Liga Film Mahasiswa ITB

Liga Film Mahasiswa ITB

2474
SHARE

Liga Film Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (LFM ITB) berdiri pada tanggal 21 April 1960 diawali dengan penghibahan sebuah proyektor dari Kedutaan Besar Amerika Serikat kepada ITB yang kemudian diserahkan kepada mahasiswa untuk dikelola. Tercatat Hanny S. Moedjihardjo, M Khawary mahasiswa ITB tahun 1959 sebagai pengurus pertama gerakan mahasiswa ini.

Sebagai fasilitas dan sarana untuk memanfaatkan proyektor tersebut, dibangunlah sebuah gedung bioskop di dalam kampus yang digunakan oleh LFM sebagai tempat pemutaran film rutin yang tetap dilakukan sampai sekarang. Seiring dengan perkembangan kemampuan teknis anggota dan fasilitas yang tersedia, LFM ITB telah menjadi sebuah unit pendidikan dan organisasi komunitas independen. Selain itu LFM ITB juga berperan sebagai dokumentasi kegiatan kampus ITB yang telah digeluti lebih dari 50 tahun.

Salah satu tujuan LFM ITB adalah menampung aspirasi mahasiswa ITB untuk berkarya yang dapat disalurkan melalui 4 bidang yang terdapat di LFM ITB, yaitu videografi, fotografi, kineklub dan pertunjukan.

FOTOGRAFI

Fotografi LFM ITB mewadahi anggotanya dalam kegiatan yang berhubungan dengan fotografi, mulai dari hunting, diskusi foto, serta membuat photo project. Hasil dari karya-karya anggota LFM pada bidang fotografi ini ditampung dalam berbagai media apresiasi, salah satunya adalah Dinding Karya, yaitu sebuah dinding yang memajang karya fotografi anggota LFM ITB dalam bentuk fisik. Fotografi LFM ITB juga memiliki website fotografi.lfm-itb.com yang mewadahi karya anggota LFM ITB dalam bentuk non-fisik dunia maya. Kegiatan hunting yang dilakukan bisa mencapai lebih dari lima kali dalam setahun dengan satu kali hunting besar, yaitu puncak dari kegiatan hunting dimana sebagian besar anggota LFM-ITB pergi berkarya bersama-sama dalam suasana liburan.

Photo project adalah program untuk membuat karya foto secara berkelompok dan menghasilkan sejumlah karya yang memiliki benang merah pada kesamaan tema.

VIDEOGRAFI

Videografi LFM ITB sudah menempati nama di komunitas luar dengan beberapa karyanya yang sudah dihargai di berbagai festival dan lomba film. Beberapa program dari Videografi LFM ITB adalah Liga Film Mahasiswa Making Movies (LFMMM), yaitu sebuah program yang melibatkan seluruh anggota LFM untuk bersama-sama membuat film yang disatukan pada beberapa Production House (PH). Selain itu, Videografi LFM TIB memiliki ketertarikan dalam motion graphic, dan menggerakan anggotanya untuk membuat eksplorasi dalam bidang editing lewat penguasaan software Premiere Pro, After Effects, dan Cinema 4D untuk mendukung karya film atau video yang dibuat. Videografi LFM ITB juga sudah di-branding menjadi V for Videography.

KINEKLUB

Kineklub LFM ITB mewadahi anggotanya sebagai komunitas apresiasi film. Berbagai program dirancang untuk menstimulus diskusi mengenai film. Kineklub LFM ITB juga mewadahi anggotanya untuk mempelajari kurasi film, dengan menjadi tim kurator pada Ganesha Film Festival dan juga pada pemilihan film yang akan ditayangkan pada Bioskop Kampus. Kineklub LFM ITB juga secara rutin menghadirkan referensi-referensi film yang patut ditonton dalam bentuk review di website kineklub.lfm-itb.com, dan melalui twitter @kineklub serta bentuk fisik yaitu mini buletin. Kineklub LFM ITB juga mengadakan Another (Acara Nonton Together) yang mengajak anggota LFM ITB untuk menonton bersama-sama di bioskop.

PERTUNJUKAN

Pertunjukan LFM ITB mewadahkan kru-krunya pada ajang mengapresiasi karya-karya kru LFM dalam bentuk fisik dengan mengadakan eksebisi-eksebisi yang memamerkan karya-karya kru LFM pada bidang videografi dan fotografi. Selain itu juga, Pertunjukan LFM ITB memiliki fokus pada mengonsep suatu acara, seperti acara pemutaran film. Pada keberjalanannya, Pertunjukan LFM ITB sering mengadakan kolaborasi dengan organisasi lain pada pemutaran film seperti Goethe Institute pada pemutaran Science Film Festival.

BIOSKOP KAMPUS

Bioskop Kampus merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh LFM ITB bertepatan dengan pemberian hadiah dari Kedutaan Besar Amerika yang berupa proyektor pada tahun 1960. Bioskop kampus juga merupakan salah satu bioskop pertama di Kota Bandung. Bioskop Kampus diadakan di ruang 9009 yang karena itu 9009 dicantumkan pada lambang Bioskop Kampus dan juga sering disebut dengan Bioskop Kampus 9009. Pada keberajalanan Bioskop Kampus sekarang, acara ini tidak dipungut biaya, serta para penonton yang datang akan mendapatkan popcorn gratis. Pemutaran Bioskop Kampus bertujuan untuk menghibur dan memperkenalkan film-film pilihan berkualitas dan menjadi ajang apresiasi film untuk masyarakat umum. Karena Bioskop Kampus merupakan salah satu kegiatan tertua di ITB, dan telah menjadi budaya di kampus ganesha ini, muncullah slogan “Bukan anak ITB kalau belum nonton di Bioskop Kampus!”.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY