Kegiatan Film Musik Makan (FMM), Kembali Diadakan April 2016

Kegiatan Film Musik Makan (FMM), Kembali Diadakan April 2016

1131
SHARE

Untuk ketiga kalinya, acara Film Musik Makan (FMM) diadakan di Jakarta oleh Kolektif. Tahun ini FMM digelar di Goethe Haus, Jl. Sam Ratulangi no. 9, Jakarta Pusat, Sabtu dan Minggu tanggal 2 & 3 April 2016. Akan ada pemutaran 4 film panjang, 10 film pendek, penampilan musik dan juga berbagai sajian makanan dan minuman. Selain pemutaran film diadakan juga diskusi Film dan Klasifikasi, serta presentasi SEAfic sebuah lab film internasional.

Dua film yang akan tayang perdana adalah Potongan film dokumenter karya Chairun Nissa (Ilun), yang menyorot soal sensor film di Indonesia, diproduksi oleh rumah produksi Babibutafilm; dan film dokumenter musik White Shoes and The Couples Company Di Cikini karya sutradara Henry Foundation (Betmen), diproduksi oleh White Shoes and The Couples Company bersama Ruru Corps.

Poster Harian 1

Menurut Ilun, film Potongan mengangkat elemen Hak Asasi Manusia. Ironisnya, saat pembuat film Indonesia sedang tumbuh dan bersemangat untuk membicarakan persoalan manusia Indonesia, malah mendapatkan penolakan ‘lolos sensor’ oleh Lembaga Sensor Film (LSF). Padahal, LSF memiliki sistem klasifikasi film yang bertujuan mengkategorikan film berdasarkan umur penontonnya, sehingga baik pembuat film maupun penonton  tidak dirugikan.

Poster Harian 2

Sementara Betmen mengatakan bahwa film White Shoes and The Couples Company Di Cikini menceritakan tentang, hubungan antara WSATCC dengan area Cikini, terutama kampus Institut Kesenian Jakarta dan Taman Ismail Marzuki, sebagai titik awal terbentuknya WSATCC dan sangat mempengaruhi beberapa karya awal mereka.

Selain itu ada 10 film pendek dari 10 sutradara muda:

The Floating Chopin, Wregas Bhanuteja, Hongkong International Film Festival 2016

Serpong, Lucky Kuswandi, Asian Film Archive 2015

Rumah, Yosep Anggi Noen, Okinawa International Movie Festival 2015

Kunjungan Spesial, Zen Al-Ansory, Singapore International Film Festival 2015

Semalam Anak Kita Pulang, Adi Marsono, Singapore International Film Festival 2015

Natalan, Sidharta Tata, Jogja-Netpac Asia Film Festival 2015

Amarta (Gadis dan Air), Bambang “ipoenk” K.M, Jogja-Netpac Asia Film Festival 2015

Kitorang Basudara, Ninndi Raras, Jogja-Netpac Asia Film Festival 2015

Simbiosis, Wiranata Tanjaya, Festival Film Indonesia 2015

Worked Club, Tunggul Banjaransari

Poster FMM 2016

Dua film panjang juga akan diputar dalam acara Film Musik Makan 2016 ini, yaitu film How to Win At Checkers (Every Time) arahan sutradara Josh Kim dan diproduseri Edward Gunawan. Film ini merupakan ko-produksi antara Indonesia, Thailand, dan Amerika Serikat. Serta film Alvin’s Harmonious World of Opposite karya Platon Theodoris. Platon adalah sutradara asal Australia yang banyak berkontribusi di dunia video musik Indonesia. Salah satu karyanya yang dikenal luas adalah adalah video musik Posesif karya musisi Naif, yang memperkenalkan Jeanny Atavia atau Avi.

FMM 2016 akan menampilkan DJ Irama Nusantara dan MMS. Irama Nusantara adalah upaya pelestarian dan pengarsipan data serta informasi musik populer Indonesia, sedangkan MMS, yang terdiri dari tiga selekta Mar Galo (Jirapah), Mela dan Sartje (WSATCC), akan membawakan beragam lagu mulai dari disko, hip-hop, soul, indie, doo-wop hingga surf, dangdut, dan lagu anak-anak.

FMM 2016 juga bekerjasama dengan 10 kampus di Jakarta untuk berdiskusi tentang Film dan Klasifikasi terkait berbagai isu SARA(S) plus seksualitas, bersama pegiat pemutaran film Hikmat Darmawan (Pabrikultur), Meiske Taurisia (Kolektif), Alexander Matius (Kineforum), Lulu Ratna (Organisasi Boemboe), serta narasumber Danny Irawan Yatim (Psikolog).

film-musik-makan-ajak-kita-jadi-manusia
Dokumentasi kegiatan Film Musik Makan (FMM) 2015

Setelah acara FMM 2016, keempatbelas film-film yang tayang tersebut akan dibawa berkeliling bersama komunitas rekanan Kolektif seperti Rumata Art Space, INFIS, Minikino, Simamat, dan Sudut Pandang yang tersebar di beberapa kota, seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Palu, Makassar, Bali, Bengkulu, dan masih banyak lagi. Lewat program ini, Kolektif mengundang komunitas untuk memutar film-film tersebut di ruang alternatif.

Untuk menonton rangkaian film-film di acara Film Musik Makan 2016, diberlakukan donasi senilai 250.000 (terusan dua hari) atau 150.000 (harian). Film Musik Makan diadakan 2-3 April 2016 di Goethe Haus mulai jam 10.00 – 22.000. Acara ini diselenggarakan oleh Kolektif didukung oleh Goethe Haus. FMM 2016 juga didukung oleh majalah All Film, NYLON Indonesia, Majalah Cobra, WhiteboardJournal,  Muvila.com, RURU Radio, dan Cinema Poetica.

Untuk informasi dan reservasi acara Film Musik Makan 2016, hubungi:

Telp: +6281298676326

email: filmmusikmakan@gmail.com

Instagram: @kolektiffilm

Tentang Kolektif

Kolektif merupakan inisiatif distribusi film dari Yayasan Cipta Cita Indonesia, khususnya pemutaran alternatif ke ruang-ruang publik sejak tahun 2013. Kolektif bergerak dan mencari peluang kegiatan pemutaran serta lokakarya yang berkaitan dengan manajemen komunitas film, bersama komunitas-komunitas di seluruh Indonesia.

Selain di Jakarta, Kolektif juga sudah mengadakan kegiatan di Aceh, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Palu, Makassar, Bali, Kupang, Ambon, dan akan terus berkegiatan di ruang-ruang alternatif lainnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY