PEMENANG PENGHARGAAN DAN FOKUS SINEMA JEPANG DAN ASIA DI TOKYO INTERNATIONAL FILM...

PEMENANG PENGHARGAAN DAN FOKUS SINEMA JEPANG DAN ASIA DI TOKYO INTERNATIONAL FILM FESTIVAL KE-32

36
SHARE
©2019 TIFF

Tokyo, 5 November 2019 – Perhelatan 9 hari Tokyo International Film Festival (TIFF) edisi ke-32 diakhiri dengan pengumuman pemenang penghargaan di seremoni penutupan yang digelar di Tokyo International Forum, Yurakucho.

Penghargaan Tokyo Gemstone Awards yang ditujukan bagi talenta muda dari film yang terpilih untuk ditayangkan di festivalnya dianugerahkan kepada tiga aktor Jepang; Riru Yoshina dari film Take Over Zone, Sairi Ito dari film Life: Untitled, Yui Sakuma dari film I Was a Secret Bitch dan aktris Norwegia Josefine Frida dari film Disco yang bersaing di kompetisi utama.

Segmen Japanese Cinema Splash yang tetap dipertahankan untuk merayakan film-film independen Jepang memilih film i –Documentary of the Journalist yang mengetengahkan isu kontroversial wartawan Tokyo Shimbun – Ishiko Mochizuki. Disutradarai Tatsuya Mori, film yang menjadi pendamping drama fiksi The Journalist atas sumber yang sama dan disambut baik saat rilis tahun ini, juga membahas represi-represi yang terjadi di Jepang masa sekarang. Ketua juri Japanese Cinema Splash, Akiko Ooku juga memberikan penghargaan ke Sutradara Terbaik pilihan mereka; Hirobumi Watanabe dari film Cry. Watanabe sudah mengikutsertakan filmnya ke TIFF sebanyak 5 kali termasuk Pool Side Man yang memenangkan Best Picture Awards sebelumnya.

Di segmen Asian Future Award, film Iran Old Men Never Die karya sutradara Reza Jamali memenangkan The Spirit of Asia Award by The Japan Foundation Asia Center. Segmen yang bertujuan menampilkan film-film dengan semangat universal dan keberagaman ini juga memenangkan film China Summer Knight karya sutradara You Xing sebagai Asian Future Best Film Award. Xing menyampaikan orasi kemenangannya, mengatakan bahwa filmmaker merupakan makhluk paling insecure, namun penghargaan-penghargaan seperti inilah yang membuat mereka bertahan untuk terus berkarya.

Penghargaan Audience Award yang disaring berdasar polling audiens tahun ini jatuh kepada film Prancis Only the Animals karya sutradara Dominik Moll. Tampil menerima penghargaan itu, aktor Denis Menochet menyampaikan kekagumannya pada audiens Jepang dan antusiasme mereka untuk bertemu filmmaker-filmmaker-nya.

Dari segmen kompetisi utama dengan aktris Internasional Zhang Ziyi sebagai ketua juri tahun ini, Best Screenplay Award jatuh kepada skrip besutan Shin Adachi dari film biografi A Beloved Wife, sementara penghargaan The Award for Best Artistic Contribution diberikan pada film China Chaogtu with Sarula karya sutradara Wang Rui.

Anggota juri, produser Michael Noer kemudian memberikan Best Actor Award pada aktor Navid Mohammadzadeh yang berperan sebagai gembong narkoba di thriller Iran Just 6,5, yang juga membawa sutradara Saeed Roustaae memenangkan The Best Director Award, sementara Best Actress Award tahun ini dimenangkan oleh aktris Nadia Tereszkiewicz dari Only the Animals.


©2019 TIFF

Dua penghargaan puncak TIFF tahun ini masing-masing untuk The Special Jury Prize dan Tokyo Grand Prix/Governor of Tokyo Awards, jatuh pada film produksi Ukrania – Atlantis karya sutradara Valentyn Vasyanovych dan film Denmark; Uncle karya sutradara Frelle Petersen.

Tampil menutup seremoni penutupnya, Zhang Ziyi mengatakan di konferensi pers pemenang bahwa ia bersama 4 anggota juri lain; Ryuichi Hiroki (Jepang), Michael Noer (Denmark), Bill Gerber (AS) dan Julie Gayet (Prancis) bersepakat untuk memilih Uncle sebagai film terbaik di antara film-film yang bertanding di kompetisi utama TIFF tahun ini, namun juga menyebutkan bahwa 14 film keseluruhan dalam line up kompetisi internasional ini – seperti Only the Animals dari Prancis ataupun komedi Jepang A Beloved Wife, tak kalah menarik. Ada rentang lebar yang tak hanya melulu diisi oleh film-film artistik, tapi semua punya kualitas dan performa mengagumkan di antara pilihan-pilihan hasil kurasi yang mereka rasa sangat kaya, tambahnya.

Bersama keempat rekannya, Ziyi juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan keramahan para penyelenggara TIFF ke-32, sementara Chairman TIFF yang baru diangkat tahun ini, Hiroyasu Ando tak lupa menyampaikan rasa terima kasih pada seluruh audiens dan lebih dari 300 volunteers yang saling berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan festival.


©2019 TIFF

Lebih jauh, dalam kesempatan terpisah, Takeo Hisamatsu di tahun ketiga menjabat posisinya sebagai Festival Director TIFF mengatakan bahwa usaha memantapkan fokus TIFF ke film-film lokal Jepang memang sudah menjadi perencanaan panjang untuk menyambut penobatan Kaisar Baru, pemilihan Jepang sebagai tuan rumah Rugby World Cup tahun ini, disusul Olimpiade Musim Panas 2020 tahun depan. Berpindah dari rilisan mendatang film-film Hollywood walaupun edisi ke-32 ini tetap ditutup oleh The Irishman yang bukan diproduksi studio besar setelah A Star is Born di tahun lalu, Takeo juga menyebutkan ini merupakan kesempatan bagi TIFF bersama kerjasama yang dimulai 6 tahun lalu dengan The Japan Foundation untuk lebih memperkenalkan sinema Asia selain Jepang dengan berbagai ragamnya, sambil merambah pasar industri film China yang diperkuat dengan sejumlah film-film produksi bersama.

Menjadi perhatian besar di edisi ke-32 ini, TIFF menayangkan film Tora-San, Wish You Were Here yang merupakan franchise terpanjang karakter tradisional mereka sebagai film pembuka sambil tetap mempertahankan fokus ke animasi, sinema Jepang sekarang di segmen Japan Now serta gerakan sineas independen di Japanese Cinema Splash sebagai satu kesatuan ragam wajah sinema Jepang, sementara dari belahan Asia lainnya ada sejumlah film high profile; drama Hong Kong I’m Livin’ It yang diperankan duo superstar Aaron Kwok dan Miriam Yeung yang turut hadir di TIFF serta dua film Filipina yang menjadi salah satu kebangkitan terbesar sinema Asia belakangan ini, Motel Acacia (turut dibintangi aktor Malaysia Bront Palarae dan Nicholas Saputra), dan Mananita – ikut bersaing di kompetisi internasional.

Dari sinema kita sendiri, ada beberapa film yang ditayangkan di TIFF tahun ini; A Mother’s Love karya Joko Anwar yang menjadi bagian dari omnibus HBO Folklore, The Science of Fictions karya Yosep Angginoen dan film aksi Foxtrot Six karya Randy Korompis. (Daniel Irawan)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY