Komik “Methal Pertiwi: Wisata Kanuragan” Sudah Terbit

Komik “Methal Pertiwi: Wisata Kanuragan” Sudah Terbit

2183
SHARE
Dua Kover Berbeda Komik Methal Pertiwi: Wisata Kanuragan

Setelah lama tak terdengar kabar beritanya, kini Jago Rockk telah kembali. Dalam lanjutan kisahnya mencari sang pujaan hati, Jago Rockk muncul dalam episode terbaru Methal Pertiwi yang diberi judul Methal Pertiwi: Wisata Kanuragan.

Bila pada episode perdananya (Methal Pertiwi: Extended Edition, Sindikat 9, 2011) diceritakan JagoRockk menunaikan amanat sang ayah angkatnya (Pakarockk) untuk berangkat ke sebuah desa bernama Muara Gondrong guna menghadiri acara perkawinan anak dari sahabat Pakarockk. Nah, pada episode kali ini, Jago diminta sang ayah untuk pergi mengejar jodohnya. Dalam kisah ini, perjalanan Jago mencari jodoh membawanya ke sebuah kota metropolitan yang pada akhirnya membawanya pada konflik dengan beberapa pendekar.POSTER TERBIT

Menurut Sofyan Syarief, sang kreator (penulis cerita dan ilustrator), akan sedikit lebih banyak aksi dalam episode Wisata Kanuragan kali ini. Ia juga mulai melakukan penetapan “Universe” dalam serial cerita Methal Pertiwi. Jadi, katanya, ada sebuah “rencana besar” dalam kisah Jago Rockk yang ia mulai semai dalam cerita lanjutan ini. Ia juga berusaha lebih menggunakan struktur dalam menulis naskah seri Wisata Kanuragan ini.

Sama seperti debut Methal Pertiwi: Extended Edition pada tahun 2011, Methal Pertiwi: Wisata Kanuragan juga diterbitkan secara resmi pada momen yang sama, 17 Agustus 2015, bertepatan dengan hari perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Seri lanjutan ini juga masih diterbitkan di bawah bendera penerbit yang dikelola secara mandiri oleh Sofyan Syarief bernama Lo9am Cergam (dulu Sindikat 9).

Serunya, Methal Pertiwi: Wisata Kanuragan tampil dengan 2 varian kover yang menarik mata, di mana para pembaca bisa memilih kover mana yang menjadi kesukaannya. Dari segi isi, jumlah halaman serial ini juga jauh lebih tebal, yaitu 220 halaman. Sofyan Syarief membagi cerita dalam 220 halaman tersebut ke dalam beberapa babak. Setiap perpindahan babaknya ditandai dengan adanya inside cover yang beraneka rupa yang sudah menjadi ciri khasnya.

Sofyan SyariefMenurut Sofyan lagi, serial Methal Pertiwi bukanlah komik yang membahas musik atau musik rock (sebagaimana banyak orang mengira). Tidak seperti serial komik Perjalanan Musik Rock (dari majalah Hai yang diterbitkan sekitar pertengahan 1980-an) serial ini hanya mengambil beberapa ikon musik metal seperti tengkorak, ikat kepala, rompi kulit, animal print, dan sedikit cuplikan musik-musik rock jadul sebagai elemen dalam bercerita. Dengan kata lain, Methal Pertiwi lebih “Conan the Barbarian” ketimbang “Rock of Ages” (film-nya Tom Cruise).

Sofyan Syarief sendiri lahir di Jakarta, 22 Mei 1976. Ia adalah mantan guru menggambar yang saat ini fokus pada pekerjaannya sebagai ilustrator lepas untuk berbagai proyek buku, web series, commissions di berbagai perusahaan lokal dan internasional. Ia lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1999 dan mayor Ilustrasi di Curtin University, Perth, Australia, tahun 2009.

Selain 4 serial Methal Pertiwi, yaitu Wisata Kanuragan (2015), (2012) Romansa Biru Bulan September, (2011) Extended Edition dan (2010) Short Version, dia juga sempat membuat serial Cyber Optics (Cyber Angels Rebranded) untuk Cyber Optics Entertainment, USA (2010) dan Mandy Mercado (Promotional Comic) untuk Mercado Software Inc, USA (2008), Cyber Angels, untuk Atlantis Studio, USA (2006) serta Warrior Damsel Varin (How to Draw Manga vol. 2)” untuk Penciler & inker (2002) menggunakan nama samaran: Gamma Ray.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY