Pesta Film Solo#7 Dibuka Dengan Film Cinta Brontosaurus

Pesta Film Solo#7 Dibuka Dengan Film Cinta Brontosaurus

340
SHARE

Setelah persiapan-persiapan yang dilalui untuk Pesta Film Solo#7, pada tanggal 11 Mei 2017 acara ini resmi dimulai. Tahun ini Pesta Film Solo memasuki tahun ketujuh dengan Ruang Kaca sebagai tema utamanya. Tagline “Refleksi akan Persepsi” mengiringi Ruang Kaca dalam menyampaikan tujuan Pesta Film Solo#7 sebagai layar pemutaran alternatif yang mengedukasi dan menghibur. Dengan tema ini, diharapkan masyarakat akan semakin mengapresiasi film-film Indonesia, khusunya film-film yang tidak masuk kedalam layar lebar; film-film komunitas.

Serangkaian pra-acara Pesta Film Solo#7 diantaranya adalah Open Submission, dimana telah terkumpul 161 judul film karya anak bangsa. Seluruh film tersebut telah melalui tahap kurasi oleh para kurator Pesta Film Solo#7 tahun ini, yaitu Steve Pillar Setiabudi, Zen AL Ansory, dan Bambang Ipoenk K.M. Dari tahap kurasi ini, diambil 20 film terbaik yang akan diapresiasi di layar Pesta Film Solo#7 selama tiga hari.

(Photo by: Joglosemar|Maksum Nur Fauzan) Pengunjung menikmati pemutaran film dan diskusi bersama pembicara Fajar Nugros, Dimas Djayasrana dan Blontank Poer berbagi pengalaman pada acara Pesta Film Solo #7 yang bertajuk Ruang Kaca di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Kamis (11/5).
(Photo by: Joglosemar|Maksum Nur Fauzan)

Setelah tahap kurasi, Pesta Film Solo#7 mengadakan Roadshow ke beberapa tempat di Solo, diantaranya adalah Muara Market, Kedai Camp brown, Pesta Buntel, Kopi Joko, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Tidak lupa Pesta Film Solo#7 membuka pintu untuk koomunitas film yang ingin berkumpul dengan mengadakan pendaftaran temu Komunitas, yang berhasil mengumpulkan 45 komunitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Tak hanya memutar film lolos kurasi, Pesta Film Solo#7 telah menyiapkan sesi-sesi pemutaran, diantaranya adalah sesi Film’e Wong Solo, sesi Film Tematik, dan sesi Film Utama, dimana ketiga sesi tersebut akan diakhiri oleh sesi diskusi lalu Temu Komunitas di Pendopo. Pada sesi Film Utama, Pesta Film Solo#7 menyiapkan tiga judul film yang sudah dikenal oleh para penikmat film, diantaranya adalah Cinta Brontosaurus karya Fajar Nugros, Salawaku karya Pritagita Arianegara, dan hUSh karya Djenar Maesa Ayu & Kan Lume.

(Sumber Foto: http://fisip.uns.ac.id)
(Sumber Foto: http://fisip.uns.ac.id)

Diskusi pada acara Pesta Film Solo#7 ini memiliki tema yang berbeda setiap harinya. Untuk hari pertama (Kamis, 11 Mei 2017), tema diskusinya adalah “Suka-Suka Saku” dengan menghadirkan beberapa pembicara, yaitu Fajar Nugros selaku sutradara Cinta Brontosaurus, Dimas Djayasrana dari Viddsee, dan Blontank Poer, blogger Komunitas Bengawan. Hari kedua (Jumat, 12 Mei 2017), sesi diskusi akan mengangkat tema “Suka-Suka Aku” yang dihadiri oleh Pritagita Arianegara selaku sutradara Salawaku dan Adrian Jonathan Pasaribu dari Cinema Poetica. Pada hari ketiga, (Jumat, 13 Mei 2017) sesi diskusi akan dihadiri oleh Djenar Maesa Ayu dan Kan Lume selaku sutradara hUsh.

Pada hari pertama, Pesta Film Solo#7 memutar tiga film lolos kurasi dengan genre dokumenter di awal sesi, yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab oleh filmmaker masing-masing film. Acara dilanjutkan dengan pemutaran Film’e Wong Solo yaitu Ambyar (Jeihan Angga), Worked Club (Tunggul Banjaransari), dan Film Serial Lurah Eko (Deshtian Yoga) yang akan berakhir dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada pemutaran utama hari pertama, pesta Film Solo#7 memutarkan Cinta Brontosaurus karya Fajar Nugros yang akan diakhiri dengan sesi diskusi lalu berlanjut dengan acara Temu Komunitas di Pendopo ISI Surakarta.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY