OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL KE-10 DIBUKA DENGAN FILM-FILM BERKONTEN LOKAL DAN FILM...

OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL KE-10 DIBUKA DENGAN FILM-FILM BERKONTEN LOKAL DAN FILM KLASIK SONNY CHIBA

62
SHARE
©2018 oimf.jp

Oleh: Daniel Irawan

Kamis, 19 April lalu, Okinawa International Movie Festival (OIMF) edisi ulang tahun ke-10 dibuka dengan penayangan dua film feature yang memiliki konten lokal Jepang, Riding Uphill karya sutradara Kan Eguchi dan film asal Singapura karya sutradara Jason Chan dan Christian Lee; Jimami Tofu yang mengangkat kisah seorang koki Singapura di tengah eksplorasinya terhadap resep masakan tradisional Okinawa. Riding Uphill sendiri menggelar latar prefektur Ogura di Fukuoka di balik premis seorang mantan pemain baseball (diperankan Kenichi Abe) yang beralih menjadi pembalap sepeda. balapan sepeda di Fukuoka.

Muncul dalam stage appearance setelah penayangan filmnya, Abe dan sutradara Kan Eguchi menjawab sejumlah pertanyaan langsung dari penonton. Selagi Abe memang mengejar peran ini, Eguchi mengatakan bahwa ada visi yang dibawanya lewat Riding Uphill soal kaum laki-laki yang dikenal lebih tangguh di pulau Kyushu yang menjadi set bersama prefektur Kokura sebagai pusat latar penceritaannya. Bagi Eguchi sendiri, ini adalah debut film komersil pertamanya sebelum nantinya akan menjadi creative director di film resmi pengantar Olimpiade Tokyo 2020.

©2017KOO-KI /PYLON

Sebelumnya, segmen khusus Sakurazaka Film University yang merupakan program independen dari komunitas film di Okinawa lewat ruang putar alternatif yang juga dipakai untuk film-film seleksi resmi OIMF memutar film India produksi Telugu yang memecahkan rekor box office tak hanya lokal tapi juga mendunia; Baahubali 2 karya sutradara S.S. Rajamouli. Sempat dirilis secara terbatas di Jepang Desember lalu, penayangannya dalam segmen Sakurazaka Film University seperti biasa digelar bersama komentar live dari host penulis Maho Morita bersama sejumlah komedian Yoshimoto. Baahubali 2 mendapat sambutan meriah dengan aplaus bahkan light stick dan tamborin yang dibagikan ke sebagian penonton untuk mengikuti lagu-lagu pengiringnya.

Sementara, film peserta segmen kompetisi Local Origination Project, Mermaid in the Gem yang pengambilan gambarnya dilakukan di pulau Ishigaki dan membawa atmosfer pantai indah serta langit biru Okinawa, juga ditayangkan di Sakurazaka di hari pembuka OIMF. Mermaid in the Gem dibintangi oleh mantan personil grup idola pop Jepang, Makoto Okunaka.

Sebagaimana edisi ulang tahun ke-10 OIMF ini dimaksudkan untuk memperkenalkan sekolah kreator konten Yoshimoto yang baru dibuka beberapa pekan lalu, dalam upacara pembuka tahun ini CEO dan Chairman Yoshimoto Kogyo, Hiroshi Osaki mengatakan bahwa ia berharap OIMF akan terus berlangsung hingga 100 tahun sekaligus membawa kebangkitan industri hiburan Okinawa dengan pembukaan sekolah yang mereka namakan Laugh & Peace Entertainment School Okinawa. Bersama sejumlah acara hiburan dengan konten budaya lokal Okinawa yang kental, upacara pembuka itu juga memutar kompilasi rekaman OIMF sejak tahun pertamanya di 2009.

©2018 oimf.jp

Meski belum lama dibuka, sejumlah murid dari sekolah yang masih baru saja dibuka ini sudah berkolaborasi dengan siswa-siswa akademi tari asuhan Hinton Battle, artis multitalenta yang sempat berkarir di Broadway dan memenangkan 3 Tony Awards, untuk mengisi panggung hiburan di Naminoue Umisora Park. Gelaran pertunjukan budaya selain film memang masih jadi salah satu menu utama OIMF untuk pemirsa segala usia. Menghadirkan lagu-lagu dan tarian berdasarkan film The Greatest Showman, lagu This is Me membuka penampilan mereka. Selain akademi tarinya, Battle juga merupakan pengajar tetap di sekolah hiburan Yoshimoto ini.

OIMF tetap diramaikan dengan tradisi penayangan film klasik yang seperti sebelumnya, memiliki koneksi dengan Okinawa. Tahun ini, dua film lawas Sonny Chiba menjadi pilihannya. Ada Doberman Cop (Kinji Fukasaku, 1977), sebuah kisah soal polisi Okinawa yang menyelidiki serangkaian pembunuhan di tengah kehidupan malam Tokyo dan Terror of Yakuza (Sadao Nakajima, 1976). Pemutaran film klasik di hari kedua OIMF dihadiri langsung oleh Sonny Chiba dalam kondisinya yang masih terlihat sangat prima.

©2018 oimf.jp

Dalam sesi Q&A setelah penayangan kedua film itu, Chiba mengatakan bahwa ia selalu menemukan sesuatu yang dramatis setiap kembali ke Okinawa. Menurutnya, setiap cerita soal kisah hidup para penduduk Okinawa yang dijumpainya sewaktu melewatkan waktu di bar selalu sangat menarik untuk diangkat ke film. Ia juga mengatakan bahwa meski lahir di Fukuoka, Chiba merasa Okinawa punya koneksi spesial terhadapnya.

Okinawa International Movie Festival berlangsung selama 4 hari dari 19 – 22 April 2018.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY