Para Peraih Penghargaan Usmar Ismail Award 2016

Para Peraih Penghargaan Usmar Ismail Award 2016

875
SHARE
sumber: koran-sindo.com

Malam anugrah Usmar Ismail Awards 2016 telah selesai digelar Sabtu lalu (2/4/2014). Setelah melakukan seleksi terhadap 146 judul film Indonesia (periode tayang 1 Desember 2014 hingga 29 Februari 2016), Dewan Juri Usmar Ismail Awards mengumumkan pemenangnya dalam acara yang digelar secara langsung oleh salah satu televisi swasta.

Dari daftar nominasi, film Guru Bangsa: Tjokroaminoto dan Surat Dari Praha menyumbang nama pemenang paling banyak. Kedua film itu masuk di tujuh nominasi dan meraih tiga kategori kemenangan. Kejutan terjadi di sejumlah kategori. Seperti, kategori sutradara terbaik yang diraih Angga Dwi Sasongko untuk film Surat Dari Praha. Dia sukses mengungguli kandidat kuat lainnya yakni Garin Nugroho dan Joko Anwar yang bersinar lewat A Copy of My Mind.

Jpeg
Jpeg

Dalam kategori pemeran utama wanita terbaik, Usmar Ismail Awards menjatuhkan pilihan ke bakat akting Sekarsari dalam film Siti. Dewan juri memutuskan bahwa kali ini, ia lebih unggul dari kemampuan akting Tara Basro di film A Copy of My Mind dan Adinia Wirasti di film Kapan Kawin.

Sedangkan penghargaan paling bergengsi, yakni film terbaik disabet film Surat Dari Praha, karya Angga Dwimas Sasongko yang juga dianggap lebih unggul oleh dewan juri dibanding film Indonesia lainnya yang masuk dalam list film terbaik pada periode penilaian, yaitu Guru Bangsa: Tjokroaminototo, Dibalik 98, Mencari Hilal, A Copy of My Mind, Siti, dan Bulan di Atas Kuburan.

Malam puncak Usmar Ismail Awards 2016 lalu, juga dimeriahkan oleh Isyana Sarasvati, Maruli Tampubolon, Andien, Once, Sandhy Sondoro, dan lainnya.

 

Apa Yang Berbeda?

Ada yang berbeda dari penghargaan Usmar Ismail Award ini, karena melibatkan wartawan sebagai juri untuk menentukan film yang terbaik.

“Film dengan pewarta film adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Tetapi kemarin sepertinya berjalan sendiri-sendiri. Golden Globe penilaiannya itu dari jurnalis. UIA (Usmar Ismail Award) murni gagasan dari yayasan Usmar Ismail yang independen. Kenapa insan film tidak menilai film, kami menghindari like and dislike. Jadi kami mencoba mengembalikan kemurnian festival film dan bukan dari anggaran pemerintah,” tutur Adisurya Abdy, Ketua Pelaksana, saat peresmian Usmar Ismail Award di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta Selatan, Januari lalu.

Menariknya, ajang penghargaan ini akan menilai seluruh film yang telah ada di layar lebar Indonesia. Terhitung dari bulan Desember 2014 sampai Februari 2016. Nantinya para juri juga akan ditambah pengetahuannya melalu pembekalan singkat yang diberikan oleh panitia.

DEWAN-JURI-UIA-2016

“Usmar Ismail Awards tidak buka pendaftaran. Melainkan menilai semua film yang sudah beredar di bioskop dari Desember 2014 sampai Februari 2016. Kalo festival lain membuka pendaftaran peserta, kami tidak. Kita tidak melibatkan orang film dalam penilaian karena itu dari kami pewarta yang kerjaannya membuat berita film kritik film. Sebelum penilaian dewan juri akan diberikan pembekalan fotografi, directing, skenario, dan wardrobe. Jadi mereka punya dasar wawasan dalam menilai. Semua unsur kita nilai,” lanjutnya.

Lebih lanjut, penjurian film Usmar Ismail Award 2016 yang melibatkan pewarta film akan melalui dua tahap. Penjurian tahap awal dilakukan oleh 15 juri. Sedangkan tahap kedua dilakukan oleh 15 juri awal dan ditambah enam juri lainnya, yakni perwakilan wartawan dari daerah Sabang sampai Marauke.

Seleksi terhadap 146 film Indonesia (periode 1 Desember 2014 hingga 29 Februari 2016) yang dilakukan Dewan Juri Usmar Ismail Awards 2016 mengerucut menjadi 7 (tujuh) judul pilihan. Unsur tersebut dikerucutkan menjadi 3 (tiga) sekaligus ditetapkan sebagai nominasi. Dari nominasi inilah akhirnya muncul pemenang Usmar Ismail Awards. Untuk mendapatkan tujuh film pilihan ini, dewan juri menggelar rapat penjurian ke-3 UIA 2016 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin lalu.

Pada saat yang sama, 15 anggota dewan juri juga memutuskan 10 (sepuluh) unsur film pilihan, yaitu Sutradara, Pemeran Utama Pria, Pemeran Utama Wanita, Pemeran Pendukung Pria, Pemeran Pendukung Wanita, Penata Kamera, Penata Gambar, Penata Artistik, Penata Musik, dan Penata Suara.

“Dari 10 unsur tersebut akan dikerucutkan menjadi 3 (tiga) sekaligus ditetapkan sebagai nominasi,” kata Ketua Bidang Penjurian dan Kehumasan UIA 2016, Teguh Imam Suryadi, dalam siaran pers, Kamis lalu.

Adapun dewan Juri UIA 2016 ini adalah Sihar Ramses Simatupang (Sinar Harapan), Bambang Sulistyo (Majalah Gatra), Susi Ivvaty (Kompas), Tertiani ZB Simanjuntak (The Jakarta Post), Benny Benke (Suara Merdeka), Puput Puji Lestari (Bintang.com), Shandy Gasela (Detik.com), Bobby Batara (Majalah All Film), Adrian Jonathan Pasaribu (Cinema Poetica), Herman Wijaya (Tabloid Bintang Film), dan Ami Herman (Riauinfo.com).

 

Jawara: Surat Dari Praha

145964919011936_1024x683Film “Surat dari Praha” berhasil meraih tiga penghargaan Usmar Ismail Awards 2016, yakni Film Terbaik, Sutradara Terbaik yang diraih Angga Dwimas Sasongko dan Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Tyo Pakusadewo.

“Kemenangan ini kami dedikasikan untuk mereka yang sampai saat ini masih berjuang, mencari, berharap bahwa hak-hak dan keadilan yang direnggut oleh kekerasan politik di masa lalu bisa kembali kepada mereka,” kata Sutradara  film Surat dari Praha, Angga Sasongko dalam victory speech-nya.

Kinescopemagz sendiri menobatkan Victory Speech Angga itu sebagai The Best Victory Speech All 2016 Indonesian Film Festival (Red: no disclaimer).

Surat dari Praha adalah sebuah kisah cinta antar generasi yang bertutur tentang kesetiaan, ketabahan dan perjuangan atas hidup dan cinta. Musik yang melekat dalam diri kedua karakter utama menjadi elemen penting yang mengalirkan alur cerita.

Film ini dibintangi oleh Chicco Jerikho yang juga berperan sebagai Produser dari film ini serta Rio Dewanto dan Widyawati. Film garapan rumah produksi Visinema Pictures in association with Tinggikan Production dan 13 Entertainment ini, dibuat sebagai retrospektif Angga Dwimas Sasongko terhadap 20 tahun Glenn Fredly berkarya di dunia musik.

Screenshot_040416_090838_PM

Penonton diajak untuk menikmati kisah romantis tentang Larasati (Julie Estelle) yang terpaksa mengantarkan sebuah kotak dan sepucuk surat milik Sulastri (Widyawati) untuk Jaya (Tyo Pakusadewo), seorang mahasiswa ikatan dinas atau disebut MAHID yang kehilangan kewarganegaraannya karena menolak Orde Baru.

 

Daftar Nominasi dan Pemenang Usmar Ismail Award 2016:

SUTRADARA
Garin Nugroho (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)

Angga Dwimas Sasongko (Surat dari Praha) – Pemenang

Joko Anwar (A Copy of My Mind)

 

PEMERAN UTAMA PRIA

Tio Pakusadewo (Surat dari Praha) – Pemenang

Deddy Sutomo (Mencari Hilal)

Reza Rahadian (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)

 

PEMERAN UTAMA WANITA

Tara Basro (A Copy of My Mind)

Adinia Wirasti (Kapan Kawin)

Sekarsari (Siti) – Pemenang

 

PEMERAN PENDUKUNG PRIA

Mathias Muchus (Toba Dreams)

Adi Kurdi (Kapan Kawin?) – Pemenang

Oka Antara (Mencari Hilal)

 

PEMERAN PENDUKUNG WANITA

Christine Hakim (Pendekar Tongkat Emas) – Pemenang

Widyawati (Surat dari Praha)

Ria Irawan (Bulan di Atas Kuburan)

 

PENATA KAMERA 

Ipung R Saiful – Guru Bangsa: Tjokroaminoto – Pemenang

Donni Himawan dan Samuel Uneputty – Bulan di Atas Kuburan

Gunnar Nimpuno – Pendekar Tongkat Emas

PENATA GAMBAR

Ahsan Andrian – (Filosofi Kopi)

Arifin Cuunk – (A Copy of My Mind) – Pemenang

Ahsan Andrian – (Surat dari Praha)

 

PENATA ARTISTIK

Eros Eflin – (Pendekar Tongkat Emas)

Allan Sebastian – (Guru Bangsa: Tjokroaminoto) – Pemenang

Kekev Marlov – (Bulan di Atas Kuburan)

 

PENATA MUSIK

Viky Sianipar – (Bulan di Atas Kuburan) – Pemenang

Andi Rianto – (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)

Thoersi Argeswara dan Glenn Frredly – (Surat dari Praha)

 

PENATA SUARA

Khikmawan Santosa – (A Copy of My Mind) – Pemenang

Satrio Budiono – (Guru Bangsa: Tjokroaminoto)

Satrio Budiono – (Surat dari Praha)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY