Lily: Bunga Terakhirku, Thriller Menghibur Alternatif

Lily: Bunga Terakhirku, Thriller Menghibur Alternatif

1888
SHARE
Foto Screening Film 'Lily Bunga Terakhirku' (Wimbarsana/bintang.com)

Jangan tertipu judulnya, film Lily Bunga Terakhirku bukan bergenre romatis mendayu-dayu, tapi justru bergenre psychological thriller. Film produksi 700 Pictures ini adalah debut pertama Indra Birowo sebagai sutradara. Berdurasi 87 menit, film ini menawarkan sesuatu yang agak berbeda daripada yang ada saat ini, yang cenderung didominasi oleh film-film drama percintaan, religi, dan drama komedi.

Tidak menunggu lama, 10 menit pertama film saja, kita sudah langsung disuguhkan drama yang bercampur dengan psikopat, seks, romansa, dan thriller, yang walaupun alur ceritanya agak kurang jelas dengan karakter tokoh-tokohnya yang seperti tak berkembang dan terlalu terdikte oleh naskah. Faktor yang agak mengganggu tersebut sebetulnya hanya berlangsung sebentar dan tidak merusak film secara keseluruhan. Justru periode waktu yang tidak bisa dipastikan oleh penonton semakin menambah kesan orisinil film ini dan penggambaran kengerian pemerkosaan dan kesadisan aksi-aksi psikopat dalam film ini juga cukup baik ditampilkan, tanpa harus membuat muntah yang menontonnya.

11849154_888046971276740_1836411311_nAkting pemainnya, seperti Baim Wong dan Salvita Decorte, walaupun terlihat masih agak mentah, namun juga tidak bisa dibilang jelek, khususnya dari sisi pendalaman karakternya. Baim terlihat cukup berusaha keras dan pada bagian pertengahan hingga akhir, dia terlihat menyatu dengan karakter Tura. Mungkin akting Wulan Guritno yang bisa diacungi jempol dalam film ini. Dia terlihat sangat pas dan cocok dalam memerankan karakter Bunda. Tak terlihat sedikitpun kecanggungannya dalam memerankan tokoh “Mami” dalam film ini.

Film ini ditulis oleh Priesnanda Dwi Satria dan Ilya Sigma, dan dibintangi oleh beberapa pemain seperti Baim Wong, Wulan Guritno, Salvita Decorte, Tanta Ginting, Abdul Rahman Arif, Mike Lucock, dan Verdi Solaiman. Dengan diproduseri oleh Ninin Musa dengan Produser Eksekutif Ade Sulistioputra dan  Putrama Tuta, film ini dikhususkan untuk penonton umur 21 tahun ke atas.

 

Sinopsis:

Film ini bercerita tentang Tura, yang semasa kecil harus menyaksikan sang ibu diperkosa dan dibunuh di depan matanya. Berangkat dari kejadian itu, Tura dewasa (Baim Wong) meneruskan usaha menanam dan menjual bunga segar seperti yang dilakukan mendiang ibunya dulu. Di sisi lain, ia kini juga menjalani kehidupan lain, dengan menculilk para pelaku pemerkosaan, lalu menyekap dan membunuhnya di rumah, serta menghilangkan jejaknya sedemikan rupa hingga tak akan pernah ditemukan.

Suatu ketika Tura berjumpa langsung dengan seorang wanita muda yang juga pelacur kelas atas, dipanggil Lily (Salvita Decorte) – bunga yang selalu disematkan di pakaiannya saat bekerja. Tura paham betul dunia yang digeluti Lily, namun cinta tetap tumbuh di antara mereka seiring kebersamaan mereka. Kedekatan mereka pun menimbulkan kekhawatiran mucikari Lily, yang dipanggil Bunda (Wulan Guritno) terhadap kelangsungan tempat usahanya, mengingat Lily adalah primadona di sana.

Masalah pun timbul ketika Lily harus melayani seorang klien penting yang punya preferensi seksual yang brutal, mengakibatkan Lily harus luka-luka. Tura pun melakukan apa yang dianggapnya paling tepat: menculik sang klien sebagaimana ia memperlakukan para pemerkosa yang jadi korban pembunuhannya. Dan, ini tak hanya terjadi satu kali. Tura tak selamanya bisa menyembunyikan ini dari Lily, tetapi Lily juga melihat bahwa Tura adalah satu-satunya jalan keluar dari kehidupan gelapnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY