Pesta Film Solo #6: Postalgia

Pesta Film Solo #6: Postalgia

1543
SHARE

Di Indonesia, ketersediaan layar alternatif saat ini kian berkembang. Banyak layar pemutaran alternatif dan apresiasi film dihidupkan secara independen yang tumbuh di daerah-daerah selain kota besar dalam bentuk festival – festival film. Namun melihat perkembangan film di Indonesia, penonton pada umumnya lebih memilih film yang sedang tren sehingga mengesankan film yang baik adalah film yang popular.

IMG_1238

Banyak film-film berkualitas baik, yang dirilis terbatas, juga film bertema budaya lokal sehari-hari yang kurang peminat sehingga menyebabkan penarikan film dari peredarannya di teater-teater bioskop tanah air. Padahal perkembangan perfilman dunia yang sangat pesat mendorong banyak generasi muda Indonesia saat ini untuk memproduksi film yang dinilai mampu bersaing dengan film mancanegara. Namun minimnya akses ke penonton masih menjadi salah satu kendala utama bagi para produser film Indonesia. Sehingga keberadaan layar-layar alternatif menjadi sangat penting bagi keberlangsungan pemutaran film-film tersebut, salah satunya adalah pemutaran besar Pesta Film Solo yang diadakan Kine Klub FISIP UNS.

IMG_1410

Kali ini Kine Klub FISIP UNS akan mengadakan Pesta Film Solo #6 dengan tajuk “Postalgia”. Pada pemutaran besar tahun ini Kine Klub FISIP UNS akan memutarkan film utama yang dirilis pada tahun 1990-2002, yang pada masanya dinikmati dan ditonton oleh generasi 90-an. Dengan tajuk “Postalgia”, Pesta Film Solo #6 memutarkan film yang diproduksi pada saat Indonesia masih mengalami krisis film, hingga kebangkitan film Indonesia. Pesta Film Solo diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap film-film tersebut, dan mengulas apa yang terjadi terhadap film Indonesia pada masa peralihan dari tahun 90-an ke era millennium (2000).

IMG_1070

Acara ini akan diadakan pada tanggal 13-15 Mei 2016 di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, Jln. Ir. Sutami No. 57, Jebres Kota Surakarta,  Jawa Tengah. Diharapkan Pesta Film Solo #6 ini memang dapat menjadi ruang apresiasi alternatif bagi penikmat film dalam kancah regional maupun nasional karena acara ini sekaligus merangkul berbagai komunitas film yang berasal dari berbagai kota di pulau Jawa khususnya Solo, Jakarta, Bandung, Malang, dan Yogyakarta, serta turut mengajak penonton umum untuk menyaksikan film-film tersebut.

IMG_1236

Tema yang dingkat dalam Pesta Film Solo #6 bertajuk  “Postalgia”. Dari kata “post“ yang artinya sesudah, dan “nostalgia” yang artinya mengenang masa lalu. Tajuk yang kami angkat dimaksudkan sebagai kilas balik dengan melihat peristiwa dan kenangan di tahun 90-an (nostalgia), untuk melakukan  atau  menentukan hal-hal baru di kemudian hari (post atau sesudah).  Karena setelah melewati masa lalu, secara tidak langsung kita akan mengambil sisi baik dari hal ada di dalamnya. Dengan tema Pesta Film Solo #6: “Postalgia”, kami ingin mengajak  generasi 90-an untuk mengingat dan mengenalkan pada generasi sekarang karya sineas Indonesia, sekaligus mengenang era 90-an dengan bernostalgia.

PFSKLOGOWARNA(1)

Kine Klub FISIP UNS sudah mengadakan pemutaran besar sejak akhir tahun 1990 – 2014. Pada tahun 2008 Kine Klub FISIP UNS mulai mengadakan pemutaran besar dengan nama Pesta Film Solo, yang terdiri dari Pesta Film Solo #1: Mari Menonton (2009), Pesta Film Solo #2: Matikan TV-mu (2011), Pesta Film Solo #3: Revolusee (2012), Pesta Film Solo #4: Moviemorphosis (2013), Pesta Film Anak (2014), dan Pesta Film Solo #5: Putar Kembali (2015). Pesta Film Solo juga pernah menghadirkan beberapa tokoh penting dalam dunia perfilman diantaranya adalah Dimas Djayasrana, Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen, Garin Nugroho, Monty Tiwa, Dinda Kanya Dewi, Joko Anwar dan Haryanto Corakh sebagai pembicara untuk kegiatan diskusi usai pemutaran film.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY