Rilis 29 Oktober, Fedi Nuril Jadi Ayah Dalam Film Ayah Menyayangi Tanpa...

Rilis 29 Oktober, Fedi Nuril Jadi Ayah Dalam Film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir

2756
SHARE

Setelah meraih sukses melalui film Surga Yang Tak Dirindukan yang menduduki puncak film Box Office tahun 2015, MD Pictures kembali hadir dengan film terbarunya yang berjudul Ayah Menyayangi Tanpa Akhir (AMTA), siap tayang mulai tanggal 29 Oktober 2015 di bioskop seluruh Indonesia.

Cover Buku Ayah Menyayangi Tanpa Akhir karya Kirana Kejora
Cover Buku Ayah Menyayangi Tanpa Akhir karya Kirana Kejora

Ada yang berbeda dari film produksi MD Pictures kali ini. Manoj Punjabi selaku Produser sekaligus CEO MD Corp, memberi kepercayaan kepada Hanny R. Saputra yang pernah menggarap film Di Bawah Lindungan Ka’bah tahun 2011 lalu, untuk bertindak sebagai sutradara sekaligus produser dalam film AMTA yang diangkat dari buku berjudul serupa karya Kirana Kejora.

Film bergenre drama ini akan diperankan oleh Fedi Nuril yang sukses berperan dalam film Surga Yang Tak Dirindukan pada bulan Juli lalu, didukung juga oleh artis berbakat lainnya seperti Naufal Azhar, Kelly Tandiono, Amanda Rawles, Niken Anjani, Ade Firman Hakim dan Niniek L. Karim.

Sinopsis

Film AMTA terinspirasi dari sebuah kisah nyata. Bercerita tentang Juna (Fedi Nuril) yang jatuh cinta kepada seorang gadis Jepang bernama Keisha (Kelly Tandiono). Hubungan keduanya tidak disetujui oleh pihak keluarga Juna yang orang Jawa tulen masih keturunan ningrat. Bagi Juna, tak ada satu hal pun yang mampu menghentikan cintanya terhadap Keisha, sekalipun keluarga. Akhirnya mereka tetap menikah dan menjadi sepasang suami istri. Kisah cinta keduanya berbuah manis hingga dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Mada (Naufal), sekaligus ditimpa musibah yang datang secara bersamaan.

Ayah Menyayangi Tanpa AkhirSaat malam kelahiran Mada, Juna harus merelakan kepergian Keisha untuk selamanya. Alhasil Juna lah yang harus merawat dan membesarkan anaknya seorang diri. Seluruh cinta dan kasih sayang ia curahkan untuk anak semata wayangnya ini. Setelah Mada beranjak remaja, lagi-lagi Juna dihadapkan pada kenyataan pahit dan menyakitkan, Mada divonis mengidap penyakit yang mematikan. Apakah untuk kedua kali dalam hidupnya Juna harus kehilangan orang yang dicintainya? Adilkah ini semua bagi Juna?

Sutradara Sekaligus Produser

Ini adalah kali pertama MD Pictures memberi kesempatan kepada pihak luar untuk menjabat sebagai sutradara sekaligus produser dalam film produksinya. Manoj mengatakan bahwa dirinya percaya sukses itu bisa diraih bila orang mau belajar, kerja keras, punya bakat dan kesempatan. Dirinya juga akan memberi kesempatan bagi sineas-sineas berbakat untuk mencurahkan ide dan menghasilkan karya terbaiknya bagi kemajuan perfilman di Indonesia. “Semoga saja AMTA bisa diterima dengan baik dan dinikmati oleh banyak orang, syukur-syukur bisa ada hikmah yang dipetik dari menonton film ini,” pungkasnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY