Tokyo International Film Festival ke-33 Tetap Digelar Secara Fisik di Tengah Adaptasi...

Tokyo International Film Festival ke-33 Tetap Digelar Secara Fisik di Tengah Adaptasi Baru Programnya

134
SHARE
© 2020 TIFF

Setelah cukup banyak festival film internasional yang mengalihkan perhelatannya secara daring, Tokyo International Film Festival (TIFF) tetap menggelar edisi ke-33-nya secara fisik. Edisi yang dirancang untuk dihelat secara akbar berdampingan dengan Olimpiade Tokyo yang sayangnya urung dilangsungkan akibat pandemi Covid-19, pihak penyelenggara TIFF ternyata memilih sejumlah penyesuaian ke program-programnya untuk tetap bisa berjalan.

Selain menyisakan hanya satu penghargaan untuk tahun ini, TIFF Audience Award, TIFF edisi ke-33 yang dilangsungkan secara partnership dengan Tokyo Filmex ini juga menggabungkan tiga segmen utamanya – International Competititon, Asian Future dan Japanese Cinema Splash ke dalam satu segmen baru yang dinamakan Tokyo Premiere 2020. Walau terkesan lebih kecil berdasar skala biasanya, namun kemasan keseluruhan Tokyo Premiere 2020 ini dikurasi secara lebih padat, memuat 32 film dari sejumlah sineas veteran dan yang tengah menanjak, dalam pembagian status 25 berupa World Premiere dan 7 sisanya adalah Asian Premiere. Sementara total jumlah film yang akan ditayangkan selama festival berlangsung tetap berjumlah lebih dari 100 film-film hasil seleksi dari seluruh dunia.

© 2020 TIFF
© 2020 TIFF

Di tengah pembatasan perjalanan/kunjungan internasional yang masih berlaku bagi sebagian negara, upacara pembukaan TIFF ke-33 dengan tema Bloom! yang berlangsung di Tokyo International Forum, Hibiya, tetap digelar cukup meriah bersama momen karpet merah pembuka yang dihindari sineas-sineas lokal mereka, tentunya dengan penjagaan protokol kesehatan sebagaimana mestinya. Isian program-program lain dari penayangan film, simposium dan sesi Q&A tetap dihelat di venue utama TIFF selama ini di area Roppongi Hills.

© 2020 TIFF

Hadir di gelaran karpet merah, di antaranya adalah sutradara wanita Akiko Ohku dari peraih Audience Award 2017, Tremble All You Want. Hadir bersama cast dari film terbarunya yang ditayangkan tahun ini, Hold Me Back, karpet merah TIFF ke-33 juga dihadiri oleh Koji Fukada yang mengisi slot Japan Now – Director in Focus. Fukada muncul bersama aktris Mariko Tsutsui dari dua filmnya, Harmonium dan A Girl Missing.

© 2020 TIFF

Ada pula Win Morisaki, aktor Jepang yang ikut bermain dalam blockbuster Steven Spielberg, Ready Player One (2018), Kaho Tsuchimura dan Kota Takahashi dari The Real Thing dari Cannes tahun ini, berikut Akio Fujimoto, sutradara pemenang dua penghargaan di TIFF 2018 lewat Passage of Life. Tahun ini, Fujimoto mewakili film terbarunya, sebuah joint production Jepang-Vietnam, Along the Sea, yang mengisahkan soal imigran Vietnam di Jepang dan sebelumnya sudah di-premiere-kan di San Sebastian Film Festival. Selain itu, ada juga Tao Tsuchiya dan Exile Naoto dari Food Luck, film yang masuk ke segmen Special Screenings tahun ini.

© 2020 TIFF

Dari Malaysia, tampil pula sutradara Edmund Yeo yang memenangkan TIFF Best Director 2017 lewat filmnya Aqerat: We the Dead. Yeo yang tahun ini membawa filmnya yang sebagian disyut di Jepang, Malu, ia mengaku sangat merasa terhormat untuk kembali menjadi bagian dari TIFF walaupun mesti melewati dua minggu sebelumnya dalam penanganan karantina. 10 tahun yang lalu, Yeo juga sudah membawa film pendeknya ke TIFF. Bersama Yeo, sineas Lim Kah Wai dari Come and Go, salah satu film di segmen Tokyo Premiere yang hadir bersama aktrisnya, Makiko Watanabe, juga ikut menjalani karantina untuk tetap memeriahkan upacara pembuka TIFF.

Tak ketinggalan, dari film Jepang penutup TIFF ke-33, Hokusai, juga hadir sutradara Hajime Hashimoto dan aktris sekaligus penulis skripnya, Ren Kawahara. Hokusai yang mengangkat kehidupan salah satu seniman Jepang terkenal ikut dibintangi dua aktor Jepang lainnya, Yuya Yagira dan Min Tanaka.

© 2020 TIFF

Dimulai dengan performa live The Film Score Philharmonic Orchestra yang memainkan komposisi musik dan lagu tema dari sejumlah film-film legendaris, TIFF Festival Chairman Hiroyasu Ando menyampaikan sambutan pembukanya serta ucapan terima kasih atas kehadiran audiens yang tetap memenuhi gelaran upacara pembuka TIFF. Kebimbangan atas keputusan akhir tetap menggelar TIFF ke-33 secara fisik diakuinya ada di balik pertimbangan-pertimbangan yang sangat dilematis, namun akhirnya bisa juga berlangsung. Ando juga menyebut tiga film sutradara legendaris Sadao Yamanaka yang ditayangkan dalam format restorasi 4K tahun ini. “Yamanaka tetap sangat passionate dalam membuat film yang terinspirasi karya-karya Yasujiro Ozu hingga ia meninggal dalam perang. Kita semua percaya kekuatan film bahkan dalam masa-masa sulit seperti ini, dan kami ingin mempertahankan kecintaan dan penghormatan itu dengan penyelenggaraan TIFF secara fisik”, tambahnya sambil membuka secara resmi TIFF ke-33.

© 2020 TIFF

Setelah sejumlah ucapan selamat lewat video dari Hiroshi Kajiyama, Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Perindustrian Jepang, sutradara berstatus auteur dari Thailand – Apichatpong Weerasethakul (Weerasethakul juga akan mengisi sesi daring Asia Lounge Conversation Series yang dimulai tahun ini), director Cannes dan Lumiere Film Festival – Thierry Fremaux, Christopher Nolan dan Robert De Niro yang mengakhiri pesannya dengan “Omedeto gozaimasu!”, upacara pembuka TIFF ke-33 diakhiri dengan sambutan berturut-turut dari Festival Ambassador tahun ini – aktor veteran Koji Yakusho, sutradara Koji Fukada dan sutradara Masaharu Take, produser Gen Sato dan penulis skrip Shin Adachi dari film pembuka TIFF tahun ini, Underdog.

Tampil ke atas panggung bersama video pengantar dari aktor-aktornya, Takumi Kitamura, Kumi Takeuchi dan Mirai Moriyama, penayangan perdana Underdog secara resmi mengantarkan peluncuran TIFF ke-33. Salah satu festival film internasional paling bergengsi di Asia ini akan berlangsung dari 31 Oktober hingga 9 November, tetap di venue utamanya di Roppongi Hills, Tokyo. (Daniel Irawan)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY