Film Tentang Perempuan, Oleh Sutradara Perempuan Mendominasi Penghargaan Tertinggi TIFF ke-34

Film Tentang Perempuan, Oleh Sutradara Perempuan Mendominasi Penghargaan Tertinggi TIFF ke-34

112
SHARE
Isabelle Huppert, Arber Mehmeti & Ushioda Tsutomu ©2021 TIFF

Tokyo, 8 November 2021 –  VERA DREAMS OF THE SEA, sebuah film produksi Kosovo – Makedonia Utara – Albania yang disutradarai oleh sutradara Kaltrina Krasniqi baru saja memenangkan penghargaan tertinggi Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-34, Tokyo Grand Prix, di seremoni penutupannya.

Berlatar di Kosovo, Vera Dreams of the Sea berkisah tentang seorang perempuan yang berjuang mendapatkan rumahnya kembali selepas kematian sang suami karena bunuh diri. Sebelum berkompetisi di segmen kompetisi internasional TIFF, film yang diinspirasi kisah nyata ibu sang sutradara juga ditayangkan di Venice International Film Festival tahun ini sebagai world premiere. Selain piala, Tokyo Grand Prix yang juga dibandrol dengan nama Governor of Tokyo Award ini menghadiahi Vera Dreams of the Sea hadiah uang tunai sebesar 30.000 USD.

Vera Dreams of the Sea ©Copyright 2020 PUNTORIA KREATIVE ISSTRA | ISSTRA CREATIVE FACTORY

Diserahkan oleh aktris Prancis Isabelle Huppert selaku President of the Jury TIFF tahun ini kepada Arber Mehmeti dari Kedutaan Republik Kosovo untuk Tokyo yang mewakili Krasniqi, Huppert berkomentar bahwa Vera Dreams of the Sea adalah film yang menorehkan prestasi untuk mendorong filmmaker perempuan dari Kosovo sebagai generasi baru mereka yang berani.

Kaltrina Krasniqi ©2021 TIFF

Sementara, Special Jury Prize TIFF tahun ini dianugerahkan kepada LA CIVIL, film produksi bersama antara Belgia – Rumania – Meksiko yang juga disutradarai seorang sineas perempuan, Teodora Ana Mihai. Berkisah soal seorang ibu yang berjuang menelusuri jejak putrinya yang hilang diculik sekumpulan mafia kartel Meksiko setelah hukum yang ada tak bisa membantunya, La Civil sebelumnya juga sudah memenangkan The Prize of Courage di segmen Un Certain Regard, Cannes tahun ini.

La Civil Copyright 2021 Menuetto/ One For The Road/ Les Films du Fleuve/ Mobra

Diserahkan oleh anggota juri internasional, produser dan kurator Lorna Tee yang disambut pesan video oleh sang sutradara, Lorna berkomentar “La Civil adalah feature film pertama dengan pencapaian tinggi dari seorang sutradara yang tak gentar merambah kisah nyata yang telah banyak memakan korban di negara yang masih bermasalah dengan narkoba dan kekerasan”.

Teodora Mihai ©2021 TIFF

Penghargaan Aktris Terbaik TIFF tahun ini yang jatuh ke Julia Chávez juga datang dari film dengan tema sangat perempuan, THE OTHER TOM, produksi bersama AS – Meksiko. The Other Tom yang disutradarai Rodrigo Plá dan Laura Santullo mengisahkan perjuangan seorang single mother dalam mempertahankan hak asuh dan hak-hak lainnya sebagai ibu terhadap sang putra yang menderita ADHD/GPPH (Attention Deficit Hyperactive Disorder/Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas).

Selebihnya, penghargaan Sutradara Terbaik diberikan kepada sutradara Kazakhstan Darezhan Omirbaev lewat filmnya POET, dan Aktor Terbaik untuk 4 aktor di film Turki THE FOUR WALLS karya sutradara Kurdi Bahman Ghobadi; Amir Aghaee, Fatih Al, Barış Yildiz dan Onur Buldu. Film Azerbaijan, CRANE LANTERN karya sutradara Hilal Baydarov juga memenangkan penghargaan Kontribusi Artistik Terbaik.

Di segmen Asian Future yang tetap merayakan sutradara-sutradara Asia baru yang dianggap potensial dan berkarya tak lebih dari 3 film, film Jepang  JUST REMEMBERING karya sutradara Matsui Daigo meraih dua hadiah sekaligus, Audience Award dan Jury Special Mention. Sementara, penghargaan Film Teerbaik untuk segmen ini diraih film Iran karya sutradara Hossein Tehrani.  Film ini mengisahkan tentang seorang anak pencari nafkah yang berjuang membiayai keluarga setelah kematian ayahnya, dan kemudian menemukan kejutan di peternakan yang mereka sewa bersama sang ibu.

Bekerjasama dengan kanal streaming Amazon Prime, TIFF tahun ini juga memiliki segmen baru yang mereka namakan Amazon Prime Video Take One Award, untuk mencari talenta-talenta sutradara muda baru di kompetisi film pendek. Penghargaan utamanya dimenangkan sutradara Kim Yunsoo lewat film SUNDAY & CALM SEA, sementar Special Jury Prize oleh sutradara Sangoumi Midori lewat filmnya UNDER THE BRIDGE. Hadiah uang tunai sebear 1 juta dan 500 ribu Yen masing-masing diberikan dengan kesempatan memproduksi feature film dengan Amazon Studios.

Seperti yang dikatakan Chairman TIFF, Hiroyasu Ando dan Programming Director Ichiyama Shozo dalam obrolan terpisah, kecenderungan banyaknya film-film seleksi terutama dalam kompetisi tahun ini yang didominasi tema-tema tentang perjuangan perempuan, baik Vera Dreams of the Sea, La Civil dan The Other Tom – adalah film-film dengan representasi yang kuat soal perempuan.

Di luar program-program seperti Masterclass, Asia Lounge Conversation Series dan TIFF Talk Salon, penayangan film-film TIFF tahun ini yang tetap digelar secara fisik berpindah dari Roppongi  ke kawasan Yurakucho – Hibiya – Ginza dikabarkan memperoleh total 29.414 admisi untuk keseluruhan 126 film, berbanding dengan angka admisi sebanyak 40.553 dari 138 film di tahun 2020. Tokyo International Film Festival ke-34 ditutup dengan penayangan closing film-nya, DEAR EVAN HANSEN. (dan)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY