Pameran Potensi Perfilman Yogyakarta 2016: Industri Yang Lain

Pameran Potensi Perfilman Yogyakarta 2016: Industri Yang Lain

564
SHARE

Pameran Potensi Perfilman Yogyakarta (P3Y) 2016 adalah program ekshibisi yang didukung oleh Seksi Film Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Seksi Film Disbud DIY). Tujuan utama pameran ini adalah untuk menjembatani penciptaan pasar audiovisual dan perfilman di DIY. Dalam penciptaan pasar tersebut, yang dilakukan kemudian adalah dengan menampilkan potensi serta perkembangan audiovisual dan perfilman DIY.

Suluh Pamuji, selaku Kurator sekaligus Direktur P3Y 2016 menjelaskan tentang mengapa program ekshibisi ini  menjadi penting. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang tak kekurangan sineas. Tak hanya dari kalangan dewasa, banyak pula kawula muda Jogja yang menggeluti bidang perfilman dan ikut mewarnai industri film tanah air. Tahap lanjutnya, membangun kelengkapan infrastruktur perfilman masih diperlukan, agar siklus yang membentuk industri audiovisual dan perfilman mampu mengalir dengan lancar, dari hulu ke hilir. Dengan begitu, ekosistem audiovisual dan perfilman DIY yang seimbang akan tercipta.

“Faktor penting untuk melengkapi infrastruktur industri perfilman DIY adalah faktor sinergi antara tiga pihak: instansi pemerintah, institusi swasta, dan masyarakat perfilman DIY. Sinergi antara ketiganya sangat dibutuhkan,” terangnya.

Lebih lanjut, fakta yang didapat melalui pemetaan pembuat film Yogyakarta yang dilakukan oleh Tim Swakelola Dinas Kebudayaan DIY tahun 2015, terungkap bahwa produksi film di DIY tak hanya terlibat dalam kancah bioskop, melainkan produksi luar negeri, iklan, profil, LSM, instansi pemerintah, dan bahkan festival film. Namun, modal milik kelompok pembuat film DIY didapatkan dari keuntungan pendapatan pemesanan karya audiovisual dari instansi pemerintah, institusi swasta, hingga perseorangan. Produktivitas para sineas DIY tersebut kemudian diimbangi oleh jalur distribusi alternatif untuk karya-karya film yang dibesut. Pembuat film DIY pun kerap mengikutsertakan filmnya pada festival film internasional, guna memperluas lingkupnya, seperti distributor, jaringan stasiun televisi, dan investor.

Tak heran, penggiat film DIY kini diperhitungkan di kancah perfilman Indonesia. Dengan tajuk pameran “Industri yang Lain” yang akan digelar pada hari Minggu, 13 November hingga Sabtu, 19 November 2016 di gedung lantai dasar Jogja National Museum (JNM), P3Y 2016 hadir untuk memperlihatkan potensi DIY sebagai pusat industri film alternatif di Indonesia. Visi tersebut relevan dengan visi pembangunan jangka panjang pemerintah DIY, yaitu terwujudnya DIY sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata terkemuka di Asia Tenggara.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY