Mengeksplorasi Animasi Gekimation di OIMF ke-11

Mengeksplorasi Animasi Gekimation di OIMF ke-11

51
SHARE

Berlangsung dari 18 hingga 21 April 2019, bersama deretan film-film pilihan termasuk Keluarga Cemara dari Indonesia, ada satu hal yang menarik dari Okinawa International Movie Festival (OIMF) ke-11 tahun ini. Violence Voyager, sebuah film animasi dengan teknik unik bernama ‘Gekimation’, yang baru pertama kali digunakan untuk sebuah feature film. Sineasnya, animator bernama Ujicha, merupakan satu-satunya artis Gekimation di Jepang, dan dalam film itu, ia sekaligus bertindak sebagai penulis, sutradara dan editor.

Violence Voyager berkisah tentang dua orang anak  berusia 12 tahun yang terjebak di dalam sebuah taman hiburan menakutkan di daerah pegunungan dan harus bertahan dari eksperimen gila pemiliknya, seorang ilmuwan sinting yang berambisi menciptakan ras mutan dari tubuh anak-anak. Tidak seperti anime ataupun animasi luar Jepang, Violence Voyager menjadi unik karena ia melangkah ke ranah body horror tanpa meninggalkan ciri khas film-film horor Jepang produksi Shochiku, juga tiap-tiap elemen budayanya dalam sebuah sajian tak biasa seolah menyelami isi pikiran penuh kegilaan.  

Berkunjung ke salah satu studio animasi CGCG Studio yang juga mengerjakan efek spesial, 3D dan teknik motion-capture (mocap) dari film hingga video game, Ujicha didampingi DoP Takeshi Yamazoe menjelaskan lebih jauh tentang teknik animasi yang mereka sebut Gekimation ini. Terinspirasi beberapa teknik yang dilihatnya di beberapa video klip, Ujicha mulai memperkenalkan Gekimation dalam format film-film animasi pendek yang ditayangkan sangat terbatas, sebelum akhirnya melangkah ke film panjang berjudul ‘Violence Voyager’ ini.

Gekimation sendiri merupakan sebuah teknik animasi yang menggunakan potongan-potongan kertas karton sebagai karakter-karakternya seperti paper dolls, kemudian difilmkan seperti sebuah live action dengan efek-efek praktikal asli dari api, air hingga potongan-potongan kertas lain sebagai latarnya, untuk menciptakan sebuah ilusi gerakan. Jadi berbeda dengan stop-motion, tapi mungkin punya beberapa kesamaan dengan teknik animasi lain yang menggunakan potongan kertas.

Selain OIMF, Violence Voyager juga menjadi official selection di Fantasia 2018.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY