OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL EDISI ULANG TAHUN KE-10 AKAN TAYANGKAN DILAN 1990...

OKINAWA INTERNATIONAL MOVIE FESTIVAL EDISI ULANG TAHUN KE-10 AKAN TAYANGKAN DILAN 1990 DI SEGMEN UTAMANYA

283
SHARE

©2018 oimf.jp

Oleh: Daniel Irawan

Digelar pertama kali di tahun 2009 oleh taipan industri hiburan Yoshimoto Kogyo, OIMF yang mengambil fokus tematik ke film-film drama-komedi lewat tema Laugh & Peace, sudah berevolusi dengan sub judul ‘Big Festival of all the Islands’ sejak 2015 menjadi sebuah festival seni yang menampilkan bukan hanya film, tapi juga gelaran seni pertunjukan lain dari musik, tari hingga ranah utama perusahaannya, standup comedy.

Tetap diadakan di berbagai prefektur kepulauan Okinawa, dengan pre-event ’50 Days to the Festival’ yang sudah diselenggarakan sejak Februari di keseluruhan 41 kotamadya Okinawa dengan berbagai pagelaran hiburan, dalam konferensi pers yang diadakan pekan lalu, edisi ke-10 OIMF sekaligus akan merayakan pembukaan sekolah kesenian Yoshimoto yang sudah direncanakan sejak beberapa tahun belakangan. Sekolah yang juga bertujuan meletakkan Okinawa sebagai salah satu pusat industri hiburan Jepang ini nantinya akan berfokus di berbagai bidang hiburan dari manga dan anime hingga film, tari, CGI dan seni panggung pertunjukan lainnya. Aktor asal Jepang Masi Oka yang melejit dari serial TV Heroes merupakan salah satu pengajar selain penari Hinton Battle, produser video Shunsuke Koga dan penulis manga Nobuhiko Horie.

Dalam segmen TV Director’s Movie yang mewakili film-film untuk konsumsi televisi, komedi musikal remaja Dolmen X yang diangkat dari manga karya Yuna Takagi tentang sekelompok alien yang menginvasi dunia pop Jepang akan menjadi highlight utamanya. Sementara film karya penulis/sutradara Toshiyuki Teruya, Born Bone Born menjadi lineup unggulan di segmen Special Invitation. Bone Born Bone merupakan versi ekspansi dari film pendeknya yang memenangkan penghargaan di Short Shorts Film Festival dan Skip City International D-Cinema Festival. Berkisah soal pemujaan leluhur dan ritual penguburan senkotsu (bone washing) film karya Teruya ini membawa tradisi yang menurutnya harus diperkenalkan terus-menerus secara lintas generasi.

Film-film Jepang lain dalam segmen Special Invitation juga akan diisi oleh When I Get Home, My Wife Always Pretend to be Dead karya Toshio Lee yang diangkat dari esai bergaya komik berdasar konten pertanyaan di Yahoo! Answers tahun 2010 yang menjadi viral, Memories of Whale Island – kisah percintaan wanita Jepang dan pria Vietnam karya Yuji Makino yang diperankan oleh aktor Win Morisaki dari Ready Player One, kisah pelatih tinju; Kantoku karya Kiyoshi Hijikata, Nyaha! Part #0 karya unik Choji Nakahodo yang diceritakan lewat POV kucing di pulau Nyaha yang dikenal sebagai pulau surga bagi kucing, komedi supranatural Room Laundering karya Kenji Katagiri yang dibintangi Joe Odagiri.

Tiga film dari China juga akan mengisi segmen ini; drama historikal In Pursuit of the General karya Teng Junjie, drama romantis Lost and Found in Tokyo dari sutradara wanita Cai Jieling, dan Please Remember Me karya Peng Xiaolian yang mengisahkan seorang wanita pemain teater lokal yang mengejar mimpinya menjadi aktris film ke Shanghai.

Lantas, dari belahan Asia lain ada drama kuliner Jimami Tofu karya Jason Chan dan Christian Lee dari Singapura yang mengisahkan koki Singapura yang bertualang di Okinawa mempelajari masakan tradisional Okinawa. Dari Indonesia, sebagaimana Yoshimoto selalu memilih film populer yang sedang jadi trend di sinema masing-masing negara, ada Dilan 1990 karya Fajar Bustomi berdasar novel series Pidi Baiq yang berhasil meraih sukses box office masif sebagai film terlaris ke-2 sepanjang masa di Indonesia. Penayangan Dilan 1990 akan dihadiri langsung oleh Bustomi.

Secara tak biasa pula, OIMF ke-10 juga akan menghadirkan 2 film animasi; 9 Satra: The Legend of Muay Thai karya sutradara Pongsa Konrsri, Nat Yoswatananont, Gun Phansuwon dari sinema Thailand, dan Three Heroes and the Princess of Egypt karya sutradara Konstantin Feoktistov dari Rusia.

NO COMMENTS