Sarasvati Luncurkan Album Baru: Ratimaya Sarasvati

Sarasvati Luncurkan Album Baru: Ratimaya Sarasvati

4318
SHARE
Personil Band Sarasvati

Ini tak lagi soal hantu, tapi tak kalah mencekamnya dari hantu. Percayalah, tak ada yang lebih menakutkan dari kenyataan… Dan tak ada yang lebih menakutkan dari tak bisa terbangun dari mimpi untuk menghadapi kenyataan.” (Ratimaya Sarasvati)

Produktif, mungkin kata ini yang mampu mewakili. Sarasvati, band asal Bandung yang beranggotakan 8 orang personil ini tak pernah absen membuat album. Entah mini album, full album, ataupun album kolaborasi. Tercatat sudah 4 album yang dihasilkan, sepanjang 5 tahun perjalanan karier bermusik mereka. Antara lain Story of Peter (2010), Mirror (2012), Sunyaruri (2013), Ballades (kolaborasi dengan Gran Kino 2015).

Selama hampir 6 bulan, mereka meramu sebuah album baru yang akan diluncurkan pada tanggal 1 Oktober 2015 dengan konsep konser musik teatrikal di  Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Album ini berjudul “Ratimaya Sarasvati”, yang artinya Bayangan Keindahan. Yang menarik dari album ini adalah konsep pengemasan lagu di dalamnya. Ada sebuah benang merah yang akhirnya menghubungkan 10 lagu yang ada di album baru ini. Sebuah sosok fiktif bernama Ratimaya diangkat menjadi jarum yang menjahit benang album ini. Tak hanya itu, di album ini Sarasvati juga berkreasi membuat  Audio Book yang menjadi penghantar antar lagu.

Ada yang menarik disini, album ini tak lagi soal hantu. “Ini adalah cita-cita kami sejak lama,” ungkap Risa mewakili personil lainnya.

Demajors didaulat menjadi label dari album terbaru Sarasvati. Label musik independent ini berani menaungi Sarasvati yang sebelumnya tak pernah berada di bawah naungan label. Ini akan menjadi sebuah album yang baru, dan tentu saja, segar. Musik yang didominasi piano, string, kecapi, suling dan nada-nada minor, masih menjadi menu utama dalam album ini. Lirik lagu pun beranekaragam, setengahnya persen bahasa indonesia, sisanya berbahasa Inggris dan sunda.

unnamed (1)Sarasvati dulu adalah project solo dari sang vokalis yang bernama Risa Saraswati. Nama belakang Risa juga yang mengilhami nama belakang ini. Sarasvati adalah tulisan Sanskrit dari Saraswati. Seiring berjalannya waktu, Sarasvati yang sempat berubah-ubah formasi akhirnya memutuskan untuk dikukuhkan sebagai sebuah band. Dengan formasi akhir band ini adalah Risa Saraswati (Vokal), Marshella Safira (Vokal Latar), Hinhin Akew (Gitar), Gallang perdhana (Bass), Gigi Priadji (Sequencer), Papay Soleh (Drum), Kevin Rinaldi (Kibor), dan Iman Jimbot (Kecapi & Suling).

Bukan hal mudah menggabungkan banyak kepala yang berlatar belakang musik berbeda dalam sebuah band. Namun sejauh ini, kedelapan personil Sarasvati mampu melebur hingga tercipta gaya bermusik yang cukup dinamis, beraliran Pop Kontemporer.

Imej yang dibangun oleh Sarasvati begitu kuat. Meski konon katanya tak pernah mengonsep imej, kata “Horor” begitu melekat dalam setiap karya yang dihasilkan oleh Sarasvati. Tak ada niat untuk melepas imej ini, hanya saja ada keinginan untuk menciptakan sesuatu yang berbeda. Tidak melulu karya tentang hantu dan segala sesuatu yang bersifat horor, seperti karya-karya Sarasvati di album sebelumnya.

Tercatat di album sebelumnya, Sarasvati pernah mengajak beberapa nama musisi untuk berkolaborasi, antara lain Tulus, Cholil ERK, Dewa Budjana, dan Ink Rosemary. Di album ini Sarasvati mendaulat Anji dan Agung Burgerkill untuk berkolaborasi di dua lagu mereka. Yang tak kalah menarik, di album ini Sarasvati mengaransemen sebuah lagu milik Homogenic, band yang pernah membesarkan nama Risa Saraswati (vokal) sebelum membentuk Sarasvati.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY