Goethe Science Film Festival 2015: International Year of Light 2015

Goethe Science Film Festival 2015: International Year of Light 2015

1440
SHARE

Science Film Festival (SFF) merupakan sebuah program yang diinisiasi pada tahun 2005 oleh Goethe Institut Thailand. Program ini memiliki tujuan untuk mengenalkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pendekatan yang lebih efektif, yaitu aksesibilitas, hiburan dan konten yang berkualitas tinggi untuk anak-anak berusia 9-14 dan serta untuk khalayak luas. Melalui pendekatan ini, SFF sekaligus menjadi media dalam menumbuhkan budaya film ilmu pengetahuan yang efektif dengan metode penggabungan unsur pendidikan dan hiburan. Serta menunjukkan bahwa belajar mengenai ilmu pengetahuan (science) sangat menyenangkan.

Pada tahun ini Goethe Institut Indonesia berkerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Federal Jerman di Jakarta, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Francais, Universitas Paramadina, KUARK, Universitas Kristen Satya Wacana dan Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPIPTEK) menyelenggarakan SFF ke 6 kalinya di Indonesia. Penyelenggaraan kali ini, SFF Indonesia merupakan bagian dari rangkaian acara Jerman Fest yang akan berlangsung pada 12 – 28 November 2015 dan berkonsentrasi di pulau Jawa dan beberapa kota di luar pulau Jawa.

Panitia SFF menerima 146 film dari 32 negara untuk dijadikan bahan pertimbangan tahun ini. Para juri pra-seleksi lokal yang terdiri dari para pakar edukasi sains dan media dari semua negara peserta telah menyelesaikan proses pemilihannya dan film-film pilhan resmi untuk SFF terdiri dari 52 film dari 17 negara untuk tahun 2015.

Tahun lalu, SFF berhasil mendatangkan 600 000 pengunjung di 13 negara, menjadikan acara ini acara terbesar di jenisnya dalam hal jumlah pengunjung. Di tahun 2015 ini, SFF terpilih menjadi Mitra Kerjasama resmi PBB dalam program global, yaitu International Year of Light 2015, yang akan serentak diperingati di seluruh dunia antara tanggal 1 Oktober sampai 20 Desember.

Tema SFF 2015: Cahaya

Sepanjang hidupnya, penulis dan negarawan terkenal Johann Wolfgang von Goethe telah memiliki minat yang dalam terhadap dampak fisik dan metaforik cahaya pada manusia. Dari mulai cahaya matahari terbenam sampai ke pelangi, dari warna biru laut serta langit, sampai ke corak warna indah flora dan fauna, pengalaman pertama kita menyaksikan cahaya dan warna adalah dengan melalui alam.

photo.jpgAkan tetapi, jangkauan pentingnya cahaya melebihi panjangnya kehidupan di muka bumi. Melalui penemuan-penemuan ilmiah penting dan kemajuan teknologi, cahaya telah membantu kita melihat dan memahami alam semesta dengan lebih baik. Tahun 2015 menandai sebuah peristiwa penting dalam sejarah fisika. Seratus tahun yang lalu, pada bulanNovember 1915, Albert Einstein menuliskan persamaan Teori Relativitas yang terkenal, yang ditunjukkan melalui serangkaian eksperimen yang berpusat pada konsep cahaya, betapa cahaya menjadi pusat struktur ruang dan waktu.

Di seluruh dunia, orang menggunakan cahaya untuk mencari solusi bagi masalah-masalah mendesak yang dihadapi masyarakat. Dari mulai pencetakan 3 dimensi sampai membawa solusi energi bagi kawasan-kawasan yang sedang berkembang, cahaya menjadi hal penting dalam menggerakkan ekonomi dan mendorong pembangunan di abad ke-21. Cahaya sudah berperan dalam revolusionalisasi dunia medis, membuka komunikasi internasional lewat internet dan terus menjadi pusat dari kegiatan menghubungkan aspek budaya, ekonomi dan politik masyarakat dunia.

Untuk alasan seperti ini dan banyak alasan lainnya, SFF mengundang para pemirsa di tahun 2015 untuk menyingkap berbagai peran dari cahaya dan penerapannya di kehidupan kita sehari-hari dan apa yang diungkapkannya tentang sifat alam semesta.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY