Roger Ebert: Kritikus Film Terbaik Sepanjang Masa

Roger Ebert: Kritikus Film Terbaik Sepanjang Masa

2493
SHARE

Oleh: Doni Agustan

“Roger was the movies, the movies wont be the same without Roger.”Barrack Obama

Pada tanggal 4 April 2013, perfilman dunia kehilangan salah satu sosok kritikus terbaiknya. Roger Joseph Ebert meninggal dunia pada usia 70 tahun dan mengakhiri perjuangannya selama 11 tahun menghadapi cancer. Ebert dimakamkan pada tanggal 8 April 2013 di pemakaman massal Holy Name Cathedral di Chicago. Lahir di Urbana, Illinois pada tanggal 18 Juni 1942. Ia menyelesaikan sekolahnya dari University of Illinois dan University of Chicago, kemudian bekerja sebagai kritikus film pada the Chicago Sun-Times hingga ia meninggal tahun 2013. 8 tahun setelah menjadi kritikus film, tahun 1975 Ebert menerima Pulitzer Award yang juga merupakan Pulitzer pertama untuk karya tulisan kritik. Terhitung sampai 2010, Ebert telah menulis review untuk 200 surat kabar dan menerbitkan 20 buku.

Ebert bersama Gene Siskel, salah satu kritikus terkenal untuk Chicago Sun-Times juga, memperkenalkan frasa “Two Thumbs Up” untuk mengomentari film. Frasa ini kemudian menjadi terkenal dan trademark semua orang di seluruh dunia untuk memberi komentar singkat pada sebuah film. Bersama Siskel, Ebert juga terkenal dengan dua acara televisi Sneaks Previews dan At the Movies yang ditayangkan stasiun TV PBS. Tahun 1999 Siskel meninggal dunia, Ebert meneruskan acara televisi tersebut bersama Richard Roeper. Tahun 2005, Ebert menjadi kritikus film pertama yang menerima penghargaan bintang dari Hollywood Walk of Fame.

Robert Ebert dibesarkan dalam keluarga Katolik yang taat. Ibunya adalah seorang pengoleksi buku dan ayahnya bekerja sebagai teknisi listrik. Semasa usia sekolah dasar, Ebert aktif di gereja sebagai altar boy.  Dalam tubuhnya mengalir darah Jerman, Belanda dan Irlandia. Minatnya pada bidang penulisan dimulai saat dia dipercaya untuk menjadi penulis topik olahraga untuk The News Gazzet. Kemudian dia dipercaya untuk menulis topik science fiction untuk Fanzines. Semasa masih sekolah, Ebert juga menjadi pemimpin dari koran sekolahnya yang bernama The Echo.

Semasa kuliah di University of Illinois, Ebert bekerja sebagai reporter pada the Daily Illni dan juga masih menjadi penulis dan reporter untuk The News Gazzet. Film pertama yang dia review adalah La Dolce Vita karya Federico Fellini yang diterbitkan oleh the Daily Illni edisi oktober 1961. Setelah menyelesaikan pendidikannya di University of Cape Town dan menjadi kandidat gelar doktor di University of Chicago, pada tahun 1966 Ebert diterima bekerja sebagai penulis dan reporter untuk the Sun-Times. Selama kurang lebih satu tahun Ebert menghabiskan masa kerja di the Sun-Times sembari menyelesaikan gelar doktornya. Setelah Eleanor Keane meninggalkan the Sun-Times pada April 1967, Ebert mendapatkan hak penuh untuk menulis kritik film untuk koran berbasis di Chicago tersebut.

Tahun 1967, Ebert memulai karir profesionalnya sebagal kritikus film untuk the Chicago Sun-Times. Dia juga bertemu dengan Pauline Kael pada Festival Film New York dan mendapatkan pujian dari Kael sebagai kritik film terbaik pada masa itu. Tahun yang sama juga Ebert merilis buku pertamanya dengan judul Illini Century: One Hundred Years of Campus Life, yang diterbitkan oleh University of Illinois. Tahun 1969, reviewnya untuk film Night of the Living Dead karya master horor, George A. Romero dimuat di Reader’s Digest.

Bersama dengan sutradara Russ Meyer, Ebert menulis skenario film Beyond the Valley of the Dolls. Film ini tidak mendapatkan respon baik saat rilis tahun 1970. Tetapi saat ini dicari banyak penikmat film karena menjadi film cult classic. Ebert dan Meyer juga membuat Beneath the Valley of the Ultra-Vixens, Up! dan Who Killed Bambi?. Pada bulan April 2010, Ebert merilis naskah film Who Killed Bambi? di blog pribadinya. Sejak tahun 1970, Ebert juga bekerja sebagai dosen tamu untuk kelas malam jurusan film di University of Chicago.

Seperti yang telah disinggung di atas, tahun 1975, Ebert menjadi pembawa acara review film televisi yang bernama Sneak Previews yang ditayangkan oleh televisi lokal Chicago, WTTW. Tiga tahun kemudian, Gene Siskel menjadi co-host bersamanya. Acara ini kemudian dibeli hak ciptanya oleh stasion televisi PBS untuk diputar secara nasional di Amerika. Tahun 1982 nama acaranya diganti menjadi At The Movies With Gene Siskel & Roger Ebert. Tahun 1986 diubah menjadi Siskel & Ebert & The Movies dan menjadi bagian Buena Vista Television yang adalah bagian dari the Walt Disney Company.

Tahun 1999, Siskel meninggal dunia. Nama acara kembali diganti menjadi Rogert Ebert & the Movies dengan co-host yang berganti-ganti. September 2000, Richard Roeper yang memiliki kolom tulisan di the Chicago Sun-Times menjadi penganti Siskel. Dan judul acara review film kemudian diganti lagi menjadi At The Movies With Ebert & Roeper. July 2008, Ebert menyelesaikan kontrak kerjanya dengan Walt Disney untuk At The Movies. 18 Februari 2009, Ebert bersama Roeper mengumumkan bahwa mereka sedang menyiapkan program review film terbaru.

31 Januari 2009, Ebert menerima kehormatan menjadi anggota the Directors Guild of America. Review film terakhir yang ditulisnya untuk the Chicago Sun-Times adalah To the Wonder karya Terrence Mallick. Review tersebut diterbitkan pada 6 April 2013.

Citizen Kane karya Orson Welles adalah film favoritnya. Dia memilih Citizen Kane sebagai film favoritnya karena menurut Ebert, Citizen Kane adalah film paling penting yang pernah dibuat. Tetapi film favoritnya yang sebenarnya adalah La Dolce Vita karya Federico Fellini dan Robert Mitcum adalah aktor idolanya. Dan Werner Herzog adalah sutradara film favoritnya.

Padat berisinya ulasan dari Roger Ebert bisa dibilang dipengaruhi dari prinsip sederhana, “Kecerdasan masih mungkin membingungkanmu, tetapi tidak dengan emosi,” yang digunakan kritikus film ini saat menikmati sebuah film.

Tetapi apa yang membuat sosok ini begitu dikenal publik?

Obituari dalam The New York Times menyebut Roger Ebert sebagai “kritikus film bagi awam”. Sedangkan Time menyebutnya sebagai “sumber daya budaya bagi masyarakat”. Selain rekomendasi film terbaik dalam situsnya, dari dalam buku-buku yang ditulisnya seperti “Great Movies,” “Life Itself,” dan juga “I Hated, Hated, Hated This Movie,” pembaca juga dapat menemukan tulisan-tulisannya tentang film.

Sudah lebih dari 10.000 review tentang film yang dia buat. Lebih dari 3.000 tulisan lainnya dan juga esai telah dia buat. 500 film dia tonton dalam satu tahun, selama dia hidup, dan setengah dari itu dia ulas dalam tulisannya. Lebih dari itu, dalam mesin pencarian Google nama Roger Ebert juga lebih terkenal dari petenis dunia asal Swiss, Roger Federer, aktor pemeran James Bond, Roger More, ataupun juga Roger Williams, seorang ahli ilmu agama Katolik dari Inggris.

10 Film Favorit Roger Ebert;

  1. 2001 : A Space Odissey (Stanley Kubrick, 1968
  2. Aguirre, the Wrath of God (Werner Herzog, 1972)
  3. Apocalypse Now (Francis Ford Coppola, 1979)
  4. Citizen Kane (Orson Welles, 1941)
  5. La Dolce Vita (Federico Fellini, 1960)
  6. The General (Clyde Bruckman & Buster Keaton, 1926)
  7. Raging Bull (Martin Scoresese, 1980)
  8. Tokyo Story (Yasujiro Ozu, 1953)
  9. The Tree of Life (Terrence Malick, 2011)
  10. Vertigo (Alfred Hitchcock, 1958)

Setiap tahun sejak pertama kali menjadi kritikus film, Ebert selalu merilis daftar film terbaik setiap tahun. Bonnie and Clyde karya Arthur Penn, mendapatkan kehormatan sebagai film pertama yang dipilihnya menjadi film terbaik untuk rilis tahun 1967. Argo karya Ben Afleck dipilihnya sebagai film terbaik untuk tahun 2012. Argo menjadi film terakhirnya.

Dua hari menjelang dia meninggal dunia, Ebert menulis pada blog pribadinya on this day of reflection I say again, thank you for going on this journey with me. I’ll see you at the movies

Presiden Barrack Obama menyebut “Roger was the movies, the movies wont be the same without Roger.” Aktor dan sutradara Robert Redford menyebut Ebert “one of the great champions of freedom of artistic expression” and “His personal passion for cinema was boundless, and that is sure to be his legacy for generations to come.” Oprah Winfrey mengeluarkan statement bahwa meninggalnya Ebert sebagai akhir dari sebuah era. Steven Spielberg menyebut Ebert “reviews went far deeper than simply thumbs up or thumbs down. He wrote with passion through a real knowledge of film and film history, and in doing so, helped many movies find their audiences… he put television criticism on the map.

Selama hampir tiga jam, tribute untuk Ebert dengan title Roger Ebert: A Celebration of Life, diadakan di Chicago Theater pada 11 April 2013.

Setelah meninggal, kemudian dibuatlah sebuah website yang dipersembahkan bagi mendiang Roger Ebert, yaitu RogerEbert.com. Website itu memberikan alasan kenapa sebuah film harus ditonton atau tidak. Alasan itu dapat ditemukan dalam bentuk komentar atau kritik juga informasi tidak hanya pada apa yang akan ditonton dalam film itu tetapi juga bagaimana film itu dapat dipahami.

Ulasan-ulasan film yang pernah ditulis Roger Ebert selama bekerja lebih dari 40 tahun sebagai seorang kritikus film dapat ditemukan dalam website ini. Meskipun sudah meninggal dunia, kini tugas Roger Ebert dalam memberikan rekomendasi film terbaik diserahkan pada rekan kerja sama pilihan Roger Ebert sendiri. Tom Shales, kritikus film peraih anugerah Pulitzer Prize tahun 1989, misalnya. Dia juga menjadi salah satu kontributor dalam website ini selain penerus Roger Ebert di Chicago Sun-Times, Richard Cooper, dan juga istri mendiang kritikus, Chaz Ebert.

Yang juga membuat situs ini menarik adalah suguhan ulasan film yang dikemas secara padat berisi. Dalam ulasan yang berisi sinopsis, komentar, dan mungkin kritik itu sebuah tanda bintang lalu disematkan sebagai ukuran rekomendasi film terbaik mana yang dapat dijadikan pilihan untuk ditonton.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY