberapa materi lagu baru. Materi baru tersebut akan menjadi rujukan untuk album berikutnya.

Bertajuk “Konser Tentang Rasa”, sajian musik dari Frau ini mencoba menghadirkan pengalaman baru yang lebih menyeluruh dalam menikmati musik. Kesan lintas indera itu membuat penonton dapat terlibat secara aktif untuk merangkai impresi rasanya sendiri, bisa berupa senang, sedih, bosan, hingga kantuk. Dalam konser ini penonton juga diajak untuk berbagi narasi, ilustrasi, ataupun keluh kesah atas rasa yang muncul ketika mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan Leilani Hermiasih (Lani) dan sang piano, Oskar.

Soal pengalaman “mengalami musik”, Lani mempunyai cerita sendiri. Pada suatu kesempatan, Ia menceritakan bagaimana dirinya bisa menangis tersedu-sedu tanpa alasan ketika mendengarkan lagu “La Même Histoire” dari singer-songwriter Kanada, Feist, berulang-ulang kali. Meski  sama sekali tidak mengerti apa dinyanyikan, tapi airmatanya tetap mengalir deras. Tubuh yang berbaring pada pegas-pegas springbed lawas di kamarnya itu pun sesenggukan. Pasrah begitu saja ketika satu dua tetes air mata yang terasa asin mengalir ke mulutnya.

“Saya tidak sedih, tapi mungkin terharu karena bisa menikmati mewahnya pengalaman musikal seperti itu,” Ucap Lani mengenang.

Official poster "Konser Tentang Rasa" Frau, 19 Oktober 2015
Official poster “Konser Tentang Rasa” Frau, 19 Oktober 2015

Sebelum di Yogyakarta, konser dengan tema yang sama telah berlangsung di Bandung 22 Mei Silam sebagai rangkaian program Printemp Francais atau Musim Semi Perancis 2015. Mengenai gagasan pertunjukan, Lani menjelaskan Konser Tentang Rasa disajikan bukan sebagai sebuah pernyataan, melainkan pertanyaan yang akan dijawab bersama di akhir pertunjukan nanti.

Konser Tentang Rasa ini terbuka untuk umum. Tiket untuk mahasiswa/pelajar dijual seharga Rp 35.000,00, dan untuk umum seharga Rp 50.000,00. terbatas hanya 300 tiket. Tiket mulai dijual pada 19 Oktober 2015 di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta jam 15.00 Wib. Konser ini tidak menjual pembelian tiket melalui online dan informasi perihal konser tentang rasa bisa menghubungi saudara Yudis +6282323485121 atau melalui email : konsertentangrasa@gmail.com.

 

Luncurkan Single Baru

Cover single terbaru Frau "Arah"
Cover single terbaru Frau “Arah”

Selain akan menghelat konsernya, dalam waktu dekat, Frau akan merilis single terbaru berjudul “Arah” pada Oktober ini. Single ini menjadi lagu ketiga yang dirilis Frau setelah “Tarian Sari” dan “Water” yang ada pada album Happy Coda. Ya, setelah cuti beberapa waktu, nama Frau kini kembali sering terdengar. Ia pun juga sukses merilis ulang Starlit Carousel dengan format piringan hitam bersama Nirmana Records pada bulan Februari 2015 silam.

Di lagu tersebut, Lani menceritakan sebuah ikhtiar berserah diri kepada Tuhan dengan caranya sendiri, sebuah narasi yang terdengar cukup berbeda dengan kedua single sebelumnya. Rencananya “Arah” akan diputar pada sejumlah radio di Yogyakarta dan kota-kota lainnya.

Dalam pengantar album Happy Coda, Lani  menuliskan bahwa lagu pada album ini mewakili sebagian kecil kisah dari tokoh-tokoh yang Ia temui atau Ia imajinasikan.  Materi-materi dalam album tersebut  pada dasarnya bercerita tentang kebahagiaan-kebahagiaan sederhana yang dapat ditemui oleh semua orang dengan caranya masing-masing, namun belum tentu bisa dipahami orang lain dengan mudah.

Selain merilis single terbaru, dalam waktu dekat Frau dan Cakrawala Records juga berencana untuk mencetak ulang album Happy Coda dengan format cakram padat (CD). Saat ini Cakrawala Records menjalani proses perancangan dan belum menentukan waktu perilisan.

Frau in action (photo by: AUMDAYU)

Fase berkarya Frau memang bergelombang mirip tajuk Album perdananya Starlit Carousel. Dimulai dengan perkenalan manis lewat mini albumnya, Frau sontak membuka mata publik pada talenta segar dari Yogyakarta. Sederet pujian, predikat, serta penghargaan diberikan, khalayak pun memandang proses bermusik Frau tengah berada di fase kulminasi. Namun “duet” penyanyi dan pianonya, ini justru memilih berhenti sementara. Dengan pertimbangan yang matang, ia memilih untuk melanjutkan studi sambil tetap menciptakan lagu.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY