GUNDAM, Masters Of J-Horror dan RAN Versi Restorasi 4K Akan Tampil Di...

GUNDAM, Masters Of J-Horror dan RAN Versi Restorasi 4K Akan Tampil Di Tokyo International Film Festival Ke-28

1352
SHARE

Oleh: Daniel Irawan

Kemeriahan Tokyo International Film Festival (TIFF) sebagai salah satu festival film terbesar di Asia akan dimulai lagi di pengujung bulan Oktober ini. Merayakan ulangtahun-nya yang ke-30 sejak dimulai pada tahun 1985, edisi ke-28 dari festival ini masih menempati bilangan Roppongi Hills, Tokyo, sebagai venue utamanya. Namun satu hal baru yang tak kalah menarik, event-nya kini melebarkan sayap ke salah satu kawasan tersibuk mereka di Shinjuku. Berkolaborasi dengan pagelaran tahunan Shinjuku Art Heaven, bagian dari Grand Shinjuku City Festival yang sudah menginjak usia ke-26, pemutaran film-film dan pertunjukan seninya juga akan berlangsung disana.

Mozu
Mozu, Film genre crime-thriller Jepang karya Eiichiro Hasumi dibintangi oleh Hidetoshi Nishijima, Teruyuki Kagawa, Yusuke Iseya dan Tori Matsuzaka.

Memindahkan fokusnya dari film animasi ke diversifikasi karya sinema Jepang, tetap dengan penayangan film-film klasik bersama film-film rilisan terbaru pilihan festivalnya dari seluruh dunia, seperti dilansir Director General-nya, Yasushi Shiina dalam press conference-nya baru-baru ini, Tokyo International Film Festival juga menggarisbawahi perhelatan tahun ini sebagai platform buat mendukung para filmmaker muda Asia di balik pertukaran budaya film bernama ‘Film Culture Exchange Projects’ yang sudah mereka mulai tahun lalu lewat kerjasama dengan Japan Foundation Asia Center.

 

Diversifikasi Dalam TIFF Ke-28

Menyambut tema diversifikasi sinema mereka itu, perhelatan tahun ini membuka segmen baru ‘Japan Now’ dengan fokus ke sutradara-penulis peraih award Masato Harada dalam menunjukkan wajah unik kultur sinema mereka. Berkarir lebih dari 30 tahun dengan signature spesial di tema-tema kritik sosial dengan pencapaian penting di festival-festival internasional, Masato yang juga pernah menjadi aktor di blockbuster Hollywood ‘The Last Samurai’ akan hadir mempresentasikan 5 karya terbaiknya, ‘Kamikaze Taxi’ (1994), ‘Climber’s High (2008), ‘Chronicle of My Mother’ (2011), ‘Kakekomi’ dan ‘The Emperor in August’ (2015).

Tetap saja, yang menjadi sorotan utama dalam sebuah perayaan film internasional adalah highlight yang mereka tampilkan sebagai menu utama perhelatannya. Dari ‘Captain Phillips’ ke ‘Big Hero 6’ di tahun-tahun sebelumnya, festival tahun ini akan dibuka dengan ‘The Walk’-nya Robert Zemeckis; sebuah biopik high-wire artist Perancis Phillippe Petit dan atraksi legendarisnya antara Twin Towers WTC di tahun 1974, sementara film penutupnya adalah ‘Terminal’ karya sutradara Tetsuo Shinohara yang diangkat dari cerpen dalam antologi karya pemenang Naoki Prize (Pulitzer-nya Jepang), Shino Sakuragi.

Scene capture dari film The Walk
Scene capture dari film The Walk

Selain highlight utama film pembuka dan penutup itu, yang tak kalah menarik tentulah fokus-fokus tambahansebagai pengisi festivalnya. Untuk tahun ini, setelah menampilkan fokus spesial ‘The World of Hideaki Anno’ tahun lalu, salah satu tonggak anime terbesar Jepang, Mobile Suit Gundam dari studio animasi Nippon Sunrise akan tampil dalam program ‘The World of Gundam’. Tak hanya diisi special screening 26 instalmen yang pernah ada dari rilisan perdana layar lebar hingga TV dan short features lain termasuk ‘Ring of Gundam’, animasi CG yang diproduksi buat perayaan 30 tahun franchise-nya di tahun 2009, akan ada juga pameran figures yang dikenal dengan istilah ‘Gundam Plastic Model’ berikut diskusi dengan studio pembuatnya.

Mobile Suit Gundam
Mobile Suit Gundam, serial anime televisi Jepang, karya Yoshiyuki Tomino

 

J-Horror Melengkapi TIFF 2015

Sinema Jepang juga tak akan lengkap tanpa genre horor yang menjadi salah satu signature mereka sebagai J-Horror. Merayakan keunikan itu, tahun ini juga punya program spesial ‘Masters of J-Horror’, gelaran all-night horror fest yang menayangkan karya-karya terbaik dari tiga sineas spesialis genre-nya; Hideo Nakata (Ringu), Takashi Shimizu (Ju-On) dan Kiyoshi Kurosawa (Pulse); yang sudah berhasil memperkenalkan influence-nya ke seluruh sinema horor dunia, baik sebagai official remake maupun inspired products.

Di atas semuanya, satu event spesial terpenting dari festival tahun ini adalah pemutaran ‘Ran’. Seluruh keindahan sinematis yang ada dalam mahakarya Akira Kurosawa di tahun 1985 itu kini akan bisa dinikmati dalam versi restorasi 4K. Bukan saja karena film itu merupakan satu karya terbaik dalam sinema mereka, ‘Ran’ juga menjadi tonggak penting festival, sebagai film pembuka Tokyo International Film Festival edisi perdana tepat 30 tahun yang lalu menjelang perilisan domestiknya.

Selebihnya adalah sejumlah film-film high profile dalam program special screening dan kompetisi. Ada ‘Everest’ (2015, Baltasar Kormakur), ‘Life’ (2015, Anton Corbijn); biopik James Dean yang dibintangi oleh Dane DeHaan dan Robert Pattinson, ‘Woman In Gold’ (2015, Simon Curtis), ‘You’re Not You’ (2015, George C. Wolfe), serta ‘Mozu’ (2015, Eiichiro Hasumi), blockbuster thriller terbaru Jepang yang dibintangi Beat Takeshi di deretan special screening, sementara tiga film unggulan mereka yang masuk ke dalam segmen kompetisi dengan Bryan Singer sebagai Jury President tahun ini, ketiganya merupakan karya sutradara-sutradara dengan prestasi internasional, adalah ‘The Inerasable’ (Yoshihiro Nakamura dari ‘The Snow White Murder Case’), ‘Foujita’ (Kohei Oguri) dan ‘Sayonara’ (Koji Fukada).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY