Under The Big Bright Yellow Sun Sukses Rampungkan Tour Sumatra Februari Lalu

Under The Big Bright Yellow Sun Sukses Rampungkan Tour Sumatra Februari Lalu

1121
SHARE

Band post-rock asal Bandung, Under The Big Bright Yellow Sun (UTBBYS) baru saja merampungkan tour bermusiknya ke pulau Sumatra pada Februari lalu. Selama seminggu UTBBYS menyambangi tiga kota di Sumatra, yaitu Jambi (20/2), Palembang (22/2) dan juga Pekanbaru (25/2) dengan ditemani juga band post-rock asal Jambi, Semiotika, dalam tour yang bertajuk “Circus Travelling Show Sumatra Tour”.

Rangkaian tour  ini adalah cita-cita lama UTBBYS yang belum sempat terealisasi. “Sebetulnya rencana tour ini sudah diobrolkan dari sebelum penggarapan album kedua Quintessential Turmoil, namun dikarenakan beberapa hal, rencana ini terhambat. Akhirnya di tahun 2016 rencana ini baru terealisasi berkat bantuan dari teman-teman di Semiotika Jambi, Rio Fallen di Palembang, dan El Kautsar di Pekanbaru,” ujar Komeng, frontman dari UTBBYS.

Beberapa pengalaman menarik didapat oleh band yang dibentuk pada tahun 2007 ini selama di Sumatra. Yadi atau akrab disapa Komeng, sang gitaris, bertutur bahwa ternyata Sumatra tidak seperti yang orang lain pikirkan, Sumatra sangat bersahabat dan menerima musik UTBBYS dengan antusias.

UTBBYS-2

“Hal yang sangat berarti bagi kami dalam rangkain tour Sumatra ini adalah ikatan silaturahmi dari berbagai komunitas musik di Sumatra, yang selama ini jauh dari radar media sosial UTBBYS, dan tentu ini sangat berarti karena ini merupakan tour pertama bagi kami. Kami tidak pernah berekspektasi yang berlebihan, namun hal ini dimentahkan dengan sambutan hangat dan antusiasme penikmat musik di Sumatra,” ujar Komeng menjelaskan.

Dalam tour Sumatra ini, UTBBYS dibantu oleh Harry Koi (The Triangle, Diocreatura, Ansaphone, Trou), dikarenakan Uwee, drummer UTBBYS berhalangan hadir karena sakit. Di tengah scene musik post-rock Sumatra yang sedang berkembang baru-baru ini, UTBBYS mempunyai  misi untuk lebih memperkenalkan dan menyebarluaskan musik post-rock, khususnya musik UTBBYS sendiri.

“Bagi kami tour ini merupakan tantangan tersendiri karena ini pertama kalinya kami menginjakan kaki di tanah Sumatra dan tampil di hadapan teman-teman di sana, semoga tour ini dapat memberikan respon yang positif dan dapat membantu perkembangan skema musik post-rock di Indonesia,” jelas Komeng.

Perkembangan skena musik di Sumatra pun menurut Komeng dirasa sangat menggembirakan, khususnya untuk musik post-rock yang masih sangat segmented. Hal ini terlihat dari mulai bermunculan dan majunya band-band sejenis, seperti Semiotika dari Jambi, Aksata, Time, dan Elisabethtown dari Palembang, Cigarettes Wedding dan Fuse dari Pekanbaru. “Semoga hal ini juga dapat membuka jalur distribusi untuk ke depannya untuk album UTBBYS dan bisa membuat perkembangan musik di Sumatra semakin bagus lagi,” lanjut Komeng.

UTBBYS Sumatra (1)

Selama satu minggu di Sumatra, Komeng bercerita bahwa UTBBYS tidak menemukan kendala yang berarti. Semua berlangsung menyenangkan apalagi ditambah antusiasme dan kehangatan teman-teman di Sumatra. “Suka duka hampir semua suka, tak ada halangan yang berarti. Over all sangat menyenangkan,” ujar bapak satu anak ini.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY