Program ‘Yuk Nonton Di Sekolah’ Mei 2017 Di Yogyakarta Bertema Keluarga

Program ‘Yuk Nonton Di Sekolah’ Mei 2017 Di Yogyakarta Bertema Keluarga

247
SHARE

Keluarga menjadi tempat kita lahir, tumbuh, kembang dan kembali. Ketika lahir kita mendapatkan pelajaran pertama tentang hidup dari keluarga, ketika tumbuh kita mulai mempraktikan segala hal yang dipelajari di keluarga. Untuk berkembang kita membutuhkan lingkungan lain, yang nantinya mungkin bisa bertentangan dengan hal-hal yang sudah diajarkan oleh keluarga kita.

Namun kadang juga ada hal-hal yang bertentangan dengan ajaran keluarga kita tetapi ada pemahaman dan penerimaan sehingga keluarga tersebut bisa menerima itu semua. Melalui penuturan di atas, kegiatan Yuk Nonton!!! di Sekolah kali ini mengangkat tajuk “Bercerita Tentang Keluarga” dengan menayangkan 4 film yang dirasa cukup untuk mewakili tajuk tersebut. Keempat film tersebut adalah : Anak Koin (Chrisila Wentiasri, 2016), The Broken Pencil (Angkasa Ramadhan, 2015), Gugat Pegat (Laurelita Gita P.M, 2015), Film Adalah Hidupku (Narindro Aryo Hutomo, 2014).

Keempat film diatas masing-masing memiliki cerita yang menarik dan khas ketika membicarakan tentang keluarga. Seperti film “Anak Koin” yang mengikuti kehidupan seorang remaja sebagai anak koin pelabuhan Bakauheni yang memberikan dampak keberlangsungan hidup keluarganya. Lalu film “The Broken Pencil” yang berisi tentang proses ajar orang tua kepada anaknya ketika mengerjakan PR (Pekerjaan Rumah). Film “Gugat Pegat” yang mengangkat tentang fenomena sosial yang berdampak terhadap kehidupan sebuah keluarga. Terakhir, “Film Adalah Hidupku” yang menceritakan tentang keterlibatan seluruh anggota keluarga dalam membuat sebuah film pendek dengan menarik dan lucu.

 

Sinopsis Film

Program kami kali ini mengangkat tema “Keluarga” dengan judul “Bercerita Tentang Keluarga” Setelah melalui banyak pertimbangan kami. Mohammad Reza Fahriyansyah, juru program kegiatan ini mengatakan bahwa mereka memilih film-film tersebut untuk merepresentasikan wacana yang hendak disampaikan sebagai pesan.

Berikut daftar film pilihan kami disertai dengan latar belakang dan alasan.

ANAK KOIN

Karya: Chrisila Wentiasri

Produksi: Dekat Rumah Production

Keluarga pada umumnya menjadi pendukung utama dalam sebuah proses tumbuh kembang seorang anak atau anggota keluarga lainnya. Film “Anak Koin” memperlihatkan banyak hal tentang mendukung anggota keluarga satu sama lain. Sebagai film dokumenter, “Anak Koin” juga memilih subjek yang tepat dan mengikuti peristiwanya dengan pengambilan gambar yang cermat.

 

 THE BROKEN PENCIL

Karya: Angkasa Ramadhan

Produksi: Sinemasochist

Dalam sebuah keluarga, orang tua memiliki caranya masing-masing dalam mendidik anaknya. Benar atau salah cara mendidik anak dinilai berdasarkan dimana lingkungan keluarga tersebut tinggal dengan nilai moral dan kebudayaannya yang berlaku.

Dalam cakupan yang lebih kecil film “The Broken Pencil” memiliki penilaian sendiri mengenai benar atau salah cara mendidik anak dengan menggunakan penganalogian. Teknis pada film ini cukup cermat sehingga metode penganalogian pada film ini bisa tertangkap dengan jelas.

18527798_1413811112046651_8628296905286882282_n 

 GUGAT PEGAT

Karya: Laurelita Gita Prischa Maharani

Produksi: CLC Purbalingga

Permasalahan mengenai hubungan suami istri terkadang sulit dipecahkan, terlebih apabila masalah tersebut berkaitan dengan kelangsungan hidup keluarga tersebut. Film Gugat Pegat secara sadar menangkap salah satu permasalahan suami istri yang sering terjadi di Purbalingga hingga mengakibatkan perceraian.

Bukan membicarakan sesuatu hal yang remeh temeh tetapi film ini berhasil mengangkat fenomena sosial yang dilatarbelakangi kesenjangan materi antara suami istri. Secara teknis film ini juga mampu mengungkapkan secara singkat, lugas, dan cermat dalam menuturkan semua konten yang ada dalam film.

 

FILM ADALAH HIDUPKU

Karya: Narindro Aryo Hutomo

Produksi: IKJ

“Keluarga merupakan tempat kita kembali ketika sudah lama pergi”. “Film Adalah Hidupku” mungkin memiliki premis itu pada filmnya. Memiliki penceritaan yang sederhana dan digarap dengan gaya comedy dengan pemilihan teknis yang cermat. Film ini juga sedikit banyak merangkum fenomena tentang film independent di tingkat yang cukup militan.

 

Tentang Program Yuk Nonton Di Sekolah

Yuk Nonton di Sekolah adalah program yang didukung Seksi Perfilman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta dan dikelola oleh Yuk Nonton!!! Program yang direalisasikan untuk pertama kalinya pada Februari 2017 ini disikapi sebagai program pemutaran yang akan berlangsung secara berkesinambung.

Tahun 2017 ini mereka akan hadir sebanyak delapan kali di beberapa sekolah yang ada di DIY. Mulai dari Februari 2017 hingga Oktober 2017, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat di minggu ketiga setiap bulannya.

Program ini sengaja diciptakan untuk menghadirkan film sebagai pengetahuan, hiburan, sekaligus medium pendidikan. Yuk Nonton di  Sekolah menjadi salah satu program yang bisa menjadi jawaban untuk menyentuh dunia perfilman di kalangan pelajar SMA/sederajat di DIY.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY