Omnibus Tiga Negara, “The Asian Three-Fold Mirror” Di Tokyo International Film Festival...

Omnibus Tiga Negara, “The Asian Three-Fold Mirror” Di Tokyo International Film Festival 2016

441
SHARE

Oleh: Daniel Irawan

Sejak berkolaborasi secara resmi dalam penyelenggaraan festivalnya di tahun 2014, Tokyo International Film Festival (TIFF/TIFFJP) bersama the Japan Foundation Asia Center melangkah lebih lagi di tahun ini. Setelah proyek pertukaran film sebagai bagian dari kolaborasi budaya, dalam memperdalam pemahaman antara Jepang dengan negara-negara Asia lain sekaligus memperkenalkan talenta-talenta filmmaker Asia ke mata dunia, kedua pihak tersebut kini memproduksi film omnibus yang akan ditayangkan pertama kali di TIFF 2016.

‘The Asian Three-Fold Mirror Project’ merupakan judul yang mereka pilih untuk proyek omnibus ini. Untuk proyek perdana yang diberi subjudul ‘Reflections’, omnibus yang merupakan produksi bersama dari TIFF dan Japan Foundation ini  membawa tiga negara dalam sorotannya melalui sutradara dari Jepang, Filipina dan Kamboja. Lewat tiga segmennya, mereka akan mengetengahkan visi dan perspektif masing-masing tentang Asia dari sisi sosiokultural negaranya. Dialegorikan sebagai sebuah ‘three-fold mirror’ seperti judul proyeknya, semuanya tetap berada dalam satu kesatuan bernama Asia.

Mengusung tema ‘Live Together in Asia’, tiga sutradara yang terpilih untuk mengisi omnibusnya adalah Brillante Ma. Mendoza (Filipina), Isao Yukisada (Jepang) dan Sotho Kulikar (Kamboja). Akan ada kehidupan sejumlah karakter berbeda yang menempuh perjalanan antara Jepang dan Kamboja, Filipina dan Malaysia dalam penyampaian tema tersebut.

Segmen pertama ‘Reflections’ karya sutradara Filipina Brilante Ma. Mendoza diberi judul ‘Shiniuma’. Dibintangi aktor terkenal Filipina Lou Veloso yang juga ikut bermain dalam blockbuster Hollywood ‘The Bourne Legacy’, film yang ber-setting di Obihoro area – Hokkaido dan Manila ini menyorot isu hilangnya status kebangsaan dan kampung halaman lewat penokohan seorang imigran ilegal Filipina di Jepang yang dideportasi dan kembali ke negaranya.

Segmen kedua yang disutradarai oleh Isao Yukisada dari Jepang, ‘Pigeon’, mengisahkan seorang pensiunan serdadu Jepang (diperankan oleh Masahiko Tsugawa) yang hidup di sekitar penangkaran burung merpati di Malaysia, Di sana, selain harus menghadapi konflik dengan anaknya, ia juga berhubungan dengan seorang pekerja wanita yang diperankan oleh aktris terkenal Malaysia, Sharifah Amani dari trilogi Orked almh. Yasmin Ahmad.

Segmen ketiga datang dari sutradara Burma Sotho Kulikar, berjudul ‘Beyond the Bridge’. Merupakan karya kedua Sotho Kulikar setelah memenangkan banyak penghargaan lewat ‘The Last Reel’ di tahun 2014, segmen ini menyorot ‘Japan – Cambodia Friendship Bridge’ di Phnom Penh. ‘Beyond the Bridge’ dibintangi oleh aktor ternama Jepang Masaya Kato bersama penari/koreografer asal Kamboja Chumvan Sodhachivy.

‘The Asian Three-Fold Mirror 2016: Reflections’ akan ditayangkan secara perdana dalam treatment world premiere Tokyo International Film Festival tanggal 26 Oktober mendatang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY