The Jaka Plus Terus Kampanye Album Ketiga Dengan Rilis Single Terbaru

The Jaka Plus Terus Kampanye Album Ketiga Dengan Rilis Single Terbaru

428
SHARE

Setelah sukses dengan singlenya, Gadis Pembaca Puisi dan Yovie, grup band asal Semarang The Jaka Plus melanjutkan kampanye untuk album ketiga mereka dengan merilis lagu The Wolf In Little Red Riding Hood Story. Di Era musik indie menjadi konsumsi yang paling baik dan paling banyak dicari, The Jaka Plus masih menawarkan lagu-lagu bernuansa Britpop yang bisa didengar dari sound dan chord yang mereka pilih. Hal ini seolah menandakan bahwa mereka seperti tidak bisa menyembunyikan kecintaan mereka terhadap band-band yang berasal dari Inggris.

7c26a289f77a6d646e6767efd6776022

Ini adalah lagu pertama yang bukan diciptakan oleh Daus, tapi pemain gitar mereka, Elle yg menciptakan single baru ini. “Saya benar-benar menciptakan lagu ini untuk Daus, bukan untuk vokalis lain. Iya, karena saya tau, pasti akan ditolak bila itu terjadi,” ujarnya saat ditanya melalui telepon genggam. Band yang digawangi oleh Daus rose (vocal), Derry (Bass), Adjie (Drum), Elle (rhythm) dan Dion (rhythm) ini memang masih mengandalkan Daus sebagai pencipta lagu, namun perlahan, masing-masing dari personil juga mulai menciptakan lagu. COntohnya pada single yang baru rilis ini.

Lagu ini bercerita tentang perjuangan orangg meraih kesuksesan dan harus menerima apa yg disebut dengan kegagalan. Tidak pernah terjerumus dengan sebuah kelicikan untuk meraih sukses, adalah poin-poin penting bagi mereka yang selalu menjadikan lagu sebagai soundtrack kehidupan.

Jadi untuk yang menggemari genre Britpop, The Jaka Plus akan menjadi referensi baik untuk telinga dan selera kalian. Kalian bisa temukan videolyrics mereka untuk sekedar berkhayal ikut bernyanyi bersama mereka.

 

Perjalanan Karier

Tahun 2008 menjadi awal band ini terbentuk, warna rock and roll pernah menjadi identitas di album pertama mereka, dengan single berjudul Amnesia, The Jaka Plus mampu membuat pasar sendiri di kota Semarang. Tahun demi tahun berganti wajah-wajah baru bermunculan menggantikan wajah lama di band ini. Cerita bongkar pasang dengan band yang didirikan oleh sang vokalis, Daud Rose. Hingga saat  perilisan album pertama mereka (2010), band ini harus tanpa personil yang merekam di album tersebut. oleh karena itu, album pertama mereka diberi nama formasi awal sebagai tanda formasi pertamalah yang ada dalam penggarapan album tersebut.

maxresdefault

Album kedua merupakan revolusi dari band ini, retro dan britpop menjadi benang merah di album yang diberi nama Vovie ini. Saat anda mendengar lagu seperti Gemini dan Boyband, anda pasti merasakan kesan retro di lagu tersebut dan menariknya, pernah mendapat pujian sebagai lagu yang unik dari salah satu major label yang bekerja sama dengan acara  Meet The Labels 2013. The Jaka Plus juga berhasil menjadi Top20 di ajang tersebut, sayang vote yang kurang membuat mereka tidak bisa melangkah lebih jauh.

Ajang international VIMA2013 juga tertarik memasukan lagu Gemini menjadi salah satu nominasi Best Rock Song 2013. Lagu Gemini dan Boyband pun saling bergantian menduduki peringkat pertama di salah satu radio kota Bali.  Bagaimana dengan single berjudul Yovie? Sejenak seperti masuk di era The Beatles dan Oasis, nada yang dipakai menggambarkan bahwa mereka adalah penggemar berat band-band tersebut. Tidak hanya diam, single ini pun mampu mengantar mereka menjadi finalis di Jakarta Indie Music Festival 2015, dan finalis festival indie RRI Semarang.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY