Ruang Kaca: Tema Segar Pesta Film Solo#7 untuk Pecinta Film Indonesia

Ruang Kaca: Tema Segar Pesta Film Solo#7 untuk Pecinta Film Indonesia

345
SHARE

PFS atau Pesta Film Solo adalah sebuah layar pemutaran alternatif yang disuguhkan Kine Klub FISIP Universitas Sebelas Maret untuk pecinta film dari berbagai daerah, khususnya Solo. Kine Klub FISIP Universitas Sebelas Maret adalah UKM yang berfokus pada kegiatan apresiasi film, dan tahun ini Kine Klub FISIP UNS mempersembahkan Pesta Film Solo#7 dengan mengangkat tema Ruang Kaca dan tagline “Refleksi akan Persepsi”. PFS#7  melihat film sebagai wujud representasi dari keinginan pasar maupun idealisme filmmaker.

8dHfSafoTidak dapat dipungkiri bahwa posisi filmmaker menjadi faktor penting dalam pembuatan film. Alasan bahwa film memiliki “kapasitas pasar” menuju potensial dan menjadi sebuah komoditi, merupakan suatu realitas. Di lain sisi, film juga merupakan wujud nyata dari karya seni yang muncul dalam kreasi dan rasa cipta. Kemudian kami melibatkan analogi kaca yang diibaratkan sebagai suatu medium reflektor, yang posisinya berada di antara film dan filmmaker. Melalui kaca, sebuah gambar dapat terefleksi dan dapat dikolaborasikan dengan pandangan dan atau pemandangan di seberang kaca tersebut, sehingga dapat mengambil ruang untuk masuknya perspektif dan idealisme baik itu bagi filmmaker dan juga penonton atau pasar.

Berbeda dengan cermin yang hanya bisa memantulkan kondisi apa yg terjadi dihadapannya atau yang disebut refleksi “semu”. Penonton pada umumnya lebih memilih film yang sedang tren sehingga mengesankan film yang baik adalah film yang popular. Dengan tema ini, ada harapan bahwa masyarakat tidak hanya menikmati film-film yang diputar di layar lebar, melainkan turut mengapresiasi film-film komunitas lokal dari berbagai daerah.

 

Pelaksanaan Pesta Film Solo #7

Tahun ini, Pesta Film Solo#7 akan digelar selama tiga hari mulai tanggal 11 Mei sampai 13 Mei 2017, bertempat di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta. Selama tiga hari pemutaran, panitia telah menyiapkan tujuh pembicara untuk mengisi sesi diskusi, diantaranya adalah Fajar Nugros (Sutradara Film Cinta Brontosaurus), Dimas Djayasrana (Badan Perfilman Indonesia), Blontank Poer (Pengkaji Media), Pritagita Arlanegara (Sutradara Film Salawaku), Adrian Jonathan P. (Cinema Poetica), Djenar Maesa Ayu dan Kan Lume (Sutradara Film Hush)

Sejak Open Submission yang dibuka tanggal 21 Januari 2017 hingga 24 Maret 2017, jumlah film yang masuk sebanyak 161 film, dimana film-film tersebut karya sineas Solo maupun kota-kota lainnya seperti Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bandung, dan Jakarta. PFS #7 menyiapkan tiga kurator untuk mengkurasi 161 film yang masuk, ketiga nama itu adalah Zen Al Ansory, Bambang Ipoenk K.M, dan Steve Pillar Setiabudi.

Suasana Pesta Film Solo#6 tahun 2016 yang diselenggarakan di Teater Tertutup TBJT Surakarta.
Suasana Pesta Film Solo#6 tahun 2016 yang diselenggarakan di Teater Tertutup TBJT Surakarta.

Melalui tahap kurasi, terpilih 20 film terbaik yang nantinya akan diputar dilayar PFS#7 sebagai bentuk apresiasi bagi Filmmaker. Film-film yang akan diputar diantaranya adalah 20 Film Komunitas yang telah melalui proses kurasi. Film-film tersebut akan diputar selama 3 hari dengan pengelompokkan genre (Dokumenter pada hari pertama, Fiksi pada hari kedua dan ketiga), Film’e Wong Solo pada hari pertama, dan Film Tematik pada hari ketiga, serta pemutaran Film Utama disetiap sesi terakhir pemutaran.

Setelah semua sesi pemutaran selesai, akan ada dua sesi diskusi. Pertama, setelah sesi pemutaran Film Komunitas akan ada diskusi bersama kru film yang dipandu oleh moderator, dan yang kedua adalah sesi diskusi setelah Film Utama diputar oleh pembicara yang tertera diatas. Tidak berhenti sampai sesi diskusi, setelah acara selesai akan ada Temu Komunitas yang dilaksanakan pada malam hari, tanggal 11 – 12 Mei 2017.

Dalam rangkaian acara tahun ini, PFS#7 mengadakan roadshow di beberapa  tempat di kota Solo, yaitu Muara Market, Kedai Camp Brown, Pesta Buntel, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan beberapa fakultas di Universitas Sebelas Maret. Dalam roadshow ini, PFS#7 menyuguhkan film-film komunitas, seperti COD (Indriana, Kine Klub FISIP UNS), Habis Sudah (Yoga Nasrullah Akbar, Salebes Pelangi), Ballad of a Keeper (Adlino Dananjaya, IKJ), dan Tinuk (Aprillinga Dani). Selain film film diatas, film Mung, Ucup Sayang Bapak, Kalapuna, dan (R)I(N)TIK turut meramaikan roadshow pertama yang digelar tanggal 15 April 2017, dimana lebih dari 40 penonton hadir meramaikan dan mengapresiasi film film yang diputarkan.

Pesta Film Solo#7 sendiri tidak memungut biaya untuk sesi pemutaran film komunitas. Namun, akan ada biaya tiket sebesar 15.000 rupiah untuk pemutaran film utama. Adanya sistem ticketing (pemutaran berbayar) ini merupakan bentuk apresiasi terhadap filmmaker dan layar eksibisi independen, serta menghindari adanya tindak pembajakan.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY