GIVE ME LIBERTY MENANGKAN FILM TERBAIK DI IFFA MACAU 2019

GIVE ME LIBERTY MENANGKAN FILM TERBAIK DI IFFA MACAU 2019

267
SHARE
Ⓒ 2019 IFFAM

Macau, 10 Desember 2019 – Give Me Liberty, film produksi AS berbahasa Inggris/Rusia memenangkan penghargaan film terbaik dalam segmen kompetisi internasional di IFFAM (International Film Festival & Awards Macao).

Film independen yang disutradarai sutradara kelahiran Rusia Kirill Mikhanovsky dan mengangkat tema unik dan jarang-jarang diangkat soal supir transport medis/ambulans itu sebelumnya sudah melanglang buana ke berbagai festival bergengsi dari Sundance ke Cannes. Menjadi salah satu dari 10 film yang terpilih ke segmen kompetisi utama bersama Mudik/Homecoming, film Indonesia berlatar momen Lebaran karya Adriyanto Dewo dan dibintangi Putri Ayudya, Ibnu Jamil serta Asmara Abigail, Give Me Liberty merupakan pilihan mutlak dewan juri internasional yang terdiri dari sutradara Hong Kong Peter Chan, produser Ellen Eliasoph, sutradara Myanmar Midi Z, aktor Tom Cullen dan Dian Sastrowardoyo.

Ⓒ 2019 IFFAM

Menerima penghargaan dari Chan selaku ketua juri, di konferensi pers yang digelar seusai acara, Kirill didampingi produser sekaligus penulis Alice Austen mengatakan bahwa Give Me Liberty tak benar-benar tepat disebut komedi hitam melainkan komedi kehidupan yang dalam proses awalnya ditulis sebagai sebuah drama.

Penghargaan lain dalam kompetisi utama yang didasari persyaratan sebagai film karya pertama atau kedua sineas-sineas terpilih di edisi ke-4 IFFAM ini dimenangkan oleh Fyzal Boulifa dari film Lynn+Lucy sebagai sutradara terbaik bersama aktris terbaik dari film yang sama untuk Roxanne Scrimshaw. Sementara skenario terbaik jatuh kepada Hamish Bennett dari film produksi Irlandia Bellbird, aktor terbaik dimenangkan oleh aktor muda Kamboja Sarm Heng yang baru berusia 14 tahun lewat film Buoyancy karya Rodd Rathjen. Film berdasar kisah nyata soal perdagangan manusia dan perbudakan di atas sebuah kapal nelayan Kamboja ini juga memenangkan film favorit audiens dan dua pekan lalu juga ditayangkan di JAFF (Jogja-NETPAC Asian Film Festival) edisi ke-14.

Ⓒ 2019 IFFAM

Di segmen kompetisi pendamping New Chinese Cinema, film terbaik dimenangkan oleh film Dwelling in the Fuchun Mountains karya Xiaogang Gu, mengalahkan 5 saingan film berbahasa Cina lainnya. Anthony Chen dari film Singapura Wet Season memenangkan sutradara terbaik, sementara Johnny Ma lewat To Live to Sing memenangkan skenario terbaik, dan aktor serta aktris terbaik masing-masing dimenangkan oleh Wu Xiaoliang dari Wisdom Tooth dan aktris Zhou Dongyu dari Better Days yang disutradarai Derek Tsang, putra aktor/komedian terkenal Eric Tsang.

Masih ada sejumlah penghargaan lain yang diraih oleh Wet Season untuk film terbaik pilihan kritikus Cinephilia dan film Macau terbaik, antologi Years of Macau yang dibesut oleh 9 sineas lokal Macau. NETPAC Award diraih oleh To Live to Sing, Asian Blockbuster Film 2018 untuk nominee film asing Oscar, film Korea Parasite karya Bong Joon-ho, serta penghargaan Spirit of Cinema untuk sutradara veteran Lu Shaohong yang tahun ini juga menayangkan filmnya, A City Called Macau – dibintangi Carina Lau yang sekaligus menjabat Talent Ambassador IFFAM bersama aktris Prancis Juliette Binoche dan idola Korea Suho (Kim Joon-myeon) dari band EXO.

Ⓒ 2019 IFFAM

Bersama karpet merah penutup yang digelar di tengah kemeriahan dan gedung pusat kebudayaan megah, Macau Cultural Center, edisi ke-4 IFFAM ditutup oleh film Hong Kong I’m Livin’ it yang dibintangi Aaron Kwok dan Miriam Yeung. Disutradarai Hing Fan Wong, film yang memulai debutnya di Tokyo International Film Festival (TIFF) Oktober lalu mengisahkan para tunawisma yang menggelandang di gerai fast food 24 jam.

Sebagai salah satu festival berusia sangat muda yang mulai menapakkan taji di deretan festival film internasional Asia dengan bintang tamu dan acara-acara ambisius – tahun-tahun sebelumnya dihadiri Nicolas Cage dan Jeremy Renner di antaranya, IFFAM yang tahun ini juga diisi oleh masterclass yang diisi Binoche, duta festival sutradara Korea Kim Yong-hwa dan aktris Hollywood Lily James, berikut UK Gala Shaun the Sheep: Farmageddon, tetap menggelar penghargaan khusus Asian Stars Up Next Award bekerjasama dengan media film terkemuka Variety.

Penghargaan yang dianugerahkan untuk talenta-talenta Asia terpilih dan tahun lalu memuat nama Iqbaal Ramadhan serta aktris muda India Zaira Wasim dari Dangal dan Secret Superstar karya Aamir Khan, tahun ini diberikan kepada Bea Alonzo (Filipina), Bhumi Pednekar (India), Jennis Opraset dan Praewa Suthampon dari grup idol BNK48 (Thailand), Lien Binh Phat (Vietnam), Ryota Katayose (Jepang), Yoona (Korea) serta Asmara Abigail (Indonesia).

Sebagaimana disampaikan oleh Mike Goodridge yang menjabat Artistic Director sejak tahun kedua penyelenggaraannya, lewat lebih dari 50 film yang ditayangkan di 4 venue utama; Macau Cultural Center, Old Court Building, Macau Tower serta sinema alternatif Cinematheque-Passion yang dikelola langsung oleh Departemen Pariwisata dan Turisme Macau – termasuk sejumlah film-film bergengsi di antaranya The Lighthouse yang diperankan Robert Pattinson & Willem Dafoe, biopik Judy Garland, Judy yang dibintangi Renee Zellwegger, The Truth karya Hirokazu Kore-eda dan Jojo Rabbit karya Taika Waititi sebagai film pembuka, IFFAM tetap bertujuan utama memperkenalkan wajah sinema Asia khususnya Cina, sekaligus mendorong geliat sinema lokal Macau ke mata dunia dalam sebuah perhelatan pertukaran budaya sinema dunia. (Daniel Irawan)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY