Film ‘Limbo’ karya Ben Sharrock Memenangkan Penghargaan Tertinggi di IFFA Macao ke-5

Film ‘Limbo’ karya Ben Sharrock Memenangkan Penghargaan Tertinggi di IFFA Macao ke-5

336
SHARE
Image: iffamacao.com

Memilih untuk menggelar penyelenggaraan edisi ke-5 festivalnya secara online di tengah Pandemi Covid-19 yang belum lagi berakhir, International Film Festival and Awards Macao (IFFAM) yang berlangsung sejak 3 hingga 8 Desember lalu memilih film produksi Inggris, ‘Limbo’ karya sutradara Ben Sharrock sebagai film terbaik pilihan Juri Internasional, sementara sineas Jepang Hirokazu Kore-eda menerima anugerah ‘Outstanding Achievements in Film’ lewat Spirit of Cinema Award IFFAM.

Mengusung tema ‘A Celebration of Life and the Big Screen’,  dalam kesempatan terpisah saat mengumumkan line up film-film terpilih yang akan ditayangkan tahun ini, Maria Helena de Senna Fernandes, Presiden IFFAM’s organizing committee dan direktur Macao Government Tourism Office mengatakan bahwa dampak global dari Covid-19 memang memunculkan batasan-batasan yang secara disadari harus dilakukan. Begitupun, ia berharap bahwa industri film harus terus maju dengan segala keterbatasan yang ada. Selagi sejumlah festival film internasional di China seperti Beijing dan Shanghai International Film Festival ditunda penyelenggaraannya, IFFAM tetap melangsungkan edisi ke-5-nya secara online.

Dari penayangan lebih dari 40 film (11 di Kompetisi Internasional, 11 World Panorama, 3 di segmen Flying Daggers, 6 Special Presentations dan 10 film pendek untuk mengisi dua segmen Short Film Compilation) ke Masterclass yang menghadirkan pelaku-pelaku industri film Asia hingga dunia yang keseluruhannya digelar secara online, IFFAM 2020 tetap menghadirkan deretan program yang tak kalah menarik dari tahun-tahun sebelumnya. Di sesi Masterclass ada sutradara/penulis China Ning Hao dari komedi urban Crazy Stone dan blockbuster Crazy Alien, aktris Jerman Nina Hoss yang dikenal dari film-film karya sutradara Christian Petzold (Phoenix, Barbara – di antaranya), sutradara Korea Hur Jin-ho (April Snow, Dangerous Liaisons, The Last Princess), sutradara Hirokazu Kore-eda (Shoplifters, The Truth) hingga aktor AS Viggo Mortensen (The Lord of the Rings) yang sekaligus mempresentasikan film debut penyutradaraannya, Falling (2020).

Sementara juri kompetisi internasional tahun ini diisi oleh Ning Hao, produser Hong Kong dari Emperor Motion Pictures – Albert Lee, sineas Singapura Eric Khoo (Be With Me, Apprentice), sutradara wanita asal Laos Mattie Do dan Nina Hoss.

Mengawali seremonial penghargaan Senin, 8 Desember 2020, Mike Goodridge, Artistic Director IFFAM mengatakan bahwa dalam mencari solusi penyelenggaraan festival di tengah pandemi, mereka bersyukur dengan era digital sekarang di mana IFFAM tetap bisa terselenggara secara online hingga Global Project Market-nya. Lebih jauh, Goodridge mengatakan bahwa kultur merupakan bagian utama yang bisa membangun rasa pengertian antar bangsa di seluruh dunia dan IFFAM tetap dengan bangga berkontribusi serta mengusung tujuan ini dengan membawa karya-karya terbaik Sinema Dunia ke festivalnya.

Film-film itu terutama merupakan film-film yang mengisi segmen Kompetisi Internasional, berfokus ke karya pertama dan kedua talenta-talenta berkembang dari berbagai belahan dunia. Ada Back to the Wharf (Li Xiaofeng, China), Black Light (Bae Jongdae, Korea), The Cloud in Her Room (Zheng Fu Xinyuan, HK/China), Falling (Viggo Mortensen, US/Canada/Denmark), Limbo (Ben Sharrock, UK), Love Poem (William Hong, HK), Servants (Ivan Ostrochovsky, Czech), Shorta (Frederik Louis Hviid & Andres Øholm (Denmark), Spring Blossom (Suzanne Lindon, France), Sweat (Magnus von Horn, Poland) dan Tragic Jungle (Yulene Olaizola, Mexico).

Image: iffamacao.com

Penghargaan Film Pendek Terbaik kemudian dipersembahkan oleh 3 Juri Shorts Competition; Fu Jia (Jury President), Mathilde Henrot dan Johnny Ma pada ‘Under’ karya sutradara Jiao Yue. Dipersembahkan oleh Henrot, Jiao Yue mengatakan bahwa ‘Under’ diproduksi secara swadana namun mendapat banyak dukungan dari tim yang solid serta talenta-talenta yang berpartisipasi di dalamnya.

Image: iffamacao.com

Sutradara Hirokazu Kore-eda kemudian menerima anugerah Spirit of Cinema Award untuk pencapaian luar biasa di dunia film. Dipersembahkan oleh Goodridge setelah menyebut karya-karya terbaik Kore-eda dari Nobody Knows, Like Father Like Son ke Shoplifters, Kore-eda menyampaikan rasa terima kasihnya lewat live video. Ia mengatakan bahwa ia merasa sangat terhormat menerima penghargaan ini setelah 25 tahun berkarya sebagai filmmaker dan tetap akan bekerja keras untuk terus menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi.

Image: iffamacao.com

Penghargaan utama dalam segmen Kompetisi Internasional berturut-turut diberikan kepada Limbo karya sutradara Ben Sharrock sebagai Film Terbaik, Suzanne Lindon dari Spring Blossom sebagai Sutradara Terbaik, Lance Henriksen dari Falling sebagai Aktor Terbaik, Magdalena Kolesnik dari Sweat sebagai Aktris Terbaik dan Ben Sharrock, sutradara sekaligus penulis dari Limbo sebagai Skrip Terbaik.

Mempersembahkan penghargaan untuk Limbo sebagai Film Terbaik, Ning Hao mengatakan bahwa para juri sepakat memenangkan Limbo sebagai sebuah film yang memicu pemikiran lewat eksplorasinya terhadap masyarakat dan kaitan-kaitannya dengan soal kultur serta humanism. Lebih lagi, Ning mengatakan bahwa Limbo punya cara komunikasi unik dari Sharrock dan gaya artistik yang terasa sangat modern. Elemen-elemen inilah yang menurutnya bisa menyatu dengan baik dan memberikan pengalaman tak biasa bagi audiensnya. Penghargaan untuk Sutradara, Aktor, Aktris dan Skrip selanjutnya masing-masing dipersembahkan oleh Eric Khoo, Nina Hoss, Mattie Do dan Albert Lee.

Mengakhiri seremonial pemberian penghargaan IFFAM edisi ke-5 ini, Goodridge menyampaikan bahwa ia bersama seluruh tim merasa senang dan bangga dengan hasil IFFAM tahun ini meski harus diselenggarakan secara online. Film-film yang bisa diakses terbatas bagi audiens Macao dan Hong Kong serta secara khusus bagi jurnalis-jurnalis internasional yang sudah pernah berkontribusi meliput IFFAM edisi-edisi sebelumnya juga rata-rata mendapatkan sambutan yang baik. Turut menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang sudah mendukung penyelenggaraan IFFAM tahun ini, Goodridge menutup acara ini dengan sebuah harapan untuk dapat kembali ke bioskop pada penyelenggaraan IFFAM ke-6, Desember 2021 mendatang. (Daniek Irawan)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY