Pameran Foto Dito Yuwono, “Recollecting Memory: Tukang Foto Keliling

Pameran Foto Dito Yuwono, “Recollecting Memory: Tukang Foto Keliling

1506
SHARE
Pameran ‘Recollecting Memories: Tukang Foto Keliling’ di ruangrupa (sumber: instagram.com/ruangrupa)

Dito Yuwono akan menampilkan presentasi artistiknya setelah satu bulan melakukan riset atas praktek fotografer keliling di Monumen Nasional (Monas). Dalam proses penelitian tersebut, ia menemukan beberapa hal yang mempengaruhi keberadaan fotografer tersebut sebagai salah satu elemen yang ada dalam kaitan dengan industri turisme.

Proyek ini merupakan kelanjutan dari kerja penelitian serupa yang ia lakukan di Kaliurang, Yogyakarta. Kala itu, ia mengumpulkan lembaran-lembaran polaroid milik salah satu fotografer dan menghadirkannya kembali sebagai upaya untuk membaca kembali jejak mereka di Kaliurang.

Dalam presentasi sekaligus pameran bertajuk ‘Recollecting Memory: Tukang Foto Keliling’ ini, Dito menyoroti perilaku para fotografer keliling di sekitar Monas—yang notabene ilegal— dalam membangun sistem keprofesian untuk mengamankan pekerjaannya. Pembuatan wadah pun mereka bentuk, mulai dari paguyuban hingga koperasi, yang memunculkan kesan bahwa mereka memang diberi ruang untuk beroperasi.

Lain halnya dengan  tukang foto yang beroperasi di kebun binatang Ragunan dan kawasanTaman Mini yang dikelola pihak swasta, sehingga lebih ‘aman’ dalam saat beroperasi.

“Sementara itu, mereka (fotografer Monas) bekerja di lahan publik, dan pekerjaan  mereka sebagai fotografer ini tidak diatur oleh pemerintah. Hal ini yang membuat lipatan  masalah para fotografer Monas lebih banyak. Jadi yang dibaca Dito ini ialah sistem mereka untuk bertahan hidup, agar tidak diusir seenaknya, lebih-lebih diambil alih preman,” ujar Leonhard Bartolomeus atau Barto, kurator pameran.

Proyek fotografi ini mencoba menampilkan usaha Dito dalam membaca perilaku manusia dalam kaitannya dengan fotografi. Proyek ini cukup menarik untuk diperhatikan, terutama dalam memahami fotografi sebagai sebuah hal yang punya kaitan penting dengan elemen sosial lain.

Dito, yang juga anggota dari kelompok fotografi kontemporer Yogyakarta—Ruang MES56, mencoba menemukan hal-hal lain di dalam fotografi yang bukan sekedar teknis. Ia menempatkan dirinya sebagai pengamat situasi yang mempengaruhi praktek kerja fotografer di Monas. Apa saja hal yang kini mempengaruhi praktek mereka? Bagaimana hubungannya dengan birokrasi resmi pemerintah?

Kumpulan foto dari riset fotografer Kaliurang, Yogyakarta (sumber: instagram.com/ruangrupa)
Kumpulan foto dari riset fotografer Kaliurang, Yogyakarta (sumber: instagram.com/ruangrupa)

Pameran yang diadakan di RURU (Ruang Rupa) Gallery, Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6, Jakarta Selatan ini dibuka pada tanggal 30 Agustus, akan dilaksakan selama 10 hari, sejak tanggal 31 Agustus hingga 10 September 2015 ini. Selain itu juga telah dilakukan diskusi dan pemaparan proyek pada saat acara pembukaan dan juga pertunjukan musik oleh Udasjam.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY