Metropolis: Pionir Kemajuan Sinema Fiksi Ilmiah Era 20an

Metropolis: Pionir Kemajuan Sinema Fiksi Ilmiah Era 20an

2593
SHARE
Gambaran kota dalam film Metropolis

Oleh: Wella Sherlita

Bayangkan sebuah kota utopia yang futuristik dan berkelas, dan mayoritas penduduknya adalah kaum buruh yang bekerja penuh derita di dalam tanah, untuk menggerakkan mesin-mesin. Sementara kaum borjuis menikmati hidup yang nyaman di atasnya. Itu adalah gambaran dari sebuah kota, dalam film yang sangat bersejarah, yang dianggap menjadi pionir genre film fiksi ilmiah berjudul Metropolis.

Metropolis, nama kota itu, dipimpin oleh seorang industrialis bernama Joh Fredersen (Alfred Abel), yang setiap waktu memandang gedung-gedung pencakar langit dari balik kaca di ruang kerjanya. Lanskap kota besar nan modern terpampang pada layar, lengkap dengan binar lampu-lampu dari papan nama hotel dan tempat-tempat hiburan, serta mobil-mobil yang menyemut di jalan.

Cyborg dalam MetropolisSegalanya berjalan sesuai rencana Fredersen. Namun, kekacauan tiba-tiba muncul ketika para buruh melakukan aksi merusak mesin-mesin, lantaran terprovokasi dengan “Maria”, robot yang sengaja diciptakan oleh Rotwang, sang penemu. Maria sebetulnya hanyalah cyborg yang dibuat untuk mengenang Hel, istri Fredersen.

Wujudnya lalu dibuat mirip dengan Maria yang sebenarnya, yaitu seorang perempuan suci yang selalu mengajak para buruh berpikir optimis akan masa depan yang cerah. Semua buruh percaya akan optimisme Maria, dan bahkan Freder, putra Fredersen, jatuh cinta kepadanya. Maria mengatakan kepada para buruh, bahwa Freder akan menjadi mediator mereka. Dia yang akan membebaskan mereka dari tangan penguasa yang otoriter.

“Ketika tangan dan kepala bertemu, hanya hati yang dapat mempersatukan keduanya,” ucap Maria pada Freder. Tangan adalah perumpamaan dari para buruh, sedangkan kepala mewakili Joh Fredersen.

Pencerahan Maria sampai ke telinga Fredersen dan membuatnya semakin gelisah. Melalui perlawanan dan kekacauan, lama kelamaan buruh-buruh itu sadar bahwa selama ini mereka sudah terperangkap dalam tipu daya Maria yang palsu.

Metropolis diproduksi pada tahun 1925-1927 oleh Fritz Lang, sutradara ternama dari Jerman. Kopi asli dari film ini tidak diketahui rimbanya nyaris selama 80 tahun, dan baru pada 2008 lalu ditemukan di sebuah museum kecil di kota Buenos Aires, Argentina, dan itupun hanya berupa kepingan-kepingan yang hampir rusak.

Sebuah restorasi besar-besaran pun dilakukan, hingga “Metropolis” dapat tampil pertamakalinya secara utuh pada pembukaan Festival Film Berlin pada 2010.

Berlatar kota masa depan dengan tingkat sosial yang terbagi-bagi, kini “Metropolis” menjadi salah satu warisan bersejarah dunia atau “World Heritage” yang harus dirawat atas biaya UNESCO, sama halnya dengan Candi Borobudur di Indonesia. Selain itu, film dengan setting yang teramat modern pada zamannya itu turut menjadi inspirasi bagi sutradara Hollywood, seperti Christopher Nolan.

“Film ini merupakan perintis film fiksi ilmiah di dunia dan telah mengilhami banyak sutradara, termasuk Christopher Nolan, sutradara film “Batman”. Jika Anda menyaksikan film “Batman”, bisa dilihat dengan jelas bagaimana Nolan menggambarkan beberapa adegan yang  sebelumnya sudah ada dalam “Metropolis”, kata Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Georg Witschel, saat membuka acara “Jerman Fest” di Teater Tanah Air, Taman Ismail Marzuki, Sabtu (5/9) kemarin.

Babelsberg Film OrchestraMusik skor asli “Metropolis” digubah oleh Gottfried Huppertz, sebuah terobosan baik dalam pendekatan maupun realisasinya. Sementara orkes Film Jerman Babelsberg yang didatangkan langsung dari Berlin, dikenal karena konser film yang biasa mereka suguhkan, mampu menghidupkan film dan musik skor bagi penonton, dengan cara yang sangat mempesona dan memikat. Orkes ini mewujudkan sebuah sejarah yang kaya dan pada saat yang bersamaan membukukan sejarah dari perfilman Jerman.

Penonton malam itu sungguh beruntung karena dapat menikmati pertunjukkan film bersejarah, yang diiringi langsung oleh kelompok orkestra musik film kelas dunia

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY