Tokyo International Film Festival Ke-30 Kembali Diramaikan Teater Tradisional Kabuki

Tokyo International Film Festival Ke-30 Kembali Diramaikan Teater Tradisional Kabuki

104
SHARE

Oleh: Daniel Irawan (@danieldokter)

Selalu menjadi bagian penting dari atraksi-atraksi utama di Tokyo International Film Festival (TIFF/TIFFJP) beberapa tahun terakhir, pertunjukan teater tradisional Kabuki yang dilangsungkan di teater elit Kabuki-za kembali hadir tahun ini sebagai event spesial untuk tetap memperkenalkan budaya tradisional Jepang ke mata dunia.

Kabuki merupakan seni teater/drama tradisional khas Jepang yang menggabungkan unsur-unsur seni pertunjukan dari musik, tari, pantomim hingga drama. Juga dikenal dengan gaya kostum mewah dan tata rias wajah ala Jepang tradisional yang mencolok, Kabuki bagi masyarakat Jepang memiliki peran seperti teater Shakespeare di Inggris atau Opera di Italia. Sejarahnya sendiri yang sudah dimulai dari awal 1600-an sebagai pertunjukan kelas bawah lantas berkembang di zaman Edo sebagai Kabuki-kyogen yang juga dikenal sebagai sandiwara tradisional untuk kaum kelas atas Jepang, kini dinobatkan oleh Kementrian Pendidikan Jepang dan UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia.

Teaternya yang terletak di bilangan Ginza, Tokyo, dinamakan Kabuki-za, pertama kali dibuka di era Meiji oleh penulis drama Fukuchi Gen’ichiro dan terus berkembang hingga kini di bawah kepengurusan Shochiku Corporation sejak 1914. Dikenal sebagai teater elit dan sudah beberapa kali direkonstruksi, keberadaannya sekarang merupakan landmark terkenal Tokyo dalam meneruskan warisan dan tradisi budaya masa lalu mereka oleh pelakon-pelakon lintas generasi secara turun-temurun.

Teater Kabuki tahun ini akan menampilkan aktor Kabuki terkenal Ichikawa Ebizo dalam lakon Otokodate Hana no Yoshiwara. Memegang warisan bakat sebagai putra tertua dari aktor ternama Kabuki Danjuro XII, Ebizo memulai debutnya di tahun 1983 memerankan Harumiya dalam The Tale of Genji. Kiprahnya berlanjut di tahun 1985 memerankan Kikanbo dalam lakon The Medicine Peddler dan dianugerahkan nama Ichikawa Ebizo XI. Menulis sendiri sejumlah lakon barunya, ia sudah membawa performa Kabuki-nya dari Singapura hingga ke Carnegie Hall, New York, juga merambah peran layar lebar dalam film Ask This of Rikyu (2014) yang membuahkannya nominasi Aktor Terbaik di Japan Academy Awards di tahun yang sama.

Ichikawa Ebizo, pemeran Goshono Gorozo dalam drama Otokodate Hana no Yoshiwara

Otokodate Hana no Yoshiwara mengisahkan Goshono Gorozo, sesosok pria jagoan di zaman Edo yang menjalin cinta dengan wanita penghibur bernama Keisei dari distrik pelacuran Nakanocho, Yoshiwara. Kisah cinta ini diceritakan lewat sudut pandang Gorozo lewat serangkaian gerakan tari termasuk pertarungan dengan musuh-musuh yang hendak memisahkan mereka.

Presentasi spesial ini juga akan diisi oleh penayangan film klasik Jepang produksi tahun 1953 dalam versi restorasi 4K, Gate of Hell (Jigokumon) dari sutradara Teinosuke Kinugasa. Dibintangi oleh aktor Kazuo Hasegawa, Machiko Kyo dan Isao Yamagata, Gate of Hell mengisahkan hubungan seorang samurai dengan seorang wanita bersuami yang membela kehormatan mereka di tengah keinginan dan rasa bersalah. Gate of Hell memenangkan penghargaan Grand Prix di Cannes Film Festival 1954 sekaligus meraih nominasi Oscar di tahun 1955 dalam kategori Film Berbahasa Asing dan Tata Kostum Terbaik.

Salah satu adegan Gate Of Hell

Satu lagi atraksi menarik dari event spesial ini adalah seni kuliner tradisional Jepang yang seperti biasa selalu menjadi highlight spesial dari penyelenggaraan pertunjukannya. Memperkenalkan tradisi menu Bento Meal Box spesial ala Jepang yang sudah dikenal sejak zaman Edo dalam sejarah negara mereka, penganan ini selalu menjadi pendamping wajib untuk menikmati keseluruhan pagelarannya.

Tokyo International Film Festival ke-30 akan berlangsung dari 25 Oktober hingga 3 November di venue utama Roppongi Hills dan sejumlah lokasi lain di seputaran Tokyo.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY