‘Hangout’ Akan Tayang Di Okinawa International Movie Festival (OIMF) Ke-9

‘Hangout’ Akan Tayang Di Okinawa International Movie Festival (OIMF) Ke-9

347
SHARE

Oleh: Daniel Irawan

Menyambut perhelatan ke-9 festivalnya 20 hingga 23 April tahun ini, Okinawa International Movie Festival (OIMF) yang digagas oleh taipan industri hiburan Jepang Yoshimoto Kogyo masih tetap mengusung tema ‘Laugh and Peace’ lewat sejumlah film-film bergenre drama atau komedi yang terpilih untuk ditayangkan selama festivalnya berlangsung.

Festival yang pertama kali digagas oleh CEO Yoshimoto Hiroshi Osaki 9 tahun silam ini kabarnya mengambil langkah berbeda setelah Hiroshi berkunjung ke Cannes 2007 yang menayangkan film ‘Dai Nipponjin (Big Man Japan)’ karya sutradara Hitoshi Matsumoto di atas anggapan bahwa memiliki festivalnya sendiri bisa membuka kesempatan perusahaannya untuk memperkenalkan karya dan talenta-talenta mereka.

Yoshimoto Kogyo yang sudah berumur lebih dari 100 tahun sejak dibangun pertama kali oleh Sei dan Kichibei Yoshimoto ini telah mengembangkan sayap menjadi pemain terbesar industri hiburan Jepang yang juga mengirimkan talenta-talenta mereka, baik komedian maupun musisi ke sejumlah negara untuk berasimilasi termasuk Indonesia. Hingga kini, mereka sudah menyumbang sangat banyak ke industrinya dengan panggung-panggung komedi yang diisi secara reguler di kota-kota besar Jepang.

OIMF 2017
Copyright foto: ©2017 映画「カーラヌカン」製作委員会

OIMF ke-9 masih tetap mengedepankan sebuah pagelaran seni dan budaya sebagai pendamping festival filmnya. Sebagai platform untuk memperkenalkan talenta-talenta dari sekolah hiburan mereka, New Star Creation, OIMF juga menghadirkan film-film drama dan komedi dari berbagai belahan dunia untuk penekanan skala internasional festivalnya. Segmen-segmen kompetisinya sendiri kini bukan lagi diarahkan ke feature film seperti 7 tahun penyelenggaraan awalnya, namun lebih ke karya-karya lokal lewat segmen Creator’s Factory dan Jimot CM Competition yang berbasis kultur lokal dari 41 wilayah kepulauannya.

Selain itu, OIMF juga turut menyorot TV Director’s Movie yang di sini punya treatment mirip seperti FTV. Dianggap sama-sama bisa menciptakan peluang besar untuk menampung talenta-talenta mereka, segmen spesial ini selalu dipelihara lebih oleh Yoshimoto, begitupun, dari sisi kualitas, produksi-produksi televisi mereka berada di standar lebih ketimbang FTV biasa.

jimmy OIMF
Copyright Photo: ©2017 YDクリエイション

Platform ini juga mereka kembangkan sejak tahun lalu lewat kerjasama Yoshimoto dengan Netflix Asia. Merambah platform tontonan online berbayar dengan produksi-produksi eksklusif, Netflix original series produksi Yoshimoto ‘Hibana’ turut membuka OIMF tahun lalu. Di tahun ini, ada original series berjudul ‘Jimmy: Aho Mitai na Honma no Hanashi’ (Jimmy: A Seemingly Stupid, but True Story) dalam treatment Theatrical World Premiere untuk membuka perhelatannya. Drama seri berjumlah 9 episode awal yang baru akan dirilis Netflix bulan Juni nanti ini diproduseri oleh artis popular mereka MC Sanma Akashiya.

Di deretan film-film yang akan ditayangkan untuk meramaikan festivalnya, tahun ini ada lagi satu film Indonesia yang terpilih. Sempat absen tahun lalu setelah ‘Assalamualaikum Beijing’ karya Guntur Soeharjanto di OIMF ke-7, ‘Hangout’-nya Raditya Dika menjadi menu utama OIMF tahun ini. Terangkum ke dalam segmen Special Invitation, komedi produksi Rapi Films yang berhasil mengumpulkan lebih dari 2,5 juta penonton dan bersaing dari akhir 2016 ke awal 2017 melawan ‘Cek Toko Sebelah’-nya Ernest Prakasa ini akan mendapat treatment Japan Premiere di OIMF tahun ini.

hangout OIMF
Copyright Photo: ©Rapi Films

Masih ada banyak film pilihan yang terbagi dalam beberapa segmen termasuk menu spesial festivalnya, Open Air Screenings yang memutarkan film-film blockbuster Hollywood di atas layar berukuran terbesar dunia yang diimpor dari Swedia. Tahun ini, dua film yang akan ditayangkan di layar raksasa itu adalah ‘Ghostbusters’ versi 2016 dan animasi ‘The Secret Life of Pets’.

Sementara segmen Sakurazaka Movie University, Universitas film tertua di Okinawa yang memiliki ruang putar alternatif seperti Kineforum Jakarta, seperti biasa akan dibarengi sesi talkshow dari pengamat-pengamat film ternama di Jepang. Salah satu film yang akan diputar dalam segmen ini adalah ‘Mad Max: Fury Road’ dalam versi Black and Chrome yang aslinya hanya dirilis dalam format Bluray.

Tahun ini juga akan ada subsegmen baru dari Special Screenings yang bakal menghadirkan film-film komedi klasik Jepang hasil kurasi Takuhei Takahira, seorang sutradara panggung, editor dan penulis, serta Okinawa Historical Movie; segmen berisi film-film klasik yang diproduksi di Okinawa. Kedua subkategori ini akan menjadi segmen retrospektif yang menarik sekali buat melihat perkembangan Okinawa dalam industri film mereka.

Bersama ‘Hangout’ juga akan ada film Jepang unggulan yang sangat ditunggu pemirsa mereka tahun ini. Dibintangi penyanyi/aktor terkenal mereka; Gackt,  ‘Karanukan’ karya Yasuhiro Hamano yang ber-setting di Okinawa akan ditayangkan sebagai World Premiere di segmen yang sama.

Okinawa International Movie Festival ke-9 akan berlangsung dari tanggal 20 hingga 23 April tahun ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY